alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Pendakwah Sugi Nur Ditangkap di Malang

MALANG – Sugi Nur Raharja, pendakwah yang akrab disapa Gus Nur ditangkap di Malang, Sabtu (24/10) dini hari. Ia ditangkap Bareskrim Polri atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan penghinaan.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Malang, ia ditangkap di sebuah rumah di Pakis, Kabupaten Malang pukul 00.00 WIB. Penangkapan tersebut, didasari unggahan akun YouTube Munjiat Channel pada 16 Oktober 2020.

“Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan,” tutur Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Sebelumnya, pendakwah kontroversial ini dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdatul Ulama (NU) cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.

Azis menyebut Gus Nur bukan kali ini saja melontarkan ujaran kebencian terhadap NU.

“Bahwa Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama. Tidak hanya sekarang ini, tapi sebelum-sebelumnya juga Gus Nur sudah melakukan dan sering melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama,” sebut Azis.

Pewarta: Inifia

MALANG – Sugi Nur Raharja, pendakwah yang akrab disapa Gus Nur ditangkap di Malang, Sabtu (24/10) dini hari. Ia ditangkap Bareskrim Polri atas tuduhan menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan penghinaan.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Malang, ia ditangkap di sebuah rumah di Pakis, Kabupaten Malang pukul 00.00 WIB. Penangkapan tersebut, didasari unggahan akun YouTube Munjiat Channel pada 16 Oktober 2020.

“Tindak pidana menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas SARA dan penghinaan,” tutur Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Sebelumnya, pendakwah kontroversial ini dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdatul Ulama (NU) cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.

Azis menyebut Gus Nur bukan kali ini saja melontarkan ujaran kebencian terhadap NU.

“Bahwa Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama. Tidak hanya sekarang ini, tapi sebelum-sebelumnya juga Gus Nur sudah melakukan dan sering melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama,” sebut Azis.

Pewarta: Inifia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/