alexametrics
26.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Vaksinasi Lansia Bikin Kabupaten Malang Susah Turun Level PPKM

MALANG – Di antara wilayah di Malang Raya, saat ini hanya tinggal Kabupaten Malang yang tertinggal di level 3 PPKM. Padahal upaya pemkab untuk menurunkan level ini sudah dilakukan secara getol. Seperti menggencarkan pelaksanaan vaksinasi, hingga menekan angka penyebaran Covid-19.

Bupati Malang H M. Sanusi mengungkapkan faktor penyebab sulitnya Kabupaten Malang turun level PPKM, dari 3 menuju 2. Di antara ganjalan menuju PPKM level 2 adalah keterlambatan input data vaksinasi, khususnya bagi para lansia.

“Yang membuat kami masih di PPKM level 3 itu karena terlambat entry data vaksinasi lansia. Kemarin (Kamis, 20/10) masih 38 persen data masuk. Seharusnya sudah 40 persen. Dan saat ini sekitar 42 persen lebih,” ujar Sanusi.

Seusai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat evaluasi penerapan PPKM beberapa hari lalu, salah satu persyaratan daerah yang bisa turun ke level 2 adalah capaian vaksinasi minimal 50 persen. Sementara di Kabupaten Malang, capaian vaksinasi lansia sudah menembus 40 persen dari target.

Diketahui, saat ini target vaksinasi lansia di Bumi Kanjuruhan adalah 163 ribu jiwa. Dengan demikian, lansia yang sudah divaksin sekitar 65 ribu jiwa. Secara global, saat ini capaian vaksinasi sudah 65 persen atau mencapai 1,3 juta jiwa.

Sanusi menekankan terus menyiapkan formula agar pada evaluasi ke depan sudah menjadi level 2. “Saat ini kita sedang membahas tentang bagaimana bisa turun level menjadi level 1,” imbuhnya.

Salah satu yang dia tekankan adalah proses input data penerima vaksin tidak sampai terlambat. Sehingga pemerintah juga bisa mengetahui capaian real time pada saat memberlakukan levelisasi di Kabupaten Malang.

Sanusi mengakui bahwa beban para tenaga kesehatan (nakes) saat ini memang berat. Dalam sehari, mereka ditarget menyuntikkan vaksin terhadap 20 ribu orang. Dengan tingginya target tersebut, Sanusi tidak menutup mata jika vaksinator menemui kendala di lapangan.

“Namun ketika ada persoalan, kami segera bahas. Kemudian kami carikan jalan keluarnya,” kata politikus PDIP itu.

Sanusi optimistis hingga kini percepatan vaksinasi bisa dilakukan. Sebab ketersediaan vaksin terus dipenuhi oleh pemerintah pusat. Tenaga pembantu atau relawan vaksinasi juga terus ditambah. Akhir Desember depan pihaknya yakin bisa menyelesaikan target penyuntikkan 2 juta dosis untuk warga Kabupaten Malang. “Jadi kami optimistis bisa turun level,” pungkas Sanusi.

Senada dengan Sanusi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya sempat menemui kendala terkait entry data penerima vaksin lansia.

Namun dia mengatakan, kendala tersebut sudah tertangani. Pihaknya menyebut beberapa pihak, baik dari pemkab, TNI, dan Polri yang terus mendorong percepatan vaksinasi lansia. Caranya dengan metode door to door atau datang langsung ke rumah yang bersangkutan.

“Jadi untuk lansia, kami banyak melakukan vaksinasi door to door. Para lansia ini rata-rata kesusahan kalau harus datang ke tempat vaksinasi. Makanya kami jemput bola,” ucapnya.

Menurutnya, Kabupaten Malang seharusnya sudah layak untuk turun level menjadi level 2. Sebab tingkat sebaran kasus Covid-19 di Bumi Kanjuruhan sudah sangat rendah. Kasus baru, selalu di bawah angka 10 selama sepuluh hari terakhir.

“Dalam seminggu ini, angka konfirmasi baru sudah rendah. Terbanyak, sehari ada 6 penderita baru. Sedang yang terendah itu hanya ada 2 kasus,” ucapnya.

