alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Liburan Maut, 8 Jam, 2 Laka, 10 Korban Jiwa

MALANG – Kemarin (26/5) dalam kurun waktu 8 jam ada dua kecelakaan tragis yang terjadi di Kabupaten Malang. Bila ditotal, ada 10 korban jiwa dari dua kecelakaan tersebut. Lokasi pertama berada di Pantai Batu Bengkung yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.

Kecelakaan di sana bermula ketika sejumlah wisatawan hendak selfie di area Gunung Batu Bengkung sekitar pukul 06.00. Tiba-tiba ombak besar datang dan menyapu wisatawan. Dari catatan petugas, ada 6 orang yang terseret ombak.

Selang beberapa waktu kemudian, proses pencarian dilakukan. Hasilnya, 3 wisatawan berhasil ditemukan. Dua di antaranya ditemukan petugas dalam keadaan tak bernyawa, sementara satu wisatawan sisanya berada dalam kondisi kritis. Hingga kemarin petang 3 wisatawan lainnya masih belum ditemukan petugas.

Selang beberapa jam berikutnya, kecelakaan tragis juga terjadi di Jalan Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo. Sekitar pukul 13.00, sebuah mobil pikap Mitsubishi L-300 bernopol N 9610 BD menabrak sebuah pohon yang berada di kiri jalan.

Mobil pikap itu diketahui mengangkut 12 penumpang yang mayoritas merupakan warga Desa Ledoksari.Akibat kecelakaan itu, hingga kemarin malam petugas mencatat ada 8 orang yang meninggal dunia.

Mereka adalah Sumiati, 59; Tuni, 59; Anik Andriyani, 56; Luluk Hermawati, 55; Atik Rositah, 51; Dahayu Ainun Condro, 8; Elisa Wiji Utami, 44, dan Khansa, 7. ”Semuanya (korban meninggal dunia) sempat dibawa ke RS Sumber Sentosa Tumpang dan RSUD Dr Saiful Anwar Malang,” terang Kapolsek Poncokusumo AKP Sumarsono.

Sementara itu, 4 warga lainnya diketahui masih mendapat perawatan intensif di RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Termasuk di antaranya Mochamad Asim, 44, warga Ranupani, Lumajang, yang menjadi sopir mobil pikap tersebut. Sementara tiga warga lainnya yang juga mendapat perawatan yakni Istikomah, Reswan, dan Sutrisno.

Dari pengamatan petugas, Sumarsono menjelaskan bila kecelakaan tersebut bukan disebabkan rem blong seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dia menyebut bila sang sopir berada dalam keadaan mengantuk ketika berkendara. Sehingga kecelakaan tunggal dengan menabrak pohon di tepi jalan pun tak terhindarkan.

Mantan Kapolsek Pagak itu menambahkan, mayoritas korban meninggal dunia telah dimakamkan kemarin malam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang. Sementara itu, Agustian Niko Saputra, anak dari salah satu korban dalam laka tersebut, mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar buruk itu. Dia yang ditemui kemarin sore tampak sedih dan lesu ketika datang untuk menjemput mendiang ibunya.

”Kebetulan saya baru bangun tidur ketika dapat telepon untuk dikabari (kecelakaan) itu,” kata dia saat ditemui di kamar jenazah RSUD Dr Saiful Anwar Malang.

Kebetulan, 3 anggota keluarganya ikut dalam rombongan tersebut. ”Bapak, ibu, dan adik saya yang ikut. Ibu saya (Elisa) yang tidak selamat. Adik saya (Reswan) tidak apa-apa,” kata warga Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, itu. Sementara untuk ayahnya, Sutrisno, dia hanya mengaku mendapat kabar ada luka parah di bagian pinggang dan perut ayahnya.

Jawa Pos Radar Malang juga sempat mendatangi salah satu rumah duka korban atas nama Atik Rositah di Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang.

Beberapa jam pasca kejadian, Masjid Baitut Taqwa yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah duka tampak sudah penuh dengan puluhan warga. Mereka datang ke sana untuk bersiap ikut salat jenazah.

”Kebetulan tadi sempat ngobrol dengan tetangga, kabarnya mereka (rombongan) berangkat dengan dua mobil Jeep dan satu pikap,” terang salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya. Dari informasi yang diketahuinya, rombongan tersebut berangkat sekitar pukul 05.00.
Mayoritas orang dalam rombongan itu juga diketahui masih ada hubungan kerabat.

Perempuan berusia 49 tahun itu juga menceritakan bahwa pemakaman dilakukan selepas salat magrib. Dari sepengetahuannya, ada 6 korban yang dimakamkan di TPU Ledoksari dan satu dimakamkan di Donomulyo. ”Kalau tetangga saya yang meninggal ini adalah guru TK,” kata dia. (adn/ulf/c1/by/rmc)

MALANG – Kemarin (26/5) dalam kurun waktu 8 jam ada dua kecelakaan tragis yang terjadi di Kabupaten Malang. Bila ditotal, ada 10 korban jiwa dari dua kecelakaan tersebut. Lokasi pertama berada di Pantai Batu Bengkung yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.

