alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

6 Bulan, DBD Renggut 4 Nyawa

KABUPATEN – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Malang tak bisa dipandang remeh. Sejak awal tahun, kasusnya terus meningkat dan tersebar hampir merata di banyak kecamatan. Bahkan empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sejak bulan Januari 2022 hingga akhir Juni ini, tercatat jumlah pasien DBD mencapai 495 orang. Empat di antaranya tak tertolong. Jumlah akumulasi kasus enam bulan terakhir sudah melampaui kasus DBD sepanjang tahun 2021. Yakni tercatat 274 kasus DBD dan 2 orang dilaporkan meninggal dunia.

Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah mengatakan, kasus DBD selama 6 bulan terakhir tersebar di 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Angka tertinggi di Kecamatan Kepanjen 46 kasus, selanjutnya Kecamatan Pakisaji sebanyak 45 kasus. Sementara di Kecamatan Turen sudah ditemukan 45 kasus DBD, disusul Kecamatan Lawang 44 kasus, dan Tirtoyudo 42 kasus. “Justru yang banyak meninggal bukan di kecamatan yang angka DBD tinggi,” jelasnya.

Menurut Mursyidah, dua pasien DBD yang meninggal dilaporkan berasal dari Kecamatan Kromengan yang angka kasusnya sebanyak 23 orang. Sementara dua pasien DBD lain yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Kromengan dan Bululawang masing-masing 1 orang.

Sementara itu, Sub. Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Malang Chairiyah menambahkan, Dinkes Kabupaten Malang tidak tinggal diam tentang DBD ini. Pihaknya rutin melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar setiap ada kasus DBD segera melaporkan dalam waktu 1×24 jam. “Sehingga dapat kami lakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi) serta penanganan DBD agar tidak menyebar,” ucap nya.

Tindak lanjut hasil PE tersebut akan diadakan penyemprotan yang dilakukan secara selektif dengan melihat hasil penyelidikan. “Jika ada 1 kasus DBD di sekitar penderita dengan gejala DBC dengan bukti jentik maka akan dilakukan penyuluhan, abatisasi dan penyemprotan,” tutupnya. (nif/nay)

KABUPATEN – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Malang tak bisa dipandang remeh. Sejak awal tahun, kasusnya terus meningkat dan tersebar hampir merata di banyak kecamatan. Bahkan empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, sejak bulan Januari 2022 hingga akhir Juni ini, tercatat jumlah pasien DBD mencapai 495 orang. Empat di antaranya tak tertolong. Jumlah akumulasi kasus enam bulan terakhir sudah melampaui kasus DBD sepanjang tahun 2021. Yakni tercatat 274 kasus DBD dan 2 orang dilaporkan meninggal dunia.

Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah mengatakan, kasus DBD selama 6 bulan terakhir tersebar di 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang. Angka tertinggi di Kecamatan Kepanjen 46 kasus, selanjutnya Kecamatan Pakisaji sebanyak 45 kasus. Sementara di Kecamatan Turen sudah ditemukan 45 kasus DBD, disusul Kecamatan Lawang 44 kasus, dan Tirtoyudo 42 kasus. “Justru yang banyak meninggal bukan di kecamatan yang angka DBD tinggi,” jelasnya.

Menurut Mursyidah, dua pasien DBD yang meninggal dilaporkan berasal dari Kecamatan Kromengan yang angka kasusnya sebanyak 23 orang. Sementara dua pasien DBD lain yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Kromengan dan Bululawang masing-masing 1 orang.

Sementara itu, Sub. Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Malang Chairiyah menambahkan, Dinkes Kabupaten Malang tidak tinggal diam tentang DBD ini. Pihaknya rutin melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar setiap ada kasus DBD segera melaporkan dalam waktu 1×24 jam. “Sehingga dapat kami lakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi) serta penanganan DBD agar tidak menyebar,” ucap nya.

Tindak lanjut hasil PE tersebut akan diadakan penyemprotan yang dilakukan secara selektif dengan melihat hasil penyelidikan. “Jika ada 1 kasus DBD di sekitar penderita dengan gejala DBC dengan bukti jentik maka akan dilakukan penyuluhan, abatisasi dan penyemprotan,” tutupnya. (nif/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/