alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

PPKM Tak Pengaruhi Tangkapan Nelayan Malang Selatan

MALANG – Nelayan di Malang selatan sepertinya tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Sebab di masa PPKM seperti saat ini, hasil tangkapan ikan mereka masih normal. Dari total 14.600 ton yang ditargetkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang, sepuluh bulan ini realisasi tangkapannya sudah 90 persen atau 13.000 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengatakan, kemungkinan pada tutup buku akhir Desember depan target tangkapan ikan bisa surplus. Selain itu, hasil penjualan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) juga bagus. “Sehingga dengan begitu para nelayan bisa menambah banyak tangkapan mereka pada saat melaut,” ucapnya.

Berbeda dengan tahun 2020 lalu, kata dia, para nelayan sempat dilarang untuk melaut selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Imbasnya, pada tahun itu target yang ditentukan oleh Dinas Perikanan sulit terpenuhi. Saat ini meskipun ada PPKM, para nelayan tetap diizinkan untuk melaut.

Ke depan, dia berencana menambah lagi target tangkapan ikan yang ada di Bumi Kanjuruhan. Untuk itu, ada beberapa strategi yang dia terapkan. Yakni dengan memperluas pasar ekspor dan menambah tempat TPI.

“Kami juga berencana menambah TPI di beberapa titik di Kabupaten Malang. Dengan begitu, masyarakat juga lebih menjangkau apabila ingin membeli ikan tangkapan nelayan,” kata Victor.

Dia mengatakan, ada beberapa dampak positif yang dirasakan apabila target tangkapan ikan semakin meningkat. Yang pertama adalah kesejahteraan para nelayan akan semakin meningkat. Karena pendapatan mereka akan bertambah. Yang kedua, suplai makanan ikan sebagai pelengkap gizi akan semakin meningkat. “Selain meningkatkan perekonomian, ikan juga jadi salah satu sumber protein yang bisa mencegah terjadinya stunting. Namun begitu, juga tidak boleh sampai over stok,” pungkas Victor. (fik/dan/rmc)

MALANG – Nelayan di Malang selatan sepertinya tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19. Sebab di masa PPKM seperti saat ini, hasil tangkapan ikan mereka masih normal. Dari total 14.600 ton yang ditargetkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang, sepuluh bulan ini realisasi tangkapannya sudah 90 persen atau 13.000 ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengatakan, kemungkinan pada tutup buku akhir Desember depan target tangkapan ikan bisa surplus. Selain itu, hasil penjualan ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) juga bagus. “Sehingga dengan begitu para nelayan bisa menambah banyak tangkapan mereka pada saat melaut,” ucapnya.

Berbeda dengan tahun 2020 lalu, kata dia, para nelayan sempat dilarang untuk melaut selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Imbasnya, pada tahun itu target yang ditentukan oleh Dinas Perikanan sulit terpenuhi. Saat ini meskipun ada PPKM, para nelayan tetap diizinkan untuk melaut.

Ke depan, dia berencana menambah lagi target tangkapan ikan yang ada di Bumi Kanjuruhan. Untuk itu, ada beberapa strategi yang dia terapkan. Yakni dengan memperluas pasar ekspor dan menambah tempat TPI.

“Kami juga berencana menambah TPI di beberapa titik di Kabupaten Malang. Dengan begitu, masyarakat juga lebih menjangkau apabila ingin membeli ikan tangkapan nelayan,” kata Victor.

Dia mengatakan, ada beberapa dampak positif yang dirasakan apabila target tangkapan ikan semakin meningkat. Yang pertama adalah kesejahteraan para nelayan akan semakin meningkat. Karena pendapatan mereka akan bertambah. Yang kedua, suplai makanan ikan sebagai pelengkap gizi akan semakin meningkat. “Selain meningkatkan perekonomian, ikan juga jadi salah satu sumber protein yang bisa mencegah terjadinya stunting. Namun begitu, juga tidak boleh sampai over stok,” pungkas Victor. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/