alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Wisata Belum Pulih, Target PAD Kabupaten Malang Sulit Dipenuhi

MALANG – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang dari sektor wisata, hotel, dan restoran masih lesu. Dari target Rp 312 miliar, pertengahan tahun ini baru terealisasi Rp 118 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Malang mengandalkan sektor wisata. ”Hingga saat ini kami masih menerima 36 persen atau sekitar Rp118 miliar dari target PAD yang sekitar Rp 312 miliar. Hal itu dikarenakan pendapatan dari pajak hotel dan hiburan minim karena ya pandemi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.

Made merinci, dari sektor hiburan dia ditarget Rp 7 miliar. Hingga kini baru terealisasi Rp 2 miliar. Jika mengacu pada tahun lalu, perubahan anggaran keuangan (PAK) ada pemangkasan target sekitar 50 persen, sehingga tahun ini diperkirakan bakal ada penyesuaian target lagi.

Jika ada penyesuaian, Made optimistis mampu mencapai target tersebut. ”Tentunya yang bisa diandalkan nanti adalah wisatawan musim libur panjang. Dan kami juga terus mempromosikan wisata yang kami punya,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus menggugah kesadaran pengelola wisata untuk membayar pajak. Made mengakui, beberapa pengelola sempat meminta keringanan pajak, namun tidak menolak. Alasan Made menolak permohonan keringanan pajak karena beban pajak selalu berbanding lurus dengan jumlah kunjungan. ”Kalau kunjungan yang masuk sedikit, ya mereka (pengusaha) bayar pajaknya sedikit juga,” kata Made.(rmc/fik/dan)

MALANG – Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang dari sektor wisata, hotel, dan restoran masih lesu. Dari target Rp 312 miliar, pertengahan tahun ini baru terealisasi Rp 118 miliar.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Malang mengandalkan sektor wisata. ”Hingga saat ini kami masih menerima 36 persen atau sekitar Rp118 miliar dari target PAD yang sekitar Rp 312 miliar. Hal itu dikarenakan pendapatan dari pajak hotel dan hiburan minim karena ya pandemi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.

Made merinci, dari sektor hiburan dia ditarget Rp 7 miliar. Hingga kini baru terealisasi Rp 2 miliar. Jika mengacu pada tahun lalu, perubahan anggaran keuangan (PAK) ada pemangkasan target sekitar 50 persen, sehingga tahun ini diperkirakan bakal ada penyesuaian target lagi.

Jika ada penyesuaian, Made optimistis mampu mencapai target tersebut. ”Tentunya yang bisa diandalkan nanti adalah wisatawan musim libur panjang. Dan kami juga terus mempromosikan wisata yang kami punya,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga akan terus menggugah kesadaran pengelola wisata untuk membayar pajak. Made mengakui, beberapa pengelola sempat meminta keringanan pajak, namun tidak menolak. Alasan Made menolak permohonan keringanan pajak karena beban pajak selalu berbanding lurus dengan jumlah kunjungan. ”Kalau kunjungan yang masuk sedikit, ya mereka (pengusaha) bayar pajaknya sedikit juga,” kata Made.(rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/