alexametrics
24 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

Kades Mabuk Lecehkan Penari Acara Karnaval

KABUPATEN – Pengaruh minuman keras membuat seorang kepala desa di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, lepas kendali. Kades berinisial TP itu melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang sedang mengikuti karnaval dan berperan sebagai penari. Bahkan sang kades sempat mengamuk dan melakukan penganiayaan. 

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 18 September 2022, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu ada acara karnaval yang melintas di jalan raya tepat di depan kediaman Kades TP.

Di antara rombongan karnaval itu terdapat perempuan berinisial RR. Perempuan berusia 39 tahun itu memerankan karakter seorang penari. 

Tiba-tiba TP datang dalam kondisi mabuk dan menghampiri RR. Tanpa sungkan dia langsung meremas dada penari itu. Tentu saja RR kaget dan menangkis tangan bejat sang kades. Di luar dugaan, kades yang sudah hilang rasa malu itu mengamuk dan menganiaya RR dengan tangan kosong. 

”Dipukul dan dijambak, Mas. Sebenarnya ada juga teman korban yang kena pukul kades itu, tapi tidak sampai dilecehkan,” ujar salah seorang saksi mata kejadian tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan dengan alasan keamanan. 

Aksi melecehkan perempuan yang berlanjut penganiayaan itu terjadi di depan banyak orang. Warga yang melihat kejadian itu pun langsung berusaha melerai. Namun RR sudah telanjur merasa dilecehkan dan mengalami luka akibat penganiayaan. Di antaranya, nyeri pada bagian leher samping kanan, kulit kepala bagian atas terasa sakit dan ada bekas luka cakaran di bawah alis kanan. ”Di bagian bibir juga ada luka. Bekas cakaran terlihat di tangan kanan,” imbuh saksi mata itu. 

Dua hari setelah kejadian, pihak kepala desa mendatangi rumah RR sekitar pukul 20.00. Tujuannya untuk meminta damai agar masalah itu tidak dibawa ke ranah hukum. Namun keluarga RR menolak. Sebab aksi pelecehan seksual itu dilakukan di tempat umum dan bisa menjadi aib besar jika tidak ada hukuman bagi pelakunya. 

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wajak Aiptu Andi mengaku sudah menerima laporan pengaduan dari keluarga RR pada Selasa, 20 September 2022. Saat ini, kasus perbuatan cabul itu masih dalam penyelidikan dan pendalaman. ”Kami memang sudah menerima laporan adanya perbuatan cabul. Tapi kami harus kumpulkan bukti dan semua saksi dulu,” ujarnya. 

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang pihak korban akan memberikan kesaksian ke polisi hari ini. Kemungkinan perkara tersebut akan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Malang. (nif/fat)

KABUPATEN – Pengaruh minuman keras membuat seorang kepala desa di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, lepas kendali. Kades berinisial TP itu melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan yang sedang mengikuti karnaval dan berperan sebagai penari. Bahkan sang kades sempat mengamuk dan melakukan penganiayaan. 

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, 18 September 2022, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu ada acara karnaval yang melintas di jalan raya tepat di depan kediaman Kades TP.

Di antara rombongan karnaval itu terdapat perempuan berinisial RR. Perempuan berusia 39 tahun itu memerankan karakter seorang penari. 

Tiba-tiba TP datang dalam kondisi mabuk dan menghampiri RR. Tanpa sungkan dia langsung meremas dada penari itu. Tentu saja RR kaget dan menangkis tangan bejat sang kades. Di luar dugaan, kades yang sudah hilang rasa malu itu mengamuk dan menganiaya RR dengan tangan kosong. 

”Dipukul dan dijambak, Mas. Sebenarnya ada juga teman korban yang kena pukul kades itu, tapi tidak sampai dilecehkan,” ujar salah seorang saksi mata kejadian tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan dengan alasan keamanan. 

Aksi melecehkan perempuan yang berlanjut penganiayaan itu terjadi di depan banyak orang. Warga yang melihat kejadian itu pun langsung berusaha melerai. Namun RR sudah telanjur merasa dilecehkan dan mengalami luka akibat penganiayaan. Di antaranya, nyeri pada bagian leher samping kanan, kulit kepala bagian atas terasa sakit dan ada bekas luka cakaran di bawah alis kanan. ”Di bagian bibir juga ada luka. Bekas cakaran terlihat di tangan kanan,” imbuh saksi mata itu. 

Dua hari setelah kejadian, pihak kepala desa mendatangi rumah RR sekitar pukul 20.00. Tujuannya untuk meminta damai agar masalah itu tidak dibawa ke ranah hukum. Namun keluarga RR menolak. Sebab aksi pelecehan seksual itu dilakukan di tempat umum dan bisa menjadi aib besar jika tidak ada hukuman bagi pelakunya. 

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wajak Aiptu Andi mengaku sudah menerima laporan pengaduan dari keluarga RR pada Selasa, 20 September 2022. Saat ini, kasus perbuatan cabul itu masih dalam penyelidikan dan pendalaman. ”Kami memang sudah menerima laporan adanya perbuatan cabul. Tapi kami harus kumpulkan bukti dan semua saksi dulu,” ujarnya. 

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Malang pihak korban akan memberikan kesaksian ke polisi hari ini. Kemungkinan perkara tersebut akan dilimpahkan ke Unit PPA Polres Malang. (nif/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/