alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Ini Kendala Pedagang Tempati Pasar Sumedang

KEPANJEN – Selangkah lagi, bangunan baru Pasar Sumedang bisa dioperasikan. Para pedagang yang selama ini berada di pasar penampungan sementara (PPS), bisa berjualan lagi di gedung mewah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma memprediksi, para pedagang sudah bisa menempati pasar di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. “Kami sudah bersurat kepada disperindag (dinas perindustrian dan perdagangan) terkait kesediaan menerima aset (Pasar Sumedang),” kata Oong-sapaan akrabnya.

Pasca melayangkan permintaan tersebut, selanjutnya DPKPCK bakal menunggu berita acara dari dinas terkait. “Setelah ditindaklanjuti untuk membuat surat kesediaan menerima, baru kami proses serah terimanya,” tambah Oong.

Meski demikian, katanya, masih ada beberapa pengerjaan fisik yang menjadi tanggung jawab mereka. Di antaranya pembangunan lahan parkir serta pagar di Pasar Sumedang.

Untuk melaksanakan pembangunan tersebut, para pedagang harus masuk dulu ke bangunan baru. “Karena lahan parkir yang akan kami bangun tempatnya berada di lahan relokasi yang sekarang masih digunakan pedagang untuk berjualan sementara,” beber pria berkacamata itu.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Sumedang sejak tahun 2017 lalu telah menelan anggaran lebih Rp 40 miliar. Selain dari APBD, pembangunan pasar tersebut juga didanai dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema terkait pemanfaatan Pasar Sumedang. Selain menjadi pasar rakyat, gedung dua lantai itu juga diwacanakan untuk sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ke depan, pemkab merencanakan untuk membangun galeri UMKM dengan skala kabupaten di Kepanjen. “Kalau di kota ada mal, maka untuk mengimbanginya kami berinisiatif membangun pusat perdagangan di lokasi strategis,” jelas Wahyu. Lokasinya bisa berdiri secara mandiri, atau terintegrasi dengan gedung yang sudah ada. Seperti Kepanjen Convention Center (KCC) atau juga terintegrasi dengan Pasar Sumedang. (iik/dan)

KEPANJEN – Selangkah lagi, bangunan baru Pasar Sumedang bisa dioperasikan. Para pedagang yang selama ini berada di pasar penampungan sementara (PPS), bisa berjualan lagi di gedung mewah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma memprediksi, para pedagang sudah bisa menempati pasar di Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen. “Kami sudah bersurat kepada disperindag (dinas perindustrian dan perdagangan) terkait kesediaan menerima aset (Pasar Sumedang),” kata Oong-sapaan akrabnya.

Pasca melayangkan permintaan tersebut, selanjutnya DPKPCK bakal menunggu berita acara dari dinas terkait. “Setelah ditindaklanjuti untuk membuat surat kesediaan menerima, baru kami proses serah terimanya,” tambah Oong.

Meski demikian, katanya, masih ada beberapa pengerjaan fisik yang menjadi tanggung jawab mereka. Di antaranya pembangunan lahan parkir serta pagar di Pasar Sumedang.

Untuk melaksanakan pembangunan tersebut, para pedagang harus masuk dulu ke bangunan baru. “Karena lahan parkir yang akan kami bangun tempatnya berada di lahan relokasi yang sekarang masih digunakan pedagang untuk berjualan sementara,” beber pria berkacamata itu.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Sumedang sejak tahun 2017 lalu telah menelan anggaran lebih Rp 40 miliar. Selain dari APBD, pembangunan pasar tersebut juga didanai dari anggaran pendapatan dan belanja nasional (APBN).

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan skema terkait pemanfaatan Pasar Sumedang. Selain menjadi pasar rakyat, gedung dua lantai itu juga diwacanakan untuk sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ke depan, pemkab merencanakan untuk membangun galeri UMKM dengan skala kabupaten di Kepanjen. “Kalau di kota ada mal, maka untuk mengimbanginya kami berinisiatif membangun pusat perdagangan di lokasi strategis,” jelas Wahyu. Lokasinya bisa berdiri secara mandiri, atau terintegrasi dengan gedung yang sudah ada. Seperti Kepanjen Convention Center (KCC) atau juga terintegrasi dengan Pasar Sumedang. (iik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/