alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Mulai Hari Ini Tunda Dulu Berwisata ke Kabupaten Malang, Ada Apa?

KEPANJEN – Wisatawan yang akan berwisata ke wilayah Kabupaten Malang selama libur Tahun Baru, sebaiknya ditunda dulu. Sebab, seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang ditutup sementara selama tiga hari ke depan, mulai hari ini (30/12) hingga 1 Januari mendatang. Aparat bersama pejabat daerah lainnya akan turun langsung mengawasi kepatuhan masyarakat dengan cara berpatroli.

Selain penutupan tempat wisata, aparat juga melarang pesta kembang api, konvoi atau arak-arakan sepeda motor, serta kerumunan melebihi 50 orang. Jika di lapangan ditemukan pelanggaran, aparat keamanan berhak untuk melakukan pembubaran, dipimpin kapolres dan dandim.

Penutupan sementara destinasi wisata dan juga pelarangan aktivitas warga tersebut, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Malang Nomor 800/8452/35.07.013/2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru. Guna menyepakati surat edaran tersebut, kemarin (29/12) seluruh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) yang terdiri dari Bupati Malang, Kapolres Malang, Dandim 0818, juga OPD, camat, dan stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi bersama di Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, penutupan tempat wisata dan pelarangan beberapa aktivitas warga dilakukan bukan tanpa alasan, mengacu pada instruksi menteri dalam negeri (mendagri), seluruh kerumunan yang melebihi 50 orang tidak diizinkan dalam momen tahun baru ini. Penyebabnya tidak lain yaitu situasi pandemi Covid-19 gelombang kedua yang berimbas pada naiknya indeks terkonfimasi korona termasuk di Kabupaten Malang. ”Sehingga kami memang harus memastikan tidak ada perayaan di tahun baru ini,” tegas Sanusi, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan bahwa, selain forkopimda, pihaknya juga meminta kepada musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) di setiap kecamatan agar ikut terlibat dalam penanggulangan dan larangan perayaan tahun baru. Ini karena muspika adalah figur yang paling mengerti di mana titik-titik keramaian yang biasanya terjadi wilayah masing-masing. ”Khusus untuk tahun baru, saya minta semua muspika turun langsung ke lapangan (untuk melakukan pengamanan),” tegas Hendri.

Lebih spesifik, mantan Kasatreskrim Pelabuhan Tanjung Perak itu mengatakan bahwa ada beberapa titik yang biasanya menjadi langganan perayaan tahun baru, seperti stadion Kanjuruhan, Hawai Waterpark, Pantai Balekambang, dan beberapa tempat lainnya. Dia memastikan bahwa anggotanya akan berjaga di titik-titik tersebut agar tidak terjadi keramaian.

Bahkan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Forkopimda Provinsi Jawa Timur apabila perlu untuk membuatkan jam malam selama masa pergantian tahun ini. ”Sehingga nanti pada masa libur panjang ini bisa diterapkan jam malam, mungkin antara pukul 21.00 atau 22.00. Tapi itu nanti yang memutuskan pemerintah provinsi,” tambah Hendri.

Dia pun mengimbau agar masyarkat Kabupaten Malang merayakan momen pergantian tahun dengan cara berdoa di rumah masing-masing agar pandemi Covid-19 segera usai. ”Pengamanan tahun baru ini merupakan kerja keras, jadi saya minta semua pihak dapat terlibat dalam pengamanan,” pungkas perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

KEPANJEN – Wisatawan yang akan berwisata ke wilayah Kabupaten Malang selama libur Tahun Baru, sebaiknya ditunda dulu. Sebab, seluruh destinasi wisata di Kabupaten Malang ditutup sementara selama tiga hari ke depan, mulai hari ini (30/12) hingga 1 Januari mendatang. Aparat bersama pejabat daerah lainnya akan turun langsung mengawasi kepatuhan masyarakat dengan cara berpatroli.

Selain penutupan tempat wisata, aparat juga melarang pesta kembang api, konvoi atau arak-arakan sepeda motor, serta kerumunan melebihi 50 orang. Jika di lapangan ditemukan pelanggaran, aparat keamanan berhak untuk melakukan pembubaran, dipimpin kapolres dan dandim.

Penutupan sementara destinasi wisata dan juga pelarangan aktivitas warga tersebut, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Bupati Malang Nomor 800/8452/35.07.013/2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru. Guna menyepakati surat edaran tersebut, kemarin (29/12) seluruh jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) yang terdiri dari Bupati Malang, Kapolres Malang, Dandim 0818, juga OPD, camat, dan stakeholder terkait menggelar rapat koordinasi bersama di Pendapa Agung Kabupaten Malang.

Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, penutupan tempat wisata dan pelarangan beberapa aktivitas warga dilakukan bukan tanpa alasan, mengacu pada instruksi menteri dalam negeri (mendagri), seluruh kerumunan yang melebihi 50 orang tidak diizinkan dalam momen tahun baru ini. Penyebabnya tidak lain yaitu situasi pandemi Covid-19 gelombang kedua yang berimbas pada naiknya indeks terkonfimasi korona termasuk di Kabupaten Malang. ”Sehingga kami memang harus memastikan tidak ada perayaan di tahun baru ini,” tegas Sanusi, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan bahwa, selain forkopimda, pihaknya juga meminta kepada musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) di setiap kecamatan agar ikut terlibat dalam penanggulangan dan larangan perayaan tahun baru. Ini karena muspika adalah figur yang paling mengerti di mana titik-titik keramaian yang biasanya terjadi wilayah masing-masing. ”Khusus untuk tahun baru, saya minta semua muspika turun langsung ke lapangan (untuk melakukan pengamanan),” tegas Hendri.

Lebih spesifik, mantan Kasatreskrim Pelabuhan Tanjung Perak itu mengatakan bahwa ada beberapa titik yang biasanya menjadi langganan perayaan tahun baru, seperti stadion Kanjuruhan, Hawai Waterpark, Pantai Balekambang, dan beberapa tempat lainnya. Dia memastikan bahwa anggotanya akan berjaga di titik-titik tersebut agar tidak terjadi keramaian.

Bahkan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Forkopimda Provinsi Jawa Timur apabila perlu untuk membuatkan jam malam selama masa pergantian tahun ini. ”Sehingga nanti pada masa libur panjang ini bisa diterapkan jam malam, mungkin antara pukul 21.00 atau 22.00. Tapi itu nanti yang memutuskan pemerintah provinsi,” tambah Hendri.

Dia pun mengimbau agar masyarkat Kabupaten Malang merayakan momen pergantian tahun dengan cara berdoa di rumah masing-masing agar pandemi Covid-19 segera usai. ”Pengamanan tahun baru ini merupakan kerja keras, jadi saya minta semua pihak dapat terlibat dalam pengamanan,” pungkas perwira dengan dua melati di pundaknya itu.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/