alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Kondisi Terkini Korban yang Selamat dari Laka Maut Poncokusumo

MALANG – Beberapa jam setelah kejadian laka tunggal maut di Jalan Raya Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo kemarin (26/5) siang, para korban langsung dimakamkan. Sementara empat orang yang dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, terus menunjukkan kondisi yang membaik.

“Dapat kami pastikan tidak ada lagi korban jiwa karena setelah kami lihat tadi kondisinya sudah relatif stabil,” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam sesi konferensi pers di RSSA, tadi siang.

Hendri menyebut, berdasarkan keterangan dokter, ada juga korban kecelakaan yang harus menjalani operasi sehingga membutuhkan observasi lebih lanjut. Hingga saat ini, korban kecelakaan yang telah dioperasi itu sudah kembaliu ke ruang perawatan untuk menjalani observasi.

Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat ini juga mengungkapkan bahwa rata-rata luka korban merupakan patah tulang. “Rata-rata mengalami luka patah di bagian dalam sehingga diperlukan tindakan operasi. Korban lain mengalami luka yang tidak terlalu parah, sehingga yang dibutuhkan hanya beristirahat,” terang dia.

Sementara itu, Kapolsek Tumpang, Iptu Bagus Wijarnako pada Kamis (27/5) pagi menyebut. Korban meninggal telah dimakamkan Rabu (26/5) malam. “Untuk delapan korban sudah kami makamkan sejak semalam (Rabu),” terangnya. Prosesi pemakaman sendiri sudah berjalan sejak pukul 17.30 hingga 19.00 dengan menyesuaikan alamat TPU dan tempat tinggal para korban. “Ada yang di TPU Kebonsari ada juga di TPU Tumpang,” imbuhnya.

Para korban yang telah dimakamkan antara lain: Sumiati, 59, Tuni, 59, Anik Andriayani, 56, Luluk Herwawati, 55, Atik Rositah, 51, inisial DAC, 8, dan Elisa Wiji Utami, 44, kesemuanya warga Ledoksari Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang. Namun demikian ada satu orang yang dimakamkan di Kecamatan Donomulyo. “Kalau korban terakhir atau ke delapan ini inisial K, 7. Infonya dimakamkan di Donomulyo,” ujar mantan Kasubbaghumas Polres Malang itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG – Beberapa jam setelah kejadian laka tunggal maut di Jalan Raya Simpar, Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo kemarin (26/5) siang, para korban langsung dimakamkan. Sementara empat orang yang dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, terus menunjukkan kondisi yang membaik.

“Dapat kami pastikan tidak ada lagi korban jiwa karena setelah kami lihat tadi kondisinya sudah relatif stabil,” terang Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam sesi konferensi pers di RSSA, tadi siang.

Hendri menyebut, berdasarkan keterangan dokter, ada juga korban kecelakaan yang harus menjalani operasi sehingga membutuhkan observasi lebih lanjut. Hingga saat ini, korban kecelakaan yang telah dioperasi itu sudah kembaliu ke ruang perawatan untuk menjalani observasi.

Pria kelahiran Solok, Sumatera Barat ini juga mengungkapkan bahwa rata-rata luka korban merupakan patah tulang. “Rata-rata mengalami luka patah di bagian dalam sehingga diperlukan tindakan operasi. Korban lain mengalami luka yang tidak terlalu parah, sehingga yang dibutuhkan hanya beristirahat,” terang dia.

Sementara itu, Kapolsek Tumpang, Iptu Bagus Wijarnako pada Kamis (27/5) pagi menyebut. Korban meninggal telah dimakamkan Rabu (26/5) malam. “Untuk delapan korban sudah kami makamkan sejak semalam (Rabu),” terangnya. Prosesi pemakaman sendiri sudah berjalan sejak pukul 17.30 hingga 19.00 dengan menyesuaikan alamat TPU dan tempat tinggal para korban. “Ada yang di TPU Kebonsari ada juga di TPU Tumpang,” imbuhnya.

Para korban yang telah dimakamkan antara lain: Sumiati, 59, Tuni, 59, Anik Andriayani, 56, Luluk Herwawati, 55, Atik Rositah, 51, inisial DAC, 8, dan Elisa Wiji Utami, 44, kesemuanya warga Ledoksari Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang. Namun demikian ada satu orang yang dimakamkan di Kecamatan Donomulyo. “Kalau korban terakhir atau ke delapan ini inisial K, 7. Infonya dimakamkan di Donomulyo,” ujar mantan Kasubbaghumas Polres Malang itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/