alexametrics
25.6 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Kejari Kabupaten Malang Tangkap Buron Penipuan Tanah di Mojokerto

KEPANJEN – Setelah buron selama 3 tahun, pelaku penipuan atas nama Heppy Rikrik Kristianto, warga Sidoarjo akhirnya dibekuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.

Pada pelaksanaan eksekusi tersebut dilakukan oleh tim jaksa eksekutor dengan menjemput langsung terpidana di areal perkebunan porang yang terletak di Dusun Sambilawang, Desa Sambilawang, Kecamatan Dilanggu Kabupaten Mojokerto pada Rabu (30/12).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kabupaten Malang Sobrani Binzar memaparkan bahwa eksekusi tersebut sudah sesuai dengan putusan Pengadilan Mahkamah Agung RI Nomor: 349 K/PID/2016 tanggal 27 April 2016.

“Di mana terpidana atas nama Heppy Rikrik Kristianto terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana pasal 378 KUHP dengan pidana penjara yang dijatuhkan selama 3 (tiga) tahun,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Banie ini menerangkan, setelah terpidana tersebut tertangkap, selanjutnya langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan swab antigen.

“Kemudian langsung kami masukkan ke dalam Lembaga Permasyarakatan kelas I lowokwaru Malang,” tuturnya.

Banie membeberkan, pelaku dijerat hukum atas kasus penipuan pada 2012 silam. Pada Senin (16/4) tahun 2012, Heppy datang ke rumah Gunawan untuk bertemu dengan Ahmad Kamil serta istrinya bernama Noor Saidah, juga Ahmad Yazid yang berlokasi di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

“Dan saat itu terpidana mengaku sebagai pemilik dan menawarkan obyek tanah dengan luas 24,8 Ha yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang seharga Rp 3.725.000.000,” terangnya.

Selain menawarkan tanah, Heppy juga berjanji untuk sanggup mengurus biaya pendaftaran tanah, biaya balik nama, serta terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pihak pembeli. Kemudian, sertifikat tanah tersebut nantinya akan diserahkan pada bulan November 2012.

“Pada tanggal 16 April 2012, terjadi transaksi antara terdakwa dan saksi Ahmad Kamil dan istrinya saksi Noor Saidah, S.Ag dengan uang muka dari harga tanah tersebut sebesar Rp 400 juta,” ungkapnya.

Dilanjut, pada Kamis (30/5) 2013 terpidana ditransfer uang sejumlah Rp 1,5 miliar, dan tercatat, pembayaran terakhir pada tanggal 11 Juni 2012 dan ditransfer uang sejumlah Rp 1.825.000.000 “Total keseluruhan uang yang telah diserahkan sejumlah Rp 3.725.000.000,” ucapnya.

Namun, setelah tanah yang diakui sebagai milik terdakwa tersebut dibayar lunas hingga bulan November 2012, Sertifikat Hak Milik tanah yang dibeli dan yang dijanjikan oleh terpidana tidak kunjung  diserahkan  kepada Ahmad Kamil serta Noor Saidah.

“Sehingga pada tanggal 28 Maret 2013 terdakwa membatalkan jual beli tersebut dan tidak mengembalikan uang milik Ahmad Kamil dan Noor Saidah,” kata Banie.

Ia menjelaskan terhitung sejak Putusan Mahkamah Agung tersebut, pelaku ini telah menjadi buronan selama 3 tahun. “Terpidana selalu berusaha bersembunyi dengan cara berpindah-pindah domisili di beberapa kota,” tandasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan eksekusi tersebut dihadiri oleh Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Sobrani Binzar, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Malang Ardian Wahyu Eko Hastomo, Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi PIdum Anjar Rudi Admoko SH, Kasubsi Sospol Intelijen M Agung Wibowo SH MH serta didampingi oleh beberapa anggota Polres Malang.

Pewarta: Septianur Aji Hariyanto

KEPANJEN – Setelah buron selama 3 tahun, pelaku penipuan atas nama Heppy Rikrik Kristianto, warga Sidoarjo akhirnya dibekuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang.

Pada pelaksanaan eksekusi tersebut dilakukan oleh tim jaksa eksekutor dengan menjemput langsung terpidana di areal perkebunan porang yang terletak di Dusun Sambilawang, Desa Sambilawang, Kecamatan Dilanggu Kabupaten Mojokerto pada Rabu (30/12).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Kabupaten Malang Sobrani Binzar memaparkan bahwa eksekusi tersebut sudah sesuai dengan putusan Pengadilan Mahkamah Agung RI Nomor: 349 K/PID/2016 tanggal 27 April 2016.

“Di mana terpidana atas nama Heppy Rikrik Kristianto terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana pasal 378 KUHP dengan pidana penjara yang dijatuhkan selama 3 (tiga) tahun,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Banie ini menerangkan, setelah terpidana tersebut tertangkap, selanjutnya langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan swab antigen.

“Kemudian langsung kami masukkan ke dalam Lembaga Permasyarakatan kelas I lowokwaru Malang,” tuturnya.

Banie membeberkan, pelaku dijerat hukum atas kasus penipuan pada 2012 silam. Pada Senin (16/4) tahun 2012, Heppy datang ke rumah Gunawan untuk bertemu dengan Ahmad Kamil serta istrinya bernama Noor Saidah, juga Ahmad Yazid yang berlokasi di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

“Dan saat itu terpidana mengaku sebagai pemilik dan menawarkan obyek tanah dengan luas 24,8 Ha yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang seharga Rp 3.725.000.000,” terangnya.

Selain menawarkan tanah, Heppy juga berjanji untuk sanggup mengurus biaya pendaftaran tanah, biaya balik nama, serta terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pihak pembeli. Kemudian, sertifikat tanah tersebut nantinya akan diserahkan pada bulan November 2012.

“Pada tanggal 16 April 2012, terjadi transaksi antara terdakwa dan saksi Ahmad Kamil dan istrinya saksi Noor Saidah, S.Ag dengan uang muka dari harga tanah tersebut sebesar Rp 400 juta,” ungkapnya.

Dilanjut, pada Kamis (30/5) 2013 terpidana ditransfer uang sejumlah Rp 1,5 miliar, dan tercatat, pembayaran terakhir pada tanggal 11 Juni 2012 dan ditransfer uang sejumlah Rp 1.825.000.000 “Total keseluruhan uang yang telah diserahkan sejumlah Rp 3.725.000.000,” ucapnya.

Namun, setelah tanah yang diakui sebagai milik terdakwa tersebut dibayar lunas hingga bulan November 2012, Sertifikat Hak Milik tanah yang dibeli dan yang dijanjikan oleh terpidana tidak kunjung  diserahkan  kepada Ahmad Kamil serta Noor Saidah.

“Sehingga pada tanggal 28 Maret 2013 terdakwa membatalkan jual beli tersebut dan tidak mengembalikan uang milik Ahmad Kamil dan Noor Saidah,” kata Banie.

Ia menjelaskan terhitung sejak Putusan Mahkamah Agung tersebut, pelaku ini telah menjadi buronan selama 3 tahun. “Terpidana selalu berusaha bersembunyi dengan cara berpindah-pindah domisili di beberapa kota,” tandasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan eksekusi tersebut dihadiri oleh Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Sobrani Binzar, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Malang Ardian Wahyu Eko Hastomo, Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi PIdum Anjar Rudi Admoko SH, Kasubsi Sospol Intelijen M Agung Wibowo SH MH serta didampingi oleh beberapa anggota Polres Malang.

Pewarta: Septianur Aji Hariyanto

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/