Dia menyebutkan, angka kasus aktif di Bumi Kanjuruhan juga terus mengalami penurunan. Saat ini tempat isolasi terpusat (isoter) di Bumi Kanjuruhan sudah tidak lagi berpenghuni. “Angka kasus aktif tinggal 48 orang. Rata-rata dirawat di rumah sakit yang menangani Covid-19,” pungkasnya. (fik/dan/rmc)

MALANG – Di antara wilayah di Malang Raya, saat ini hanya tinggal Kabupaten Malang yang tertinggal di level 3 PPKM. Padahal upaya pemkab untuk menurunkan level ini sudah dilakukan secara getol. Seperti menggencarkan pelaksanaan vaksinasi, hingga menekan angka penyebaran Covid-19.

Bupati Malang H M. Sanusi mengungkapkan faktor penyebab sulitnya Kabupaten Malang turun level PPKM, dari 3 menuju 2. Di antara ganjalan menuju PPKM level 2 adalah keterlambatan input data vaksinasi, khususnya bagi para lansia.

“Yang membuat kami masih di PPKM level 3 itu karena terlambat entry data vaksinasi lansia. Kemarin (Kamis, 20/10) masih 38 persen data masuk. Seharusnya sudah 40 persen. Dan saat ini sekitar 42 persen lebih,” ujar Sanusi.

Seusai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI saat evaluasi penerapan PPKM beberapa hari lalu, salah satu persyaratan daerah yang bisa turun ke level 2 adalah capaian vaksinasi minimal 50 persen. Sementara di Kabupaten Malang, capaian vaksinasi lansia sudah menembus 40 persen dari target.

Diketahui, saat ini target vaksinasi lansia di Bumi Kanjuruhan adalah 163 ribu jiwa. Dengan demikian, lansia yang sudah divaksin sekitar 65 ribu jiwa. Secara global, saat ini capaian vaksinasi sudah 65 persen atau mencapai 1,3 juta jiwa.

Sanusi menekankan terus menyiapkan formula agar pada evaluasi ke depan sudah menjadi level 2. “Saat ini kita sedang membahas tentang bagaimana bisa turun level menjadi level 1,” imbuhnya.

Salah satu yang dia tekankan adalah proses input data penerima vaksin tidak sampai terlambat. Sehingga pemerintah juga bisa mengetahui capaian real time pada saat memberlakukan levelisasi di Kabupaten Malang.

Sanusi mengakui bahwa beban para tenaga kesehatan (nakes) saat ini memang berat. Dalam sehari, mereka ditarget menyuntikkan vaksin terhadap 20 ribu orang. Dengan tingginya target tersebut, Sanusi tidak menutup mata jika vaksinator menemui kendala di lapangan.

“Namun ketika ada persoalan, kami segera bahas. Kemudian kami carikan jalan keluarnya,” kata politikus PDIP itu.

Sanusi optimistis hingga kini percepatan vaksinasi bisa dilakukan. Sebab ketersediaan vaksin terus dipenuhi oleh pemerintah pusat. Tenaga pembantu atau relawan vaksinasi juga terus ditambah. Akhir Desember depan pihaknya yakin bisa menyelesaikan target penyuntikkan 2 juta dosis untuk warga Kabupaten Malang. “Jadi kami optimistis bisa turun level,” pungkas Sanusi.

Senada dengan Sanusi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya sempat menemui kendala terkait entry data penerima vaksin lansia.

Namun dia mengatakan, kendala tersebut sudah tertangani. Pihaknya menyebut beberapa pihak, baik dari pemkab, TNI, dan Polri yang terus mendorong percepatan vaksinasi lansia. Caranya dengan metode door to door atau datang langsung ke rumah yang bersangkutan.

“Jadi untuk lansia, kami banyak melakukan vaksinasi door to door. Para lansia ini rata-rata kesusahan kalau harus datang ke tempat vaksinasi. Makanya kami jemput bola,” ucapnya.

Menurutnya, Kabupaten Malang seharusnya sudah layak untuk turun level menjadi level 2. Sebab tingkat sebaran kasus Covid-19 di Bumi Kanjuruhan sudah sangat rendah. Kasus baru, selalu di bawah angka 10 selama sepuluh hari terakhir.

“Dalam seminggu ini, angka konfirmasi baru sudah rendah. Terbanyak, sehari ada 6 penderita baru. Sedang yang terendah itu hanya ada 2 kasus,” ucapnya.

Dia menyebutkan, angka kasus aktif di Bumi Kanjuruhan juga terus mengalami penurunan. Saat ini tempat isolasi terpusat (isoter) di Bumi Kanjuruhan sudah tidak lagi berpenghuni. “Angka kasus aktif tinggal 48 orang. Rata-rata dirawat di rumah sakit yang menangani Covid-19,” pungkasnya. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/