alexametrics
29.9 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Wadahi Pergeseran Wisata, Shanaya Resort Tambah 56 Glamping

KARANGPLOSO – Ada pergeseran orientasi wisatawan di tengah pandemi Covid-19 ini. Selain mengidamkan wisata alam yang indah, juga privat dan aman. Pergeseran itulah yang ditangkap oleh Shanaya Resort Malang dengan menyediakan glamping.

Owning Company Shanaya Resort H Moch. Ilyas mengatakan, pihaknya justru memiliki key marketing yang menjanjikan di sektor wisata pada masa pandemi ini. “Pola pikir masyarakat dan perilakunya bergeser dengan adanya pandemi ini. Orang lebih menyukai sesuatu yang terbuka (outdoor). Menangnya kami disitu,” kata Ilyas, kemarin (21/1).

Pria asli Malang itu menyebut, pihaknya bisa menjual potensi-potensi di kawasan Shanaya Resort. Lokasi Shanaya yang berada pada jalur utama menuju Kota Batu juga disebutnya sebagai poin plus. Resort yang identik dengan konsep glamour camping alias glamping-nya tersebut mampu menyedot perhatian pengunjung.

“Dari total 16 hektare lahan, saat ini yang sudah kami kembangkan baru sekitar 8 hektare saja. Artinya masih banyak peluang yang bisa kami kembangkan ke depan untuk memberikan manfaat yang lebih besar pada Kabupaten Malang,” terang Ilyas. Tingginya antusias pengunjung itu juga yang mendorong Shanaya Resort menambah spot glamping mereka menjadi 56 tempat sebelum momen lebaran Idul Fitri mendatang.

Salah satunya dengan menambah jumlah glamping spot, vila, hingga ruang meeting. Jika para pelaku usaha penginapan lainnya masih bersusah payah mengejar target pengunjung, situasi berbeda justru terjadi di Shanaya Resort. “Saat akhir pekan, okupansi kami bisa sampai 99 persen. Sementara saat weekday bisa berada pada 70 persen, atau kegiatan dari coorporate (instansi),” sambungnya.

Keberadaan investor di wilayah Bumi Kanjuruhan ini juga mendapat apresiasi khusus dari Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM. Ke depan, Sanusi berharap investor dari Shanaya Resort dapat menjadikan Kabupaten Malang sebagai Bali kedua. “Kami akan ajak Pak Ilyas dan investor lainnya untuk melihat potensi di Malang dan dikembangkan menjadi dunia usaha di bidang wisata,” kata Sanusi. Soal konsep, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu bakal mendukung sepenuhnya. Berbagai insentif pun telah disiapkan. “Salah satunya dalam hal kemudahan dalam mengurus perizinan,” ujarnya.

Ke depan, suami dari Anis Zaidah itu juga berharap agar para penanam modal bisa menjadikan kabupaten sebagai alternatif untuk investasi. Jika pada  tahun 2021 lalu Sanusi menargetkan nilai investasi sebesar Rp 20 triliun, tahun ini pihaknya tidak lagi menargetkan nominal. “Sebanyak-banyaknya,” tegasnya optimistis. (iik/dan)

 

KARANGPLOSO – Ada pergeseran orientasi wisatawan di tengah pandemi Covid-19 ini. Selain mengidamkan wisata alam yang indah, juga privat dan aman. Pergeseran itulah yang ditangkap oleh Shanaya Resort Malang dengan menyediakan glamping.

Owning Company Shanaya Resort H Moch. Ilyas mengatakan, pihaknya justru memiliki key marketing yang menjanjikan di sektor wisata pada masa pandemi ini. “Pola pikir masyarakat dan perilakunya bergeser dengan adanya pandemi ini. Orang lebih menyukai sesuatu yang terbuka (outdoor). Menangnya kami disitu,” kata Ilyas, kemarin (21/1).

Pria asli Malang itu menyebut, pihaknya bisa menjual potensi-potensi di kawasan Shanaya Resort. Lokasi Shanaya yang berada pada jalur utama menuju Kota Batu juga disebutnya sebagai poin plus. Resort yang identik dengan konsep glamour camping alias glamping-nya tersebut mampu menyedot perhatian pengunjung.

“Dari total 16 hektare lahan, saat ini yang sudah kami kembangkan baru sekitar 8 hektare saja. Artinya masih banyak peluang yang bisa kami kembangkan ke depan untuk memberikan manfaat yang lebih besar pada Kabupaten Malang,” terang Ilyas. Tingginya antusias pengunjung itu juga yang mendorong Shanaya Resort menambah spot glamping mereka menjadi 56 tempat sebelum momen lebaran Idul Fitri mendatang.

Salah satunya dengan menambah jumlah glamping spot, vila, hingga ruang meeting. Jika para pelaku usaha penginapan lainnya masih bersusah payah mengejar target pengunjung, situasi berbeda justru terjadi di Shanaya Resort. “Saat akhir pekan, okupansi kami bisa sampai 99 persen. Sementara saat weekday bisa berada pada 70 persen, atau kegiatan dari coorporate (instansi),” sambungnya.

Keberadaan investor di wilayah Bumi Kanjuruhan ini juga mendapat apresiasi khusus dari Bupati Malang Drs H M. Sanusi MM. Ke depan, Sanusi berharap investor dari Shanaya Resort dapat menjadikan Kabupaten Malang sebagai Bali kedua. “Kami akan ajak Pak Ilyas dan investor lainnya untuk melihat potensi di Malang dan dikembangkan menjadi dunia usaha di bidang wisata,” kata Sanusi. Soal konsep, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu bakal mendukung sepenuhnya. Berbagai insentif pun telah disiapkan. “Salah satunya dalam hal kemudahan dalam mengurus perizinan,” ujarnya.

Ke depan, suami dari Anis Zaidah itu juga berharap agar para penanam modal bisa menjadikan kabupaten sebagai alternatif untuk investasi. Jika pada  tahun 2021 lalu Sanusi menargetkan nilai investasi sebesar Rp 20 triliun, tahun ini pihaknya tidak lagi menargetkan nominal. “Sebanyak-banyaknya,” tegasnya optimistis. (iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/