alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Akhirnya, 793 Calon “Tamu Allah” asal Malang Berangkat

KEPANJEN – Setelah tertunda dua sampai tiga tahun, akhirnya 793 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Malang diberangkatkan ke tanah suci. Kemarin (26/5), mereka dikumpulkan di Pendapa Agung Kabupaten Malang untuk menghadiri pembukaan manasik haji.

Sekitar pukul 07.00, para calon tamu Allah SWT itu berkumpul di pendapa agung. Dari pantauan wartawan koran ini, ratusan orang duduk bersila dan terbagi menjadi dua bagian. Mistikani, 60 asal warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen misalnya, dia sudah menanti masa haji ini selama belasan tahun. Seharusnya, dia bersama suaminya berangkat pada 2019 lalu. “Pada 2019 lalu, saya seharusnya berangkat bersama suami. Tapi karena ada suatu hal, terpaksa ditunda tahun 2020. Kemudian ada Covid-19, tertunda lagi. Akhirnya tahun ini dapat panggilan untuk berangkat,” ujar Mistikani di sela-sela acara.

”Suami saya meninggal dunia. Sekarang ini anak saya yang gantikan posisi kosong ini,” tambahnya.

Dia mengaku sudah 12 tahun menunggu keberangkatannya ke tanah suci. Karena itu, Mistikani bersyukur dengan kepastian keberangkatannya menuju Makkah. Informasi yang dihimpun koran ini, CJH yang bernasib seperti Mistikani ada banyak.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Mustain mengatakan, jamaah tertua berusia 64 tahun. “Tertua adalah usia 64 tahun lebih 10 bulan. Total CJH 793 orang,” kata Mustain.

Dia mengatakan, CJH sekarang sedang memulai manasik untuk persiapan. Sampai hari pemberangkatan, lanjutnya, calon haji tersebut akan melalui enam kali manasik. Kemudian, Kemenag RI bakal mengumumkan pembagian kloter (kelompok terbang). Petugas Kemenag di Malang juga bakal mengecek segala persiapan jamaah menuju tanah suci.

Setelah itu, mereka siap berangkat. Para CJH ini akan terbagi menjadi tiga kloter. Jadwal keberangkatannya berurutan, tanggal 10, 11, dan 12 Juni depan. “Sebenarnya, para CJH ini sudah manasik tahun 2020 lalu. Tetapi ini hanya penyegaran saja,” sambung pria yang berdomisili di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen itu.

Mustain menerangkan, keluarga dari CJH cukup mengantar sampai ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. Sebab, pemberangkatan jamaah akan dilakukan oleh Bupati Malang H M. Sanusi. Rencananya, orang nomor satu di Kabupaten Malang bakal mengantar di pos polisi Karanglo, Singosari.(fin/dan)

 

KEPANJEN – Setelah tertunda dua sampai tiga tahun, akhirnya 793 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Malang diberangkatkan ke tanah suci. Kemarin (26/5), mereka dikumpulkan di Pendapa Agung Kabupaten Malang untuk menghadiri pembukaan manasik haji.

Sekitar pukul 07.00, para calon tamu Allah SWT itu berkumpul di pendapa agung. Dari pantauan wartawan koran ini, ratusan orang duduk bersila dan terbagi menjadi dua bagian. Mistikani, 60 asal warga Desa Talangsuko, Kecamatan Turen misalnya, dia sudah menanti masa haji ini selama belasan tahun. Seharusnya, dia bersama suaminya berangkat pada 2019 lalu. “Pada 2019 lalu, saya seharusnya berangkat bersama suami. Tapi karena ada suatu hal, terpaksa ditunda tahun 2020. Kemudian ada Covid-19, tertunda lagi. Akhirnya tahun ini dapat panggilan untuk berangkat,” ujar Mistikani di sela-sela acara.

”Suami saya meninggal dunia. Sekarang ini anak saya yang gantikan posisi kosong ini,” tambahnya.

Dia mengaku sudah 12 tahun menunggu keberangkatannya ke tanah suci. Karena itu, Mistikani bersyukur dengan kepastian keberangkatannya menuju Makkah. Informasi yang dihimpun koran ini, CJH yang bernasib seperti Mistikani ada banyak.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang Mustain mengatakan, jamaah tertua berusia 64 tahun. “Tertua adalah usia 64 tahun lebih 10 bulan. Total CJH 793 orang,” kata Mustain.

Dia mengatakan, CJH sekarang sedang memulai manasik untuk persiapan. Sampai hari pemberangkatan, lanjutnya, calon haji tersebut akan melalui enam kali manasik. Kemudian, Kemenag RI bakal mengumumkan pembagian kloter (kelompok terbang). Petugas Kemenag di Malang juga bakal mengecek segala persiapan jamaah menuju tanah suci.

Setelah itu, mereka siap berangkat. Para CJH ini akan terbagi menjadi tiga kloter. Jadwal keberangkatannya berurutan, tanggal 10, 11, dan 12 Juni depan. “Sebenarnya, para CJH ini sudah manasik tahun 2020 lalu. Tetapi ini hanya penyegaran saja,” sambung pria yang berdomisili di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen itu.

Mustain menerangkan, keluarga dari CJH cukup mengantar sampai ke Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing. Sebab, pemberangkatan jamaah akan dilakukan oleh Bupati Malang H M. Sanusi. Rencananya, orang nomor satu di Kabupaten Malang bakal mengantar di pos polisi Karanglo, Singosari.(fin/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/