alexametrics
22.7 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Laka Laut 5 Wisatawan Pantai Batu Bengkung, Malang Terseret Ombak

Kejar Momen Matahari Terbit Yang Berujung Tragis

MALANG – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitulah yang dialami rombongan wisatawan asal Pacet, Mojokerto saat menikmati liburan di Pantai Wisata Batu Bengkung Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan hari ini (26/5). Karena dari 8 orang rombongan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, tiga di antaranya menjadi korban ikut terseret ombak.

Satu di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dua lainnya hingga sore ini masih dalam proses pencarian. Peristiwa rombongan pengunjung terseret ombak Pantai Batu Bengkung tersebut terjadi pagi tadi Rabu (26/5) pukul 06.30 WIB.

Bermula saat enam mahasiswa hendak mengambil foto sunrise atau matahari terbit di Gunung Batu Bengkung sekira pukul 06.00. Setelah puas berfoto ria, 3 orang dari mereka memutuskan turun untuk kembali ke tenda. Sementara 3 mahasiswa lainnya masih asyik menikmati momen matahari terbit sampai pukul 06.30.

Saat ketiganya turun untuk kembali ke tenda, tiba-tiba datang ombak besar menghempaskan ketiga mahasiswa itu. Sehingga ketiganya terseret ombak dan menjauh dari bibir pantai. Setelah kejadian ini dilaporkan oleh rekan korban, tim gabungan langsung melakukan pencarian.
“Korban yang terseret adalah Maulana Muhammad Ali Faridzi warga Kabupaten Indragiri Hulu, Azizah warga NTB dan Fikri warga Padang Sumatera Barat. Ketiga korban ini datang bersama 5 temannya yang sama-sama mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, Mojokerto,” terang Kanitgakkum Polair Polres Malang Ipda Yoni Pribadi.

Anggota rombongan mahasiswa lainnya adalah Irfan mahasiswa asal Deli Serdang, Firdana asal Kabupaten Konawe, Ira Aprilia Kartini asal Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, M Ridho Al Hafidz asal Riau dan Neneg asal Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku.

Setelah pencarian dilakukan, korban Azizah berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Menurut Yoni, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban lain yang masih hilang.
“Sementara daerah lokasi wisata Batu Bengkung ditutup total untuk memaksimalkan pencarian korban. Penutupan ini sampai ombak benar-benar surut,” tandasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitulah yang dialami rombongan wisatawan asal Pacet, Mojokerto saat menikmati liburan di Pantai Wisata Batu Bengkung Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan hari ini (26/5). Karena dari 8 orang rombongan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, tiga di antaranya menjadi korban ikut terseret ombak.

Satu di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dua lainnya hingga sore ini masih dalam proses pencarian. Peristiwa rombongan pengunjung terseret ombak Pantai Batu Bengkung tersebut terjadi pagi tadi Rabu (26/5) pukul 06.30 WIB.

Bermula saat enam mahasiswa hendak mengambil foto sunrise atau matahari terbit di Gunung Batu Bengkung sekira pukul 06.00. Setelah puas berfoto ria, 3 orang dari mereka memutuskan turun untuk kembali ke tenda. Sementara 3 mahasiswa lainnya masih asyik menikmati momen matahari terbit sampai pukul 06.30.

Saat ketiganya turun untuk kembali ke tenda, tiba-tiba datang ombak besar menghempaskan ketiga mahasiswa itu. Sehingga ketiganya terseret ombak dan menjauh dari bibir pantai. Setelah kejadian ini dilaporkan oleh rekan korban, tim gabungan langsung melakukan pencarian.
“Korban yang terseret adalah Maulana Muhammad Ali Faridzi warga Kabupaten Indragiri Hulu, Azizah warga NTB dan Fikri warga Padang Sumatera Barat. Ketiga korban ini datang bersama 5 temannya yang sama-sama mahasiswa Institut KH Abdul Chalim, Mojokerto,” terang Kanitgakkum Polair Polres Malang Ipda Yoni Pribadi.

Anggota rombongan mahasiswa lainnya adalah Irfan mahasiswa asal Deli Serdang, Firdana asal Kabupaten Konawe, Ira Aprilia Kartini asal Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku, M Ridho Al Hafidz asal Riau dan Neneg asal Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku.

Setelah pencarian dilakukan, korban Azizah berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Menurut Yoni, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap dua korban lain yang masih hilang.
“Sementara daerah lokasi wisata Batu Bengkung ditutup total untuk memaksimalkan pencarian korban. Penutupan ini sampai ombak benar-benar surut,” tandasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/