alexametrics
22.9 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Kampung Tangguh di Malang Ini Kembangkan Budidaya Lele Organik

MALANG – Inovasi yang dilakukan kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) yang satu ini tak biasa. Mereka mengembangkan lele organik. Selain diyakini lebih, peternak juga bisa panen lebih awal dengan hasil optimal.

Berawal dari Kampung Tangguh Covid-19, kini Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang bertransformasi menjadi pusat budi daya ikan lele. ”Jadi kami mengembangkan teknik budi daya ramah lingkungan,” kata Ketua Pokdakan Karangduren Permai (KDP) Fish Joko Nardi.

Dia mengklaim, lele organik yang dibudidayakan warga tersebut berbeda dengan lele yang ada di pasaran. ”Mulai dari cara budi daya, air, serta pakan yang diberikan tidak sama,” jelasnya. Dari segi pakan misalnya, Joko menuturkan bahwa lele organik tersebut diberi pakan dari olahan pabrikan yang mengandung banyak protein. ”Pemberian pakannya pun harus disiplin. Kadang saya sampai harus bangun tengah malam untuk memberi makan,” sambung Joko.

Sementara untuk air, Joko mengatakan bahwa air yang dia gunakan untuk budi daya tersebut memanfaatkan air sungai dan hujan. Selain itu, air kolam juga harus tetap dijaga suhunya supaya tetap stabil agar pH (keasaman) air tidak berubah. ”Di dalamnya juga kami masukkan probiotik dan vitamin yang diendapkan dulu,” terangnya.

Jika idealnya panen lele harus menunggu waktu hingga 90 hari, lele organik yang mereka budi dayakan bisa dipanen dalam 65 hari saja. ”Dari 6 kolam bisa menghasilkan sekitar 1 ton kalau kami panen dalam kurun waktu 90 hari,” tutur dia.

Joko menjelaskan, KDP Fish ini dibuat dengan tujuan sebagai penopang kampung tetap tangguh dan telah didukung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang serta bersinergi dengan perangkat desa. Dia berharap dengan budi daya lele ini, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. ”Jadi selain kebutuhan protein mayarakat terpenuhi, ke depannya kami juga ingin melakukan ekspansi dengan pengembangan anggota,” tandasnya. (rmc/ajh/c1/iik)

MALANG – Inovasi yang dilakukan kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) yang satu ini tak biasa. Mereka mengembangkan lele organik. Selain diyakini lebih, peternak juga bisa panen lebih awal dengan hasil optimal.

Berawal dari Kampung Tangguh Covid-19, kini Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang bertransformasi menjadi pusat budi daya ikan lele. ”Jadi kami mengembangkan teknik budi daya ramah lingkungan,” kata Ketua Pokdakan Karangduren Permai (KDP) Fish Joko Nardi.

Dia mengklaim, lele organik yang dibudidayakan warga tersebut berbeda dengan lele yang ada di pasaran. ”Mulai dari cara budi daya, air, serta pakan yang diberikan tidak sama,” jelasnya. Dari segi pakan misalnya, Joko menuturkan bahwa lele organik tersebut diberi pakan dari olahan pabrikan yang mengandung banyak protein. ”Pemberian pakannya pun harus disiplin. Kadang saya sampai harus bangun tengah malam untuk memberi makan,” sambung Joko.

Sementara untuk air, Joko mengatakan bahwa air yang dia gunakan untuk budi daya tersebut memanfaatkan air sungai dan hujan. Selain itu, air kolam juga harus tetap dijaga suhunya supaya tetap stabil agar pH (keasaman) air tidak berubah. ”Di dalamnya juga kami masukkan probiotik dan vitamin yang diendapkan dulu,” terangnya.

Jika idealnya panen lele harus menunggu waktu hingga 90 hari, lele organik yang mereka budi dayakan bisa dipanen dalam 65 hari saja. ”Dari 6 kolam bisa menghasilkan sekitar 1 ton kalau kami panen dalam kurun waktu 90 hari,” tutur dia.

Joko menjelaskan, KDP Fish ini dibuat dengan tujuan sebagai penopang kampung tetap tangguh dan telah didukung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang serta bersinergi dengan perangkat desa. Dia berharap dengan budi daya lele ini, warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. ”Jadi selain kebutuhan protein mayarakat terpenuhi, ke depannya kami juga ingin melakukan ekspansi dengan pengembangan anggota,” tandasnya. (rmc/ajh/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/