alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Imbas JLS, Jalan Ke Pantai Malang Selatan Rusak berat

MALANG – Kerusakan akses jalan menuju pantai di Malang Selatan dipastikan akan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang. Pasalnya, proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) membuat perbaikan dan perawatan jalan rusak tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Malang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyebut bila kerusakan di sejumlah ruas jalan menuju pantai itu disebabkan oleh banyaknya kendaraan berat yang melintas. Kendaraan-kendaraan itu tengah aktif menyuplai kebutuhan material lanjutan proyek JLS. Perbaikan baru akan dilakukan setelah seluruh material pembangunan sudah terpenuhi dan tidak ada lagi kendaraan berat yang melintas.

”Rencananya bulan Juni nanti terakhir material dikirim. Kalau angkutan berat sudah tidak ada, maka akan baru dilakukan perbaikan,” janjinya.

Ia menyebut bila perbaikan jalan di Kecamatan Gondanglegi, Pagelaran, hingga Bantur akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga, sedangkan perbaikan akses jalan dari Kecamatan Bantur hingga Balekambang akan dilakukan pelaksana proyek JLS. ”Sudah disanggupi (akan diperbaiki) di tahun 2021,” tambah Romdhoni.

Romdhoni merinci, anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan dan rekonstruksi jalan di 3 kecamatan tersebut berkisar di angka Rp 15 miliar. ”Harus rekonstruksi karena existing jalannya masih 4 meter dan kondisi pondasinya tidak memadai. Kami memang akan merekonstruksi ruas jalan tersebut. Kebetulan di tahun 2021 ada proyek JLS sehingga kami pending dan akan dilakukan 2022 mendatang,” papar Romdhoni.

Meski begitu, dia memastikan bila perawatan tetap akan dilakukan sehingga kendaraan yang melintas bisa tetap lancar. ”Namun perbaikan yang lebih representatif akan dilakukan setelah proyek JLS selesai,” tambah dia.

Secara umum, dia menyebut panjang jalan kabupaten berada di kisaran 1.668,76 km. Dari total itu, 25 persennya berada dalam kondisi rusak, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Bila dirinci, jalan yang kondisinya rusak itu memiliki panjang 417 km. Akses menuju wisata di pantai Malang Selatan masuk di dalamnya. Di tahun ini, Romdhoni menyebut bila kemungkinan hanya ada beberapa ruas jalan yang bisa diperbaiki. Hal itu merujuk pada tahap refocusing anggaran yang dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan Covid-19.

”Karena itu, kami akan pilih ruas jalan yang strategis terlebih dahulu,” ucapnya.

Dari catatannya, jumlah anggaran yang tersedia dalam beberapa tahun ini memang mengalami penurunan. Pada tahun 2019 lalu, anggaran untuk perawatan, peningkatan jalan, dan beberapa kegiatan lainnya terkait infrastruktur di Kabupaten Malang mencapai angka Rp 400 milliar. Pada tahun 2020, alokasi awal mencapai Rp 450 miliar. Namun setelah dilakukan refocusing anggaran, nilainya turun menjadi Rp 180 miliar.

”Di tahun 2021 ini, total anggarannya sekitar Rp 300 miliar. Kami belum tahu nanti akan jadi berapa setelah kena refocusing,” imbuh mantan kepala Dinas Cipta Karya itu.

Dia juga menyebut beberapa prioritas pihaknya dalam melakukan perbaikan ruas jalan di tahun ini. Yang diutamakan nantinya adalah yang punya traffic lalu lintas cukup padat. Contohnya di Jalur Lintas Barat (Jalibar) Kepanjen.

”Secara umum, jalan itu tidak bisa 100 persen bulat (diperbaiki) karena lokasinya terbuka dan terpakai. Juga ada faktor kondisi alam sehingga yang diperlukan adalah maintenance yang rutin,” kata dia.(fik/c1/by)

MALANG – Kerusakan akses jalan menuju pantai di Malang Selatan dipastikan akan berlangsung hingga beberapa bulan mendatang. Pasalnya, proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) membuat perbaikan dan perawatan jalan rusak tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Malang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyebut bila kerusakan di sejumlah ruas jalan menuju pantai itu disebabkan oleh banyaknya kendaraan berat yang melintas. Kendaraan-kendaraan itu tengah aktif menyuplai kebutuhan material lanjutan proyek JLS. Perbaikan baru akan dilakukan setelah seluruh material pembangunan sudah terpenuhi dan tidak ada lagi kendaraan berat yang melintas.

”Rencananya bulan Juni nanti terakhir material dikirim. Kalau angkutan berat sudah tidak ada, maka akan baru dilakukan perbaikan,” janjinya.

Ia menyebut bila perbaikan jalan di Kecamatan Gondanglegi, Pagelaran, hingga Bantur akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga, sedangkan perbaikan akses jalan dari Kecamatan Bantur hingga Balekambang akan dilakukan pelaksana proyek JLS. ”Sudah disanggupi (akan diperbaiki) di tahun 2021,” tambah Romdhoni.

Romdhoni merinci, anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan dan rekonstruksi jalan di 3 kecamatan tersebut berkisar di angka Rp 15 miliar. ”Harus rekonstruksi karena existing jalannya masih 4 meter dan kondisi pondasinya tidak memadai. Kami memang akan merekonstruksi ruas jalan tersebut. Kebetulan di tahun 2021 ada proyek JLS sehingga kami pending dan akan dilakukan 2022 mendatang,” papar Romdhoni.

Meski begitu, dia memastikan bila perawatan tetap akan dilakukan sehingga kendaraan yang melintas bisa tetap lancar. ”Namun perbaikan yang lebih representatif akan dilakukan setelah proyek JLS selesai,” tambah dia.

Secara umum, dia menyebut panjang jalan kabupaten berada di kisaran 1.668,76 km. Dari total itu, 25 persennya berada dalam kondisi rusak, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Bila dirinci, jalan yang kondisinya rusak itu memiliki panjang 417 km. Akses menuju wisata di pantai Malang Selatan masuk di dalamnya. Di tahun ini, Romdhoni menyebut bila kemungkinan hanya ada beberapa ruas jalan yang bisa diperbaiki. Hal itu merujuk pada tahap refocusing anggaran yang dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan Covid-19.

”Karena itu, kami akan pilih ruas jalan yang strategis terlebih dahulu,” ucapnya.

Dari catatannya, jumlah anggaran yang tersedia dalam beberapa tahun ini memang mengalami penurunan. Pada tahun 2019 lalu, anggaran untuk perawatan, peningkatan jalan, dan beberapa kegiatan lainnya terkait infrastruktur di Kabupaten Malang mencapai angka Rp 400 milliar. Pada tahun 2020, alokasi awal mencapai Rp 450 miliar. Namun setelah dilakukan refocusing anggaran, nilainya turun menjadi Rp 180 miliar.

”Di tahun 2021 ini, total anggarannya sekitar Rp 300 miliar. Kami belum tahu nanti akan jadi berapa setelah kena refocusing,” imbuh mantan kepala Dinas Cipta Karya itu.

Dia juga menyebut beberapa prioritas pihaknya dalam melakukan perbaikan ruas jalan di tahun ini. Yang diutamakan nantinya adalah yang punya traffic lalu lintas cukup padat. