alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pfizer Belum Masuk, Warga Kabupaten Paling Antusias Disuntik Moderna

RADAR MALANG – Meski digadang-gadang ampuh menangkal Covid-19, hingga sekarang vaksin Pfizer belum masuk di wilayah Kabupaten Malang. Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo membenarkan terkait adanya informasi tersebut.

“Saat ini memang jenis vaksin Pfizer belum masuk ke wilayah kita (Kabupaten Malang), akan tetapi kita akan memaksimalkan program pemerintah dalam menjaga herd immunity,” katanya, pagi tadi  (31/8).

Kedatangan vaksin Pfizer, disebut  Arbani masih belum pasti jadwalnya. “Vaksin pfizer ini akan kami liat nanti untuk siapa, semuanya kan ada petunjuk teknisnya. Contohnya, (vaksin) Moderna saat ini masyarakat lebih antusias menggunakan vaksin jenis itu, padahal efek sampingnya lebih berat. Bisa demam sampai 3 hari, akan tetapi selebihnya tidak masalah,” bebernya.

Saat ini, vaksin jenis Moderna sudah diterima oleh Kabupaten Malang sebanyak 82 ribu dosis.

Meski begitu, Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang tetap mengupayakan program percepatan vaksinasi agar tetap berjalan optimal dengan menggunakan beberapa jenis vaksin yang ada.

Menurut Arbani, saat ini Kabupaten Malang telah menerima dan mendistribusikan 4 jenis vaksin. Keempatnya yakni Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan juga Sinopharm. Khusus untuk Sinopharm, vaksin tersebut hanya diperuntukkan bagi untuk difabel dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Ada jenis Sinovac untuk masyarakat umum, Sinopharm untuk Difable dan ODGJ yang sudah disuntikkan sebanyak 58 persen serta Astra Zeneca yang juga untuk masyarakat umum,” tambahnya.

 

Pewarta : M. Ubaidillah

RADAR MALANG – Meski digadang-gadang ampuh menangkal Covid-19, hingga sekarang vaksin Pfizer belum masuk di wilayah Kabupaten Malang. Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo membenarkan terkait adanya informasi tersebut.

“Saat ini memang jenis vaksin Pfizer belum masuk ke wilayah kita (Kabupaten Malang), akan tetapi kita akan memaksimalkan program pemerintah dalam menjaga herd immunity,” katanya, pagi tadi  (31/8).

Kedatangan vaksin Pfizer, disebut  Arbani masih belum pasti jadwalnya. “Vaksin pfizer ini akan kami liat nanti untuk siapa, semuanya kan ada petunjuk teknisnya. Contohnya, (vaksin) Moderna saat ini masyarakat lebih antusias menggunakan vaksin jenis itu, padahal efek sampingnya lebih berat. Bisa demam sampai 3 hari, akan tetapi selebihnya tidak masalah,” bebernya.

Saat ini, vaksin jenis Moderna sudah diterima oleh Kabupaten Malang sebanyak 82 ribu dosis.

Meski begitu, Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Malang tetap mengupayakan program percepatan vaksinasi agar tetap berjalan optimal dengan menggunakan beberapa jenis vaksin yang ada.

Menurut Arbani, saat ini Kabupaten Malang telah menerima dan mendistribusikan 4 jenis vaksin. Keempatnya yakni Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan juga Sinopharm. Khusus untuk Sinopharm, vaksin tersebut hanya diperuntukkan bagi untuk difabel dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Ada jenis Sinovac untuk masyarakat umum, Sinopharm untuk Difable dan ODGJ yang sudah disuntikkan sebanyak 58 persen serta Astra Zeneca yang juga untuk masyarakat umum,” tambahnya.

 

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/