alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Hari Ini 14 Desa Serempak Gelar Pilkades. Dua di Antaranya Rawan Konflik

KABUPATEN – Pemilihan kepala desa (pilkades) pergantian antar waktu (PAW) Kabupaten Malang berlangsung hari ini (31/3). Potensi terjadinya kerawanan pun sudah di antisipasi oleh Polres Malang. Dua desa di Kecamatan Pakis dan Sumber Pucung dianggap paling rawan konflik lantaran masuk kategori padat penduduk dan berada di jalur utama lalu lintas. Dua desa itu adalah Mangliawan dan Senggreng. Desa Mangliawan yang berada di Kecamatan Pakis itu memiliki jumlah penduduk sekitar 18 ribu jiwa

Desa itu juga berada di kawasan strategis tapal batas Kabupaten dengan Kota Malang. Perebutan kekuasaan di sana berpotensi memicu konflik antarpendukung. Untuk mengantisipasinya, Polres Malang meminta para calon kades menyepakati pakta integritas siap menang siap kalah. ”Ada tiga kategori dalam kerawanan pilkades. Sangat rawan, rawan dan aman. Awalnya kami memetakan ada enam desa kategori rawan. Tetapi, kami sesuaikan lagi karena indikatornya membaik saat penetapan dan deklarasi,” kata Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat kemarin (30/3/2022).

SIDAK PASUKAN: Bupati Malang Sanusi dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengecek personel dalam apel kesiapan pengamanan Pilkades di 14 desa di Kabupaten Malang, kemarin (30/3/2022). YUDHISTIRA/RADAR MALANG)

Desa Senggreng di Kecamatan Sumberpucung dinilai berpotensi konflik karena pada 2019 lalu terjadi demo ratusan orang yang menolak hasil pilkades. Saat itu pilkades diikuti lima calon pasangan. Yakni petahana Sriyono yang keluar menjadi pemenang dengan nomor urut 5. Kemudian, Sugiono (1), Mujito (2), Ratna Dewi (3) dan Hariono (4). Daftar Pemilih Tetap (DPT) kala itu sebanyak 8.002 orang dengan kehadiran 4.564 pemilih dan 3.869 suara sah. Persoalan mencuat dari protes warga Dusun Kecopoan. Kebetulan calon kepala desa bernama Sugiono berasal dari Dusun Kecopoan. Sugiono mendapatkan suara 1.311, hanya selisih 48 suara dengan pemenang Pilkades Senggreng Sriyono yang meraup 1.359 suara.

Kelompok warga yang menamakan diri Masyarakat Peduli Desa (MPD) menuding kemenangan Sriyono diwarnai politik uang. Para pendemo juga menduga ada kecurangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan panitia pilkades. Dengan sejarah politik pilkades yang seperti itu, Polres Malang menilai perlu kewaspadaan ekstra. ”Kami siapkan 1.200 personel pengamanan gabungan yang menyebar ke 14 desa. Kami juga standby on call di Polres dan Kodim,” tegas Ferli. Selain pengamanan, Ferli juga mengantisipasi adanya botoh atau pejudi pilkades. Menurutnya, Polres Malang telah membentuk Satgas Saber Judi untuk mencokok para botoh maupun pejudi. Dia berharap masyarakat juga tidak tergiur dengan rayuan botoh untuk memasang taruhan.

Sementara itu, pilkades hari ini akan dilaksanakan di 14 desa. Yakni Desa Rejoyoso di Kecamatan Bantur, Desa Pagelaran dan Desa Brongkal di Kecamatan Pagelaran, Desa Klampok di Kecamatan Singosari, Desa Mangliawan, Pakiskembar dan Sumberkradenan di Kecamatan Pakis. Lalu, Desa Jedong di Kecamatan Wagir, Desa Jatisari dan Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji. Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Desa Tlogorejo di Kecamatan Pagak, Desa Patokpicis di Kecamatan Wajak, serta Desa Tlogosari di Kecamatan Tirtoyudo.(fin/fat)

