alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Pemkab Malang Geber 20 Ribu Dosis Vaksin Per Hari, Begini Skemanya

MALANG – Pemkab Malang terus mengencarkan vaksinasi agar bisa menjangkau lebih banyak warganya. Skema baru pun dibuat. Yakni dengan secara langsung mendistribusikan seluruh vaksin yang datang ke semua fasilitas kesehatan (faskes).

Menurut Bupati Malang Sanusi, selama ini dinas kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang tidak langsung mendistribusikan semua vaksin. Ketika datang kiriman dari pemerintah pusat maupun dari Pemprov Jatim, katanya, vaksin tersebut dipilah terlebih dahulu.

Sebagian didistribusikan ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Kemudian sebagian disimpan untuk persiapan penyuntikan dosis kedua. Sanusi menegaskan, cara tersebut tidak akan dipakai lagi. ”Berdasarkan hasil kesepakatan, nanti setiap vaksin yang datang akan langsung dihabiskan. Jadi tidak menyimpan untuk dosis kedua,” ujar Sanusi kemarin.

Lantas bagaimana dengan kebutuhan dosis kedua? Sanusi mengatakan, nanti akan disesuaikan dengan vaksin yang baru didistribusikan ke Kabupaten Malang. Dia yakin cara ini bakal mempercepat penuntasan vaksinasi.

Politikus PDI Perjuangan itu menerangkan, rendahnya tingkat vaksinasi di Bumi Kanjuruhan memang didasarkan pada beberapa hal. Pertama stok vaksin yang sangat terbatas, dan juga masih semrawutnya sistem penyebaran vaksin ke fasyankes. Sehingga hal ini akan diperbaiki. “Jadi nanti (vaksin) yang datang akan langsung dihabiskan. Dengan begitu, pusat juga akan cepat untuk memberi stok tambahan,” kata dia.

Pria asal Gondanglegi itu menyebut, mulai Senin depan, setiap puskesmas di Kabupaten Malang akan menggelar vaksinasi dengan target 500 dosis per hari. Karena ada 39 puskesmas, maka per harinya bisa menyuntikkan hampir 20 ribu dosis. “Dengan begitu, target menyuntikkan vaksin kepada 70 persen penduduk di Kabupaten Malang bisa segera tercapai,” pungkasnya.(rmc/fik/dan)

MALANG – Pemkab Malang terus mengencarkan vaksinasi agar bisa menjangkau lebih banyak warganya. Skema baru pun dibuat. Yakni dengan secara langsung mendistribusikan seluruh vaksin yang datang ke semua fasilitas kesehatan (faskes).

Menurut Bupati Malang Sanusi, selama ini dinas kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang tidak langsung mendistribusikan semua vaksin. Ketika datang kiriman dari pemerintah pusat maupun dari Pemprov Jatim, katanya, vaksin tersebut dipilah terlebih dahulu.

Sebagian didistribusikan ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). Kemudian sebagian disimpan untuk persiapan penyuntikan dosis kedua. Sanusi menegaskan, cara tersebut tidak akan dipakai lagi. ”Berdasarkan hasil kesepakatan, nanti setiap vaksin yang datang akan langsung dihabiskan. Jadi tidak menyimpan untuk dosis kedua,” ujar Sanusi kemarin.

Lantas bagaimana dengan kebutuhan dosis kedua? Sanusi mengatakan, nanti akan disesuaikan dengan vaksin yang baru didistribusikan ke Kabupaten Malang. Dia yakin cara ini bakal mempercepat penuntasan vaksinasi.

Politikus PDI Perjuangan itu menerangkan, rendahnya tingkat vaksinasi di Bumi Kanjuruhan memang didasarkan pada beberapa hal. Pertama stok vaksin yang sangat terbatas, dan juga masih semrawutnya sistem penyebaran vaksin ke fasyankes. Sehingga hal ini akan diperbaiki. “Jadi nanti (vaksin) yang datang akan langsung dihabiskan. Dengan begitu, pusat juga akan cepat untuk memberi stok tambahan,” kata dia.

Pria asal Gondanglegi itu menyebut, mulai Senin depan, setiap puskesmas di Kabupaten Malang akan menggelar vaksinasi dengan target 500 dosis per hari. Karena ada 39 puskesmas, maka per harinya bisa menyuntikkan hampir 20 ribu dosis. “Dengan begitu, target menyuntikkan vaksin kepada 70 persen penduduk di Kabupaten Malang bisa segera tercapai,” pungkasnya.(rmc/fik/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/