alexametrics
32C
Malang
Friday, 23 April 2021

Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Pakis Malang

MALANG – Densus 88 kembali mengamankan terduga teroris di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Proses penangkapan yang terjadi mulai pagi hingga siang tadi, melibatkan jajaran Polres Malang, Polsek Pakis dan Perangkat Desa Sekarpuro.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, berikut kronologi lengkap penangkapan terduga teroris Budi Suryono, yang diduga bendahara Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur.

Baca juga : Densus 88 Kembali Bekuk Terduga Teroris di Malang

Sekitar pukul 08.43 WIB, Tim Densus 88 melakukan penangkapan terhadap Budi Suryono di Toko Bangunan Bintang Timur Jaya Jalan Raya Sekarpuro No 125 Penjaraan Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Kemudian terduga teroris tersebut langsung diamankan dan dibawa menuju Surabaya.

Setelah melakukan penangkapan, mulai pukul 10.55 – 11.55 WIB, Tim Densus 88 bersama Tim Inavis Polres Malang, Sat Intelkam Polres Malang dan Polsek Pakis didampingi perangkat desa setempat melaksanakan penggeledahan di rumah tersangka Jalan Melati Gang III A RT 10 RW 04, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

A (istri terduga) saat ditemui awak media mengaku tak tahu menahu tentang penangkapan suaminya.

“Ke sininya tadi mungkin jam 11an ya. Itu sebenarnya suami saya pergi ke dekat sini, orang nggak bawa helm. Mungkin mau beli alat apa gitu kan ini bikin rak sendiri,” cerita A.

Baca juga : Terduga Teroris dari Malang Diduga Anggota Jamaah Islamiyah

Selanjutnya, Tim Densus membawa barang bukti yang sudah diamankan dari rumah terduga teroris ke Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, menurut salah satu warga, awalnya masyarakat tidak mengetahui penangkapan teroris tersebut. Mereka beranggapan penangkapan itu merupakan penangkapan kriminal seperti biasa.

“Pertama itu rame di toko bangunan itu (saat penangkapan BS), warga pada ngeliatin semua. Awalnya ya nggak tau kalau itu teroris yang ditangkap, makanya warga pada datang. Setelah tahu teroris, warga langsung shock karena tidak menyangka dilingkungannya ada teroris,” ujar Krishna Ambar, salah satu warga sekitar.

Ambar menambahkan, terduga teroris yang berhasil diamankan jarang bergaul dengan warga. Sehingga, beberapa tetangga di lingkungannya tidak begitu mengenal pribadi dari BS.

“Banyak yang gak kenal sama dia, orangnya juga jarang interaksi sama tetangga. Jadi warga di sini kaget semua kok ada teroris yang tinggal di sini,” pungkas dia.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG – Densus 88 kembali mengamankan terduga teroris di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Proses penangkapan yang terjadi mulai pagi hingga siang tadi, melibatkan jajaran Polres Malang, Polsek Pakis dan Perangkat Desa Sekarpuro.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, berikut kronologi lengkap penangkapan terduga teroris Budi Suryono, yang diduga bendahara Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur.

Baca juga : Densus 88 Kembali Bekuk Terduga Teroris di Malang

Sekitar pukul 08.43 WIB, Tim Densus 88 melakukan penangkapan terhadap Budi Suryono di Toko Bangunan Bintang Timur Jaya Jalan Raya Sekarpuro No 125 Penjaraan Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Kemudian terduga teroris tersebut langsung diamankan dan dibawa menuju Surabaya.

Setelah melakukan penangkapan, mulai pukul 10.55 – 11.55 WIB, Tim Densus 88 bersama Tim Inavis Polres Malang, Sat Intelkam Polres Malang dan Polsek Pakis didampingi perangkat desa setempat melaksanakan penggeledahan di rumah tersangka Jalan Melati Gang III A RT 10 RW 04, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.

A (istri terduga) saat ditemui awak media mengaku tak tahu menahu tentang penangkapan suaminya.

“Ke sininya tadi mungkin jam 11an ya. Itu sebenarnya suami saya pergi ke dekat sini, orang nggak bawa helm. Mungkin mau beli alat apa gitu kan ini bikin rak sendiri,” cerita A.

Baca juga : Terduga Teroris dari Malang Diduga Anggota Jamaah Islamiyah

Selanjutnya, Tim Densus membawa barang bukti yang sudah diamankan dari rumah terduga teroris ke Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, menurut salah satu warga, awalnya masyarakat tidak mengetahui penangkapan teroris tersebut. Mereka beranggapan penangkapan itu merupakan penangkapan kriminal seperti biasa.

“Pertama itu rame di toko bangunan itu (saat penangkapan BS), warga pada ngeliatin semua. Awalnya ya nggak tau kalau itu teroris yang ditangkap, makanya warga pada datang. Setelah tahu teroris, warga langsung shock karena tidak menyangka dilingkungannya ada teroris,” ujar Krishna Ambar, salah satu warga sekitar.

Ambar menambahkan, terduga teroris yang berhasil diamankan jarang bergaul dengan warga. Sehingga, beberapa tetangga di lingkungannya tidak begitu mengenal pribadi dari BS.

“Banyak yang gak kenal sama dia, orangnya juga jarang interaksi sama tetangga. Jadi warga di sini kaget semua kok ada teroris yang tinggal di sini,” pungkas dia.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru