alexametrics
27.9 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Polres Malang Ancam Penjual Migor di Atas HET

KEPANJEN – Ini bisa menjadi peringatan bagi distributor maupun pedagang minyak goreng (migor) curah di pasaran. Jika tidak ingin berurusan dengan polisi, jangan sekali-kali memasarkan migor bersubsidi dengan harga tinggi.

Sebab, Polres Malang bersama Pemkab Malang dan Kodim 0818 wilayah Kabupaten Malang-Batu rutin memantau harga migor curah bersubsidi di pasaran. Kemarin (27/5), tim gabungan dari Polres Malang, dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) Kabupaten Malang, serta Kodim 0818 melakukan pemantauan migor di sejumlah pasar tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus memantau pendistribusian migor curah di wilayah Kabupaten Malang. Jika ditemukan pedagang atau distributor menjual migor curah bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET), pihaknya akan menindak.

”Jika tidak sesuai HET, siap-siap saja,” kata Ferli. ”Selain itu, juga mengetahui ketersediaan minyak,” tambah perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Dari hasil pemantauan kemarin (27/5), Ferli tidak menemukan penjualan minyak goreng curah bersubdisi di atas HET. Untuk diketahui, pemerintah sudah menetapkan HET Rp 15.500 per liter untuk migor curah bersubsidi.

Hasil pengecekan di beberapa pasar di Kecamatan Pakis misalnya, Ferli menyebut bahwa migor curah bersubsidi di sana terjual dengan harga Rp 14.500 per liter. “Konsumen dapat membeli harga sesuai HET yaitu antara Rp 14.500 per liter atau Rp 15.500 per kilogramnya,” ucap dia.

Disinggung mengenai ketersediaan minyak, dia menyebut masih relatif normal. “Ketersediaan minyak goreng curah subsidi di Kabupaten Malang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Diimbau kepada distributor dan pedagang agar tidak menyalahi aturan dengan menjual di atas HET, apabila ditemukan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.(nif/dan)

KEPANJEN – Ini bisa menjadi peringatan bagi distributor maupun pedagang minyak goreng (migor) curah di pasaran. Jika tidak ingin berurusan dengan polisi, jangan sekali-kali memasarkan migor bersubsidi dengan harga tinggi.

Sebab, Polres Malang bersama Pemkab Malang dan Kodim 0818 wilayah Kabupaten Malang-Batu rutin memantau harga migor curah bersubsidi di pasaran. Kemarin (27/5), tim gabungan dari Polres Malang, dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) Kabupaten Malang, serta Kodim 0818 melakukan pemantauan migor di sejumlah pasar tradisional.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus memantau pendistribusian migor curah di wilayah Kabupaten Malang. Jika ditemukan pedagang atau distributor menjual migor curah bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET), pihaknya akan menindak.

”Jika tidak sesuai HET, siap-siap saja,” kata Ferli. ”Selain itu, juga mengetahui ketersediaan minyak,” tambah perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu.

Dari hasil pemantauan kemarin (27/5), Ferli tidak menemukan penjualan minyak goreng curah bersubdisi di atas HET. Untuk diketahui, pemerintah sudah menetapkan HET Rp 15.500 per liter untuk migor curah bersubsidi.

Hasil pengecekan di beberapa pasar di Kecamatan Pakis misalnya, Ferli menyebut bahwa migor curah bersubsidi di sana terjual dengan harga Rp 14.500 per liter. “Konsumen dapat membeli harga sesuai HET yaitu antara Rp 14.500 per liter atau Rp 15.500 per kilogramnya,” ucap dia.

Disinggung mengenai ketersediaan minyak, dia menyebut masih relatif normal. “Ketersediaan minyak goreng curah subsidi di Kabupaten Malang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Diimbau kepada distributor dan pedagang agar tidak menyalahi aturan dengan menjual di atas HET, apabila ditemukan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.(nif/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/