alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

BEM UB Turun Jalan Gugat Ekspansi Bisnis Bromo dan Kelapa Sawit

MALANG KOTA – Rencana pendirian bangunan di area konservasi Gunung Bromo daerah Poncokusumo dan penanaman massal kelapa sawit di Kabupaten Malang digugat mahasiswa. Mereka yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa UB menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang kemarin (28/10/21). Aksi ini sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Dengan mengenakan drescode hitam, sebagian berpoteng wajah Presiden Joko Widodo mereka, secara bergantian menyuarakan kritikan terhadap kebijakan pemerintah. Guyuran hujan pun tidak menyurutkan mereka.

Humas aksi Tarisya Widi Sabira mengatakan, aksi ini merupakan suatu bentuk solidaritas terhadap rakyat Indonesia. “Ada berbagai problema kebijakan publik yang sudah dimaklumatkan,” ungkapnya.

Di antaranya pengesahan kebijakan Undang-Undang Minerba yang selanjutnya diikuti oleh Undang-Undang Cipta Kerja selama periodeisasi pandemi. Selain itu, ada juga reforma agraria yang masih banyak penggusuran skala nasional. “Jadi kami tidak bisa diam saja, keadilan itu harus diperjuangkan,” tegas dia.

Dalam aksi yang merupakan inisiasi dari eksekutif mahasiswa UB itu tak hanya menyuarakan turutan skala nasional. Namun, juga di lingkup regional. Salah satunya, tuntutan mengenai wacana pendirian area konservasi wisata di wilayah Bromo dan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Malang Selatan. Wacana itu jika dilakukan dikhawatirkan akan merusak lingkungan. Dia berharap, adanya aspirasi ini dapat mempertimbangkan ulang kebijakan pemerintah. (ulf/abm/rmc)

MALANG KOTA – Rencana pendirian bangunan di area konservasi Gunung Bromo daerah Poncokusumo dan penanaman massal kelapa sawit di Kabupaten Malang digugat mahasiswa. Mereka yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa UB menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang kemarin (28/10/21). Aksi ini sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Dengan mengenakan drescode hitam, sebagian berpoteng wajah Presiden Joko Widodo mereka, secara bergantian menyuarakan kritikan terhadap kebijakan pemerintah. Guyuran hujan pun tidak menyurutkan mereka.

Humas aksi Tarisya Widi Sabira mengatakan, aksi ini merupakan suatu bentuk solidaritas terhadap rakyat Indonesia. “Ada berbagai problema kebijakan publik yang sudah dimaklumatkan,” ungkapnya.

Di antaranya pengesahan kebijakan Undang-Undang Minerba yang selanjutnya diikuti oleh Undang-Undang Cipta Kerja selama periodeisasi pandemi. Selain itu, ada juga reforma agraria yang masih banyak penggusuran skala nasional. “Jadi kami tidak bisa diam saja, keadilan itu harus diperjuangkan,” tegas dia.

Dalam aksi yang merupakan inisiasi dari eksekutif mahasiswa UB itu tak hanya menyuarakan turutan skala nasional. Namun, juga di lingkup regional. Salah satunya, tuntutan mengenai wacana pendirian area konservasi wisata di wilayah Bromo dan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Malang Selatan. Wacana itu jika dilakukan dikhawatirkan akan merusak lingkungan. Dia berharap, adanya aspirasi ini dapat mempertimbangkan ulang kebijakan pemerintah. (ulf/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/