KABUPATEN – Pemilihan kepala desa (pilkades) pergantian antar waktu (PAW) Kabupaten Malang berlangsung hari ini (31/3). Potensi terjadinya kerawanan pun sudah di antisipasi oleh Polres Malang. Dua desa di Kecamatan Pakis dan Sumber Pucung dianggap paling rawan konflik lantaran masuk kategori padat penduduk dan berada di jalur utama lalu lintas. Dua desa itu adalah Mangliawan dan Senggreng. Desa Mangliawan yang berada di Kecamatan Pakis itu memiliki jumlah penduduk sekitar 18 ribu jiwa

Desa itu juga berada di kawasan strategis tapal batas Kabupaten dengan Kota Malang. Perebutan kekuasaan di sana berpotensi memicu konflik antarpendukung. Untuk mengantisipasinya, Polres Malang meminta para calon kades menyepakati pakta integritas siap menang siap kalah. ”Ada tiga kategori dalam kerawanan pilkades. Sangat rawan, rawan dan aman. Awalnya kami memetakan ada enam desa kategori rawan. Tetapi, kami sesuaikan lagi karena indikatornya membaik saat penetapan dan deklarasi,” kata Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat kemarin (30/3/2022).

SIDAK PASUKAN: Bupati Malang Sanusi dan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengecek personel dalam apel kesiapan pengamanan Pilkades di 14 desa di Kabupaten Malang, kemarin (30/3/2022). YUDHISTIRA/RADAR MALANG)

Desa Senggreng di Kecamatan Sumberpucung dinilai berpotensi konflik karena pada 2019 lalu terjadi demo ratusan orang yang menolak hasil pilkades. Saat itu pilkades diikuti lima calon pasangan. Yakni petahana Sriyono yang keluar menjadi pemenang dengan nomor urut 5. Kemudian, Sugiono (1), Mujito (2), Ratna Dewi (3) dan Hariono (4). Daftar Pemilih Tetap (DPT) kala itu sebanyak 8.002 orang dengan kehadiran 4.564 pemilih dan 3.869 suara sah. Persoalan mencuat dari protes warga Dusun Kecopoan. Kebetulan calon kepala desa bernama Sugiono berasal dari Dusun Kecopoan. Sugiono mendapatkan suara 1.311, hanya selisih 48 suara dengan pemenang Pilkades Senggreng Sriyono yang meraup 1.359 suara.

Kelompok warga yang menamakan diri Masyarakat Peduli Desa (MPD) menuding kemenangan Sriyono diwarnai politik uang. Para pendemo juga menduga ada kecurangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan panitia pilkades. Dengan sejarah politik pilkades yang seperti itu, Polres Malang menilai perlu kewaspadaan ekstra. ”Kami siapkan 1.200 personel pengamanan gabungan yang menyebar ke 14 desa. Kami juga standby on call di Polres dan Kodim,” tegas Ferli. Selain pengamanan, Ferli juga mengantisipasi adanya botoh atau pejudi pilkades. Menurutnya, Polres Malang telah membentuk Satgas Saber Judi untuk mencokok para botoh maupun pejudi. Dia berharap masyarakat juga tidak tergiur dengan rayuan botoh untuk memasang taruhan.

Sementara itu, pilkades hari ini akan dilaksanakan di 14 desa. Yakni Desa Rejoyoso di Kecamatan Bantur, Desa Pagelaran dan Desa Brongkal di Kecamatan Pagelaran, Desa Klampok di Kecamatan Singosari, Desa Mangliawan, Pakiskembar dan Sumberkradenan di Kecamatan Pakis. Lalu, Desa Jedong di Kecamatan Wagir, Desa Jatisari dan Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji. Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Desa Tlogorejo di Kecamatan Pagak, Desa Patokpicis di Kecamatan Wajak, serta Desa Tlogosari di Kecamatan Tirtoyudo.(fin/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/