alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

BOR RS Covid Capai 90 Persen, Mensos Kirim 10 Tenda Darurat Ke Malang

MALANG – Kasus lonjakan Covid-19 dibeberapa daerah direspon cepat oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan mengirimkan tenda darurat untuk mengantisipasi apabila rumah sakit rujukan mengalami kondisi penuh. Di Malang, Mensos Risma mengirim 10 tenda darurat yang masing-masing mampu menampung 15 pasien positif Covid-19.

Tak terkecuali di Kabupaten Malang, Mensos RI asal Kediri ini telah mengirimkan 10 tenda darurat kepada Pemerintah Kabupaten Malang sebagai langkah antisipasi apabila RS rujukan telah penuh.

“Bantuan tenda nanti bisa dikirim, semoga malam ini sudah sampai di sini. Nanti saya kirim 10 tenda, kalau dibutuhkan baru dikeluarkan. Semoga tidak terisi, mudah-mudahan berhenti di sini,” ujar Risma saat berkunjung ke Desa Kanigoro dalam rangka Program Keluarga Harapan (PKH).

Politikus PDIP ini juga mengungkapkan tenda tersebut telah dikirim dari Jakarta menuju Malang, akan tetapi saat ini posisi tenda tersebut masih berada di Solo.

“Saat ini masih di Solo, kami sudah kirim kemarin dan semoga nanti malam sampai,” katanya.

Ia menambahkan, masing-masing tenda darurat memiliki kapasitas untuk merawat 15 orang pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, tenda-tenda tersebut sudah dalam proses pengiriman ke Kabupaten Malang.

Selain di Malang, Kementerian Sosial juga mengirimkan beberapa tenda di sejumlah daerah mulai dari Solo, Ngawi, dan Bekasi.

“Ngawi kemarin, kemudian Solo, lalu Bekasi sudah kami kirim. Kita cek lagi daerah lainnya,” tambahnya.

Tenda tersebut dikirimkan dengan tujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah. Sebab dia mengakui pergerakan virus varian Delta cukup membahayakan.

“Virus baru ini mengerikan, kemarin di Surabaya itu ada yang meninggal 70 sekian, tiap hari 50,” tambahnya.

Dia juga berpesan kepada Bupati Malang Sanusi, untuk segera menyosialisasikan
protokol kesehatan ke masyarakat supaya tidak ada pertambahan lagi.

“Varian Delta ini membahayakan sekali jadi kita harus berusaha mencegah supaya penularan ini berhenti. Pak Bupati Malang segera sosialisasikan ke masyarakat, karena mengerikan,” tutupnya.

Bupati Malang M Sanusi menambahkan, nantinya tenda darurat bantuan Kementerian Sosial akan ditempatkan di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Bantuan ini secara langsung telah menambah kapasitas rumah sakit penanganan COVID-19 sebanyak 150 tempat tidur. Saat ini, tingkat keterisian atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kabupaten Malang mencapai 90 persen.

“Tenda itu akan ditempatkan dirumah sakit yang melakukan penanganan COVID-19, mungkin di RS UMM, RSUD Kepanjen, RSUD Lawang dan juga di Waa Husada, dengan kapasitas per tenda 15 orang,” katanya.

Hingga saat ini, di wilayah Kabupaten Malang ada sebanyak 3.722 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 3.411 orang dilaporkan telah sembuh, 253 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Kasus lonjakan Covid-19 dibeberapa daerah direspon cepat oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan mengirimkan tenda darurat untuk mengantisipasi apabila rumah sakit rujukan mengalami kondisi penuh. Di Malang, Mensos Risma mengirim 10 tenda darurat yang masing-masing mampu menampung 15 pasien positif Covid-19.

Tak terkecuali di Kabupaten Malang, Mensos RI asal Kediri ini telah mengirimkan 10 tenda darurat kepada Pemerintah Kabupaten Malang sebagai langkah antisipasi apabila RS rujukan telah penuh.

“Bantuan tenda nanti bisa dikirim, semoga malam ini sudah sampai di sini. Nanti saya kirim 10 tenda, kalau dibutuhkan baru dikeluarkan. Semoga tidak terisi, mudah-mudahan berhenti di sini,” ujar Risma saat berkunjung ke Desa Kanigoro dalam rangka Program Keluarga Harapan (PKH).

Politikus PDIP ini juga mengungkapkan tenda tersebut telah dikirim dari Jakarta menuju Malang, akan tetapi saat ini posisi tenda tersebut masih berada di Solo.

“Saat ini masih di Solo, kami sudah kirim kemarin dan semoga nanti malam sampai,” katanya.

Ia menambahkan, masing-masing tenda darurat memiliki kapasitas untuk merawat 15 orang pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, tenda-tenda tersebut sudah dalam proses pengiriman ke Kabupaten Malang.

Selain di Malang, Kementerian Sosial juga mengirimkan beberapa tenda di sejumlah daerah mulai dari Solo, Ngawi, dan Bekasi.

“Ngawi kemarin, kemudian Solo, lalu Bekasi sudah kami kirim. Kita cek lagi daerah lainnya,” tambahnya.

Tenda tersebut dikirimkan dengan tujuan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah. Sebab dia mengakui pergerakan virus varian Delta cukup membahayakan.

“Virus baru ini mengerikan, kemarin di Surabaya itu ada yang meninggal 70 sekian, tiap hari 50,” tambahnya.

Dia juga berpesan kepada Bupati Malang Sanusi, untuk segera menyosialisasikan
protokol kesehatan ke masyarakat supaya tidak ada pertambahan lagi.

“Varian Delta ini membahayakan sekali jadi kita harus berusaha mencegah supaya penularan ini berhenti. Pak Bupati Malang segera sosialisasikan ke masyarakat, karena mengerikan,” tutupnya.

Bupati Malang M Sanusi menambahkan, nantinya tenda darurat bantuan Kementerian Sosial akan ditempatkan di rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Bantuan ini secara langsung telah menambah kapasitas rumah sakit penanganan COVID-19 sebanyak 150 tempat tidur. Saat ini, tingkat keterisian atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Kabupaten Malang mencapai 90 persen.

“Tenda itu akan ditempatkan dirumah sakit yang melakukan penanganan COVID-19, mungkin di RS UMM, RSUD Kepanjen, RSUD Lawang dan juga di Waa Husada, dengan kapasitas per tenda 15 orang,” katanya.

Hingga saat ini, di wilayah Kabupaten Malang ada sebanyak 3.722 kasus konfirmasi positif COVID-19. Dari total tersebut, sebanyak 3.411 orang dilaporkan telah sembuh, 253 orang dinyatakan meninggal dunia, dan sisanya berada dalam perawatan

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/