alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Sudah Ready, 82 Ribu Dosis Vaksin Moderna Jatah Kabupaten Malang

MALANG – Sebanyak 82.000 vaksin Moderna segera diberikan kepada nakes dan juga masyarakat umum warga Kabupaten Malang. Saat ini, vaksin produksi AS tersebut disimpan di cold storage kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menyatakan sebagian di antara 82.000 dosis vaksin tersebut akan disuntikkan kepada nakes. “Ada sekitar 25 persen atau dua ribuan nakes nantinya akan di suntik vaksin Moderna dosis tiga. Kemudian sisanya untuk masyarakat umum dosis satu dan dua,” tutur Arbani, Selasa (24/8).

Menurut Arbani, vaksin ini akan disuntikkan sebanyak dua kali dengan jarak dari suntikkan pertama selama empat minggu. Penyuntikan akan dilakukan oleh Rumah Sakit, Puskesmas, dan bersama Polri.

“Untuk di fasilitas kesehatan kami batasi, karena rantai dingin vaksin Moderna harus lebih terjaga. Beda dengan Sinovac yang rantai dinginnya boleh delapan derajat,” tuturnya.

Dokter gigi ini juga menambahkan, vaksin Moderna teruji memiliki efektivitas yang tinggi, yakni mencapai 89-90 persen. Oleh karena itu, setelah masyarakat menerima vaksin akan diberi obat pendamping. “Setelah vaksin akan diberi obat pereda nyeri,” katanya.

Tak lupa, dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah tervaksin. “Meski sudah divaksin harapannya jika terpapar tidak sampai sakit parah, sehingga terhindar dari resiko kematian,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Sebanyak 82.000 vaksin Moderna segera diberikan kepada nakes dan juga masyarakat umum warga Kabupaten Malang. Saat ini, vaksin produksi AS tersebut disimpan di cold storage kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menyatakan sebagian di antara 82.000 dosis vaksin tersebut akan disuntikkan kepada nakes. “Ada sekitar 25 persen atau dua ribuan nakes nantinya akan di suntik vaksin Moderna dosis tiga. Kemudian sisanya untuk masyarakat umum dosis satu dan dua,” tutur Arbani, Selasa (24/8).

Menurut Arbani, vaksin ini akan disuntikkan sebanyak dua kali dengan jarak dari suntikkan pertama selama empat minggu. Penyuntikan akan dilakukan oleh Rumah Sakit, Puskesmas, dan bersama Polri.

“Untuk di fasilitas kesehatan kami batasi, karena rantai dingin vaksin Moderna harus lebih terjaga. Beda dengan Sinovac yang rantai dinginnya boleh delapan derajat,” tuturnya.

Dokter gigi ini juga menambahkan, vaksin Moderna teruji memiliki efektivitas yang tinggi, yakni mencapai 89-90 persen. Oleh karena itu, setelah masyarakat menerima vaksin akan diberi obat pendamping. “Setelah vaksin akan diberi obat pereda nyeri,” katanya.

Tak lupa, dia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah tervaksin. “Meski sudah divaksin harapannya jika terpapar tidak sampai sakit parah, sehingga terhindar dari resiko kematian,” tutupnya.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/