alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Cappadocia, Wisata Baru di Malang

KARANGPLOSO – Tak perlu jauh-jauh pergi ke Eropa untuk bisa menikmati keindahan panorama dari balon udara. Jika tidak ada aral, Karangploso atau Karlos bakal mempunyai wisata balon udara ala Cappadocia di Turki.

Sebab, sudah ada investor yang berencana membangun Cappadocia. “Kami sedang menyiapkan lahannya. Lokasinya ada di perbatasan antara Karangploso, Malang dengan Kota Batu,” terang Moch Ilyas, investor sekaligus Owning Company Shanaya Resort yang bakal membangun wisata balon udara ala Cappadocia itu.

Ilyas mengaku sudah mempunyai lahan seluas 25 hektare. Masing-masing 20 hektare dan 5 hektare. Namun konsep wisatanya masih dipikirkan. ”Saya sempat terpikir balon udara seperti di Cappadocia, tapi mashi ada konsep lagi yang harus kami pikirkan,” katanya saat dijumpai di Shanaya Resort.

Yang pasti, lanjut Ilyas, dia tidak ingin kehadiran destinasi wisata anyar tersebut justru menjadi kompetitor destinasi wisata lain yang sudah ada di Malang Raya. “Tapi justru menjadi complement buat pariwisata yang sudah ada,” sambung Ilyas.

Lantas kapan planning itu akan dieksekusi? Ilyas mengatakan secepat-cepatnya bisa memulai pada tahun 2023 mendatang. Lokasi lahan yang berada di pinggir jalan raya diyakininya dapat menjaring wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Batu. “Lokasinya bukan yang harus masuk-masuk ke dalam. Jadi potensinya kalau dibuat pariwisata, saya yakin cukup prospektif lah,” terangnya.(iik/dan)

KARANGPLOSO – Tak perlu jauh-jauh pergi ke Eropa untuk bisa menikmati keindahan panorama dari balon udara. Jika tidak ada aral, Karangploso atau Karlos bakal mempunyai wisata balon udara ala Cappadocia di Turki.

Sebab, sudah ada investor yang berencana membangun Cappadocia. “Kami sedang menyiapkan lahannya. Lokasinya ada di perbatasan antara Karangploso, Malang dengan Kota Batu,” terang Moch Ilyas, investor sekaligus Owning Company Shanaya Resort yang bakal membangun wisata balon udara ala Cappadocia itu.

Ilyas mengaku sudah mempunyai lahan seluas 25 hektare. Masing-masing 20 hektare dan 5 hektare. Namun konsep wisatanya masih dipikirkan. ”Saya sempat terpikir balon udara seperti di Cappadocia, tapi mashi ada konsep lagi yang harus kami pikirkan,” katanya saat dijumpai di Shanaya Resort.

Yang pasti, lanjut Ilyas, dia tidak ingin kehadiran destinasi wisata anyar tersebut justru menjadi kompetitor destinasi wisata lain yang sudah ada di Malang Raya. “Tapi justru menjadi complement buat pariwisata yang sudah ada,” sambung Ilyas.

Lantas kapan planning itu akan dieksekusi? Ilyas mengatakan secepat-cepatnya bisa memulai pada tahun 2023 mendatang. Lokasi lahan yang berada di pinggir jalan raya diyakininya dapat menjaring wisatawan yang hendak berwisata ke Kota Batu. “Lokasinya bukan yang harus masuk-masuk ke dalam. Jadi potensinya kalau dibuat pariwisata, saya yakin cukup prospektif lah,” terangnya.(iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/