alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tahun Ini, Pemkab Malang Tambah 2081 Guru

MALANG – Krisis guru di Kabupaten Malang bakal sedikit ”terobati”. Sebab, tahun ini Bumi Kanjuruhan bakal mendapat tambahan sekitar 2.081 guru. Itu jika seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) terealisasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah mengatakan, jumlah tersebut telah disetujui oleh pemerintah pusat. Selain kuota untuk PPPK, Nurman mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendapat jatah kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS)–kini disebut aparatur sipil negara (ASN). Jika dibanding formasi lainnya, Nurman menyebut formasi untuk guru paling besar.

”Ya, karena wilayah kabupaten ini terluas kedua setelah Banyuwangi,” bebernya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 809 yang diterima pemkab, total kuota formasi CPNS dan PPPK mencapai 2.560 kursi. Rinciannya, 2.206 formasi untuk PPPK dan 354 formasi untuk CPNS. Untuk PPPK, bakal dibagi ke dalam 3 formasi, yakni 2.081 formasi untuk posisi guru, 124 untuk tenaga kesehatan, dan satu untuk tenaga teknis.

”Sedangkan formasi CPNS yang sebanyak 354 kursi itu, 239 kursi di antaranya untuk tenaga kesehatan. Sisanya 115 formasi untuk tenaga teknis,” paparnya.

Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu merencanakan, formasi guru bakal disebar merata di 33 kecamatan. Itu tak terlepas demi memajukan kualitas pendidikan. Terkait kapan detail pelaksanaan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Namun, dia berharap kepada calon guru dapat memanfaatkan kesempatan ini.

Hal senada juga diucapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardjono kemarin (27/6). Seleksi PPPK untuk formasi guru diyakini bakal menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Meski begitu, dia menyebut jumlah tersebut belum menutupi semua kekurangan guru. Sebab, dia mengatakan, kekurangan guru di Kabupaten Malang mencapai 4.000 guru.

”Setidaknya jumlah formasi (2.081) mampu mengisi kekosongan yang ada,” ungkapnya.

Untuk pemerataan guru di wilayahnya, Rachmat bakal berkoordinasi dengan kepala BKPSDM Kabupaten Malang. Itu dia lakukan supaya dapat memetakan kondisi krisis guru di masing-masing kecamatan.

Terkait wilayah mana yang mengalami kekurangan guru terbanyak, Rachmat belum bisa memastikannya. Namun, dia beranggapan bahwa hampir seluruh wilayah Kabupaten Malang kekurangan guru. Untuk itu, dia berharap seleksi CPNS-PPPK menjadi momen meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab, pandemi Covid-19 yang belum usai juga mengakibatkan pendidikan di Kabupaten Malang terdampak.

Sehingga, perlu adanya inovasi dari guru untuk memberi kemudahan dalam proses belajar mengajar (PBM). Rachmat optimistis, jumlah formasi yang disediakan mampu menjawab permasalahan di atas. ”Semoga calon guru yang mendaftar dapat memberikan kontribusi nyatanya,” tandasnya. (adn/c1/dan)

MALANG – Krisis guru di Kabupaten Malang bakal sedikit ”terobati”. Sebab, tahun ini Bumi Kanjuruhan bakal mendapat tambahan sekitar 2.081 guru. Itu jika seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) terealisasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah mengatakan, jumlah tersebut telah disetujui oleh pemerintah pusat. Selain kuota untuk PPPK, Nurman mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendapat jatah kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS)–kini disebut aparatur sipil negara (ASN). Jika dibanding formasi lainnya, Nurman menyebut formasi untuk guru paling besar.

”Ya, karena wilayah kabupaten ini terluas kedua setelah Banyuwangi,” bebernya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 809 yang diterima pemkab, total kuota formasi CPNS dan PPPK mencapai 2.560 kursi. Rinciannya, 2.206 formasi untuk PPPK dan 354 formasi untuk CPNS. Untuk PPPK, bakal dibagi ke dalam 3 formasi, yakni 2.081 formasi untuk posisi guru, 124 untuk tenaga kesehatan, dan satu untuk tenaga teknis.

”Sedangkan formasi CPNS yang sebanyak 354 kursi itu, 239 kursi di antaranya untuk tenaga kesehatan. Sisanya 115 formasi untuk tenaga teknis,” paparnya.

Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu merencanakan, formasi guru bakal disebar merata di 33 kecamatan. Itu tak terlepas demi memajukan kualitas pendidikan. Terkait kapan detail pelaksanaan, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Namun, dia berharap kepada calon guru dapat memanfaatkan kesempatan ini.

Hal senada juga diucapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardjono kemarin (27/6). Seleksi PPPK untuk formasi guru diyakini bakal menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Meski begitu, dia menyebut jumlah tersebut belum menutupi semua kekurangan guru. Sebab, dia mengatakan, kekurangan guru di Kabupaten Malang mencapai 4.000 guru.

”Setidaknya jumlah formasi (2.081) mampu mengisi kekosongan yang ada,” ungkapnya.

Untuk pemerataan guru di wilayahnya, Rachmat bakal berkoordinasi dengan kepala BKPSDM Kabupaten Malang. Itu dia lakukan supaya dapat memetakan kondisi krisis guru di masing-masing kecamatan.

Terkait wilayah mana yang mengalami kekurangan guru terbanyak, Rachmat belum bisa memastikannya. Namun, dia beranggapan bahwa hampir seluruh wilayah Kabupaten Malang kekurangan guru. Untuk itu, dia berharap seleksi CPNS-PPPK menjadi momen meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab, pandemi Covid-19 yang belum usai juga mengakibatkan pendidikan di Kabupaten Malang terdampak.

Sehingga, perlu adanya inovasi dari guru untuk memberi kemudahan dalam proses belajar mengajar (PBM). Rachmat optimistis, jumlah formasi yang disediakan mampu menjawab permasalahan di atas. ”Semoga calon guru yang mendaftar dapat memberikan kontribusi nyatanya,” tandasnya. (adn/c1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/