alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pemkab Siapkan Dana Khusus Isoter, Per Kecamatan sampai Rp 100 Juta

MALANG – Upaya mengoptimalkan fasilitas isolasi terpusat (isoter) terus dilakukan Pemkab Malang. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran khusus untuk isoter yang tersebar di 33 kecamatan. Masing-masing bakal dianggarkan bantuan senilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per isoter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengatakan, bantuan itu akan diambilkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT). ”Berdasarkan kesepakatan para camat, semua kecamatan dapat tambahan anggaran untuk Isoter,” ujar Wahyu kemarin.

Dengan bantuan tersebut, Wahyu berharap pihak kecamatan bisa melengkapi fasilitas yang dibutuhkan isoter. Selama ini pengembangan isoter bisa di-handle dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Namun begitu, Pemkab tidak ingin lepas tangan, sehingga tetap menggelontorkan BTT sebagai penunjang.

Mengenai besarannya, Wahyu menyebut nominal yang akan diterima masing-masing kecamatan berbeda. Namun di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. “Tapi, itu juga dilihat kebutuhannya. Kalau kebutuhannya tinggi, bisa jadi lebih (dari Rp 100 juta). Tinggi itu maksudnya seperti perkotaan atau pasien positifnya yang banyak,” tambah mantan kepala dinas perumahan kawasan permukiman dan cipta karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu.

Untuk mekanisme pengajuannya, lanjut Wahyu, kecamatan yang memerlukan bantuan dana bisa mengajukan anggaran ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Setelah diverifikasi dan dinyatakan layak oleh BKAD, maka dana tersebut akan langsung diberikan. “Mungkin perlu disertakan daftar kebutuhan anggarannya untuk diverifikasi,” terangnya. ”Jika sesuai dan disetujui, hari itu juga bisa langsung dicairkan,” tutur pejabat eselon II A Pemkab Malang.

Dia menegaskan, saat ini Pemkab Malang terus berupaya mengembangkan isoter di setiap kecamatan. Tujuannya agar para pasien yang sedang melakukan isoman bersedia diboyong ke isoter. Ketika sudah menempati isoter, diharapkan mereka betah. “Kalau semua pasien yang isoman ini sudah dipindah ke isoter, harapannya nanti penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang bisa melandai,” pungkas Wahyu.(rmc/fik/dan)

MALANG – Upaya mengoptimalkan fasilitas isolasi terpusat (isoter) terus dilakukan Pemkab Malang. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran khusus untuk isoter yang tersebar di 33 kecamatan. Masing-masing bakal dianggarkan bantuan senilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per isoter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengatakan, bantuan itu akan diambilkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT). ”Berdasarkan kesepakatan para camat, semua kecamatan dapat tambahan anggaran untuk Isoter,” ujar Wahyu kemarin.

Dengan bantuan tersebut, Wahyu berharap pihak kecamatan bisa melengkapi fasilitas yang dibutuhkan isoter. Selama ini pengembangan isoter bisa di-handle dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Namun begitu, Pemkab tidak ingin lepas tangan, sehingga tetap menggelontorkan BTT sebagai penunjang.

Mengenai besarannya, Wahyu menyebut nominal yang akan diterima masing-masing kecamatan berbeda. Namun di kisaran Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. “Tapi, itu juga dilihat kebutuhannya. Kalau kebutuhannya tinggi, bisa jadi lebih (dari Rp 100 juta). Tinggi itu maksudnya seperti perkotaan atau pasien positifnya yang banyak,” tambah mantan kepala dinas perumahan kawasan permukiman dan cipta karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu.

Untuk mekanisme pengajuannya, lanjut Wahyu, kecamatan yang memerlukan bantuan dana bisa mengajukan anggaran ke Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Setelah diverifikasi dan dinyatakan layak oleh BKAD, maka dana tersebut akan langsung diberikan. “Mungkin perlu disertakan daftar kebutuhan anggarannya untuk diverifikasi,” terangnya. ”Jika sesuai dan disetujui, hari itu juga bisa langsung dicairkan,” tutur pejabat eselon II A Pemkab Malang.

Dia menegaskan, saat ini Pemkab Malang terus berupaya mengembangkan isoter di setiap kecamatan. Tujuannya agar para pasien yang sedang melakukan isoman bersedia diboyong ke isoter. Ketika sudah menempati isoter, diharapkan mereka betah. “Kalau semua pasien yang isoman ini sudah dipindah ke isoter, harapannya nanti penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang bisa melandai,” pungkas Wahyu.(rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/