24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Langgar Perda, Puluhan Reklame Dibongkar

KEPANJEN – Penertiban reklame liar kembali digencarkan Satpol PP Kabupaten Malang. Tak hanya menyasar iklan outdoor tak berizin, aparat penegak perda juga menyasar reklame yang melanggar ketentuan lokasi.

Seperti dalam razia yang digelar kemarin (23/11), total ada 24 reklame yang diturunkan paksa.

Penertiban dimulai pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Petugas disebar untuk menyisir sejumlah wilayah di Kecamatan Pakisaji, Kepanjen, Kromengan hingga Kecamatan Sumberpucung. “Penertiban ini sekaligus menjadi upaya menyadarkan masyarakat tentang wajib pajak. Supaya ingat kewajibannya untuk berkontribusi terhadap pemasukan daerah,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.

Menurut Mando, tim dari bidang penegakan perda ini bergerak menyasar reklame permanen di sejumlah ruas jalan. Termasuk reklame yang membahayakan pengguna jalan umum. ”Reklame seperti di dekat lampu merah atau di dekat rambu petunjuk arah juga ikut kami tertibkan,” lanjut dia.

Dari puluhan reklame yang ditertibkan tersebut, semuanya melanggar Perda nomor 5 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Reklame. “ Tetapi banyak para pemilik tak menghiraukan aturan itu. Ada juga yang tidak memperpanjang izin penayangan,” kata dia.

Mando juga mengimbau pemasang reklame yang sudah habis masa waktunya untuk melakukan perpanjangan atau penurunan sebelum diturunkan paksa oleh Satpol PP Kabupaten Malang. “Jadi pahami juga aturan yang ada dalam perda saat memasang reklame,” terangnya. (nif/nay)

KEPANJEN – Penertiban reklame liar kembali digencarkan Satpol PP Kabupaten Malang. Tak hanya menyasar iklan outdoor tak berizin, aparat penegak perda juga menyasar reklame yang melanggar ketentuan lokasi.

Seperti dalam razia yang digelar kemarin (23/11), total ada 24 reklame yang diturunkan paksa.

Penertiban dimulai pukul 08.00 WIB hingga siang hari. Petugas disebar untuk menyisir sejumlah wilayah di Kecamatan Pakisaji, Kepanjen, Kromengan hingga Kecamatan Sumberpucung. “Penertiban ini sekaligus menjadi upaya menyadarkan masyarakat tentang wajib pajak. Supaya ingat kewajibannya untuk berkontribusi terhadap pemasukan daerah,” ujar Kasatpol PP Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.

Menurut Mando, tim dari bidang penegakan perda ini bergerak menyasar reklame permanen di sejumlah ruas jalan. Termasuk reklame yang membahayakan pengguna jalan umum. ”Reklame seperti di dekat lampu merah atau di dekat rambu petunjuk arah juga ikut kami tertibkan,” lanjut dia.

Dari puluhan reklame yang ditertibkan tersebut, semuanya melanggar Perda nomor 5 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Reklame. “ Tetapi banyak para pemilik tak menghiraukan aturan itu. Ada juga yang tidak memperpanjang izin penayangan,” kata dia.

Mando juga mengimbau pemasang reklame yang sudah habis masa waktunya untuk melakukan perpanjangan atau penurunan sebelum diturunkan paksa oleh Satpol PP Kabupaten Malang. “Jadi pahami juga aturan yang ada dalam perda saat memasang reklame,” terangnya. (nif/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/