alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

BOR RS Rujukan Hampir Full, Begini Kebijakan Pemkab Malang

MALANG – Lonjakan pasien baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang membuat Pemkab Malang harus cepat mengambil langkah. Apalagi bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan sudah mendekati full.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menyatakan, BOR RS rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang telah menyentuh angka 85 hingga 90 persen. Karena itu, Pemkab Malang menyiapkan langkah penambahan bed di setiap RS rujukan. “Karena semakin meningkat maka, kita lakukan penambahan bed sebesar 30 persen. Sekarang jumlah bed ada 502. Nanti kapasitas bed bertambah menjadi 680,” katanya di sela-sela menghadiri rapat Harganas di Pendopo Pringgitan, Selasa (29/6).

Dengan bertambahnya 178 kapasitas bed maka diharapkan dapat membantu 22 RS rujukan yang tersebar di Kabupaten Malang. Selain itu, Pemkab Malang juga akan membantu RS rujukan dengan menambah jumlah sarana dan prasarana.
“Untuk masalah sarana dan prasarana bisa dibantu. Misal, ruang ICU diberi ventilitator, kemudian yang non-ICU bisa diberi alat bantu pernapasan seperti HFNC (alat bantu oksigen),” tuturnya.

Dia melanjutkan, sampai saat ini Pemkab Malang telah memiliki sebanyak 15 ventilator yang akan dipinjamkan ke RS rujukan. “Kebutuhan sapras masih kurang, jadi kita tetap akan mengusahakan caranya agar sesuai dengan prosedur kesehatan,” tutupnya.

Dokter gigi ini juga menuturkan apabila saat ini kebutuhan sarana dan prasarana pasien Covid-19 masih kurang berkisar diangka 20 persen. Sedangkan kebutuhan yang sesuai intruksi dari Bupati Malang, Sanusi adalah 30 persen di masing-masing RS rujukan.

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG – Lonjakan pasien baru Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang membuat Pemkab Malang harus cepat mengambil langkah. Apalagi bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan sudah mendekati full.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menyatakan, BOR RS rujukan Covid-19 di Kabupaten Malang telah menyentuh angka 85 hingga 90 persen. Karena itu, Pemkab Malang menyiapkan langkah penambahan bed di setiap RS rujukan. “Karena semakin meningkat maka, kita lakukan penambahan bed sebesar 30 persen. Sekarang jumlah bed ada 502. Nanti kapasitas bed bertambah menjadi 680,” katanya di sela-sela menghadiri rapat Harganas di Pendopo Pringgitan, Selasa (29/6).

Dengan bertambahnya 178 kapasitas bed maka diharapkan dapat membantu 22 RS rujukan yang tersebar di Kabupaten Malang. Selain itu, Pemkab Malang juga akan membantu RS rujukan dengan menambah jumlah sarana dan prasarana.
“Untuk masalah sarana dan prasarana bisa dibantu. Misal, ruang ICU diberi ventilitator, kemudian yang non-ICU bisa diberi alat bantu pernapasan seperti HFNC (alat bantu oksigen),” tuturnya.

Dia melanjutkan, sampai saat ini Pemkab Malang telah memiliki sebanyak 15 ventilator yang akan dipinjamkan ke RS rujukan. “Kebutuhan sapras masih kurang, jadi kita tetap akan mengusahakan caranya agar sesuai dengan prosedur kesehatan,” tutupnya.

Dokter gigi ini juga menuturkan apabila saat ini kebutuhan sarana dan prasarana pasien Covid-19 masih kurang berkisar diangka 20 persen. Sedangkan kebutuhan yang sesuai intruksi dari Bupati Malang, Sanusi adalah 30 persen di masing-masing RS rujukan.

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/