alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Peduli Petani Jagung, UPT P2M Polinema Sumbang Cultivator

KABUPATEN MALANG – Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian andalan di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang. Sayangnya, selama bertahun-tahun petani di desa ini menghadapi masalah yang sama: persiapan lahan yang memakan waktu lama sehingga membuat biaya produksi membengkak.

Keluhan dari petani itu pun direspon cepat oleh UPT P2M (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Polinema (Politeknik Negeri Malang). Di antaranya dengan menggelar PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) bertema ‘Mekanisasi Pertanian di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang’ di Saung Kelompok Tani 02, Jumat (28/8).

Dalam kegiatan tersebut, UPT P2M menerjunkan Zakki Fuadi Emzain MSc, Ratna Monasari MT, Dr Muhammad Akhlis Rizza, dari bidang keahlian Teknik Mesin serta Reza Prakoso Dwi Julianto, SP,MP, dan I Made Indra Agastya, SP, MP sebagai tenaga ahli pertanian.

Tim Polinema memberikan bantuan alat untuk mekanisasi pertanian berupa Cultivator lengkap dengan Rotary Blade. Selain itu, juga diberikan penyuluhan mengenai pemuliaan tanaman jagung.

Bantuan tersebut diterima oleh kelompok tani Karya Tani 02 yang didampingi Camat Tumpang Drs Sukarlin dan Kepala Desa Pulungdowo Jangkung Abdi Prayugo.

Ketua kelompok tani Karya Tani 02 Sugianto menyampaikan bahwa bantuan Cultivator lengkap dengan rotary blade akan dimanfaatkan untuk kemajuan kelompok tani.

“Kedatangan tim dari Polinema ke Pulungdowo merupakan tindakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saya selaku camat menginginkan kerja sama ini terus berlanjut, terutama untuk pengembangan metode atau pemanfaatan teknologi terbaru di bidang pertanian. Bukan hanya untuk tanaman jagung, tetapi juga tanaman yang lain,”

Sementara itu, Reza Prakoso Dwi Julianto, SP, MP dan I Made Indra Agastya, SP,MP selaku tenaga ahli pertanian menyampaikan, jagung asli Indonesia memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya dapat disilangkan dengan jenis lain agar memperoleh bibit dengan kualitas yang lebih baik.

KABUPATEN MALANG – Jagung menjadi salah satu komoditas pertanian andalan di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang. Sayangnya, selama bertahun-tahun petani di desa ini menghadapi masalah yang sama: persiapan lahan yang memakan waktu lama sehingga membuat biaya produksi membengkak.

Keluhan dari petani itu pun direspon cepat oleh UPT P2M (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Polinema (Politeknik Negeri Malang). Di antaranya dengan menggelar PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) bertema ‘Mekanisasi Pertanian di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang’ di Saung Kelompok Tani 02, Jumat (28/8).

Dalam kegiatan tersebut, UPT P2M menerjunkan Zakki Fuadi Emzain MSc, Ratna Monasari MT, Dr Muhammad Akhlis Rizza, dari bidang keahlian Teknik Mesin serta Reza Prakoso Dwi Julianto, SP,MP, dan I Made Indra Agastya, SP, MP sebagai tenaga ahli pertanian.

Tim Polinema memberikan bantuan alat untuk mekanisasi pertanian berupa Cultivator lengkap dengan Rotary Blade. Selain itu, juga diberikan penyuluhan mengenai pemuliaan tanaman jagung.

Bantuan tersebut diterima oleh kelompok tani Karya Tani 02 yang didampingi Camat Tumpang Drs Sukarlin dan Kepala Desa Pulungdowo Jangkung Abdi Prayugo.

Ketua kelompok tani Karya Tani 02 Sugianto menyampaikan bahwa bantuan Cultivator lengkap dengan rotary blade akan dimanfaatkan untuk kemajuan kelompok tani.

“Kedatangan tim dari Polinema ke Pulungdowo merupakan tindakan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saya selaku camat menginginkan kerja sama ini terus berlanjut, terutama untuk pengembangan metode atau pemanfaatan teknologi terbaru di bidang pertanian. Bukan hanya untuk tanaman jagung, tetapi juga tanaman yang lain,”

Sementara itu, Reza Prakoso Dwi Julianto, SP, MP dan I Made Indra Agastya, SP,MP selaku tenaga ahli pertanian menyampaikan, jagung asli Indonesia memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya dapat disilangkan dengan jenis lain agar memperoleh bibit dengan kualitas yang lebih baik.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/