alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Di Depan Sandiaga, Bupati Malang Beber Keberhasilan Sektor Parekraf

MALANG – Perekonomian Kabupaten Malang tumbuh akibat adanya pendekatan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.

Di depan Menparekraf RI, Sandiaga Uno, Bupati Malang Sanusi membeberkan berbagai bukti yang telah diraih Kabupaten Malang bahwa strategi pendekatan Parekraf bisa berjalan baik dengan meningkatkan pendapatan daerah.

“Sudah terbukti ada Cafe Sawah dan Kasembon, Rumah Sakit Al-Madinah yang bisa menghasilkan pendapatan Rp 1 miliar,” ujar Sanusi.

Sanusi juga memiliki target pertumbuhan ekonomi di setiap kawasan pengembangan mulai dari area persawahan yang bisa diubah menjadi salah satu destinasi wisata. Sehingga harapannya tidak lagi hanya menghasilkan padi akan tetapi dengan adanya wisata diharapkan dapat melipatgandakan pendapatan masyarakat setempat.

“Kabupaten Malang kita gerakan ekonomi kreatif dengan meningkatkan potensi yang ada, dari padi yang 8 ton sekarang bisa 15 ton. Dari sawah yang jumlahnya Rp 10 juta per tahun bisa naik sampai Rp 1 miliar per tahun,” tambahnya.

Selain itu dia juga berharap bahwa beberapa daerah juga bisa mengembangkan potensi wisata desanya mulai dari Bon Pring Laboratorium Bambu di Kecamatan Turen yang meneliti 70 spesies jenis bambu. Kemudian Sumber Maron yang merupakan sumber air yang diubah menjadi destinasi wisata.

“Selain itu juga ada Bromo Tengger Semeru (BTS) yang sudah ditetapkan sebagai salah satu 10 destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang. Semoga BTS bisa segera ditetapkan sebagai destinasi wisata Kabupaten Malang,” harap Sanusi.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Perekonomian Kabupaten Malang tumbuh akibat adanya pendekatan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Parekraf) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.

Di depan Menparekraf RI, Sandiaga Uno, Bupati Malang Sanusi membeberkan berbagai bukti yang telah diraih Kabupaten Malang bahwa strategi pendekatan Parekraf bisa berjalan baik dengan meningkatkan pendapatan daerah.

“Sudah terbukti ada Cafe Sawah dan Kasembon, Rumah Sakit Al-Madinah yang bisa menghasilkan pendapatan Rp 1 miliar,” ujar Sanusi.

Sanusi juga memiliki target pertumbuhan ekonomi di setiap kawasan pengembangan mulai dari area persawahan yang bisa diubah menjadi salah satu destinasi wisata. Sehingga harapannya tidak lagi hanya menghasilkan padi akan tetapi dengan adanya wisata diharapkan dapat melipatgandakan pendapatan masyarakat setempat.

“Kabupaten Malang kita gerakan ekonomi kreatif dengan meningkatkan potensi yang ada, dari padi yang 8 ton sekarang bisa 15 ton. Dari sawah yang jumlahnya Rp 10 juta per tahun bisa naik sampai Rp 1 miliar per tahun,” tambahnya.

Selain itu dia juga berharap bahwa beberapa daerah juga bisa mengembangkan potensi wisata desanya mulai dari Bon Pring Laboratorium Bambu di Kecamatan Turen yang meneliti 70 spesies jenis bambu. Kemudian Sumber Maron yang merupakan sumber air yang diubah menjadi destinasi wisata.

“Selain itu juga ada Bromo Tengger Semeru (BTS) yang sudah ditetapkan sebagai salah satu 10 destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang. Semoga BTS bisa segera ditetapkan sebagai destinasi wisata Kabupaten Malang,” harap Sanusi.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/