Kecelakaan di sana bermula ketika sejumlah wisatawan hendak selfie di area Gunung Batu Bengkung sekitar pukul 06.00. Tiba-tiba ombak besar datang dan menyapu wisatawan. Dari catatan petugas, ada 6 orang yang terseret ombak.

Selang beberapa waktu kemudian, proses pencarian dilakukan. Hasilnya, 3 wisatawan berhasil ditemukan. Dua di antaranya ditemukan petugas dalam keadaan tak bernyawa, sementara satu wisatawan sisanya berada dalam kondisi kritis. Hingga kemarin petang 3 wisatawan lainnya masih belum ditemukan petugas.

Selang beberapa jam berikutnya, kecelakaan tragis juga terjadi di Jalan Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo. Sekitar pukul 13.00, sebuah mobil pikap Mitsubishi L-300 bernopol N 9610 BD menabrak sebuah pohon yang berada di kiri jalan.

Mobil pikap itu diketahui mengangkut 12 penumpang yang mayoritas merupakan warga Desa Ledoksari.Akibat kecelakaan itu, hingga kemarin malam petugas mencatat ada 8 orang yang meninggal dunia.

Mereka adalah Sumiati, 59; Tuni, 59; Anik Andriyani, 56; Luluk Hermawati, 55; Atik Rositah, 51; Dahayu Ainun Condro, 8; Elisa Wiji Utami, 44, dan Khansa, 7. ”Semuanya (korban meninggal dunia) sempat dibawa ke RS Sumber Sentosa Tumpang dan RSUD Dr Saiful Anwar Malang,” terang Kapolsek Poncokusumo AKP Sumarsono.

Sementara itu, 4 warga lainnya diketahui masih mendapat perawatan intensif di RSUD Dr Saiful Anwar Malang. Termasuk di antaranya Mochamad Asim, 44, warga Ranupani, Lumajang, yang menjadi sopir mobil pikap tersebut. Sementara tiga warga lainnya yang juga mendapat perawatan yakni Istikomah, Reswan, dan Sutrisno.

Dari pengamatan petugas, Sumarsono menjelaskan bila kecelakaan tersebut bukan disebabkan rem blong seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial. Dia menyebut bila sang sopir berada dalam keadaan mengantuk ketika berkendara. Sehingga kecelakaan tunggal dengan menabrak pohon di tepi jalan pun tak terhindarkan.

Mantan Kapolsek Pagak itu menambahkan, mayoritas korban meninggal dunia telah dimakamkan kemarin malam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang. Sementara itu, Agustian Niko Saputra, anak dari salah satu korban dalam laka tersebut, mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar buruk itu. Dia yang ditemui kemarin sore tampak sedih dan lesu ketika datang untuk menjemput mendiang ibunya.

”Kebetulan saya baru bangun tidur ketika dapat telepon untuk dikabari (kecelakaan) itu,” kata dia saat ditemui di kamar jenazah RSUD Dr Saiful Anwar Malang.

Kebetulan, 3 anggota keluarganya ikut dalam rombongan tersebut. ”Bapak, ibu, dan adik saya yang ikut. Ibu saya (Elisa) yang tidak selamat. Adik saya (Reswan) tidak apa-apa,” kata warga Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, itu. Sementara untuk ayahnya, Sutrisno, dia hanya mengaku mendapat kabar ada luka parah di bagian pinggang dan perut ayahnya.

Jawa Pos Radar Malang juga sempat mendatangi salah satu rumah duka korban atas nama Atik Rositah di Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang.

Beberapa jam pasca kejadian, Masjid Baitut Taqwa yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah duka tampak sudah penuh dengan puluhan warga. Mereka datang ke sana untuk bersiap ikut salat jenazah.

”Kebetulan tadi sempat ngobrol dengan tetangga, kabarnya mereka (rombongan) berangkat dengan dua mobil Jeep dan satu pikap,” terang salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya. Dari informasi yang diketahuinya, rombongan tersebut berangkat sekitar pukul 05.00.
Mayoritas orang dalam rombongan itu juga diketahui masih ada hubungan kerabat.

Perempuan berusia 49 tahun itu juga menceritakan bahwa pemakaman dilakukan selepas salat magrib. Dari sepengetahuannya, ada 6 korban yang dimakamkan di TPU Ledoksari dan satu dimakamkan di Donomulyo. ”Kalau tetangga saya yang meninggal ini adalah guru TK,” kata dia. (adn/ulf/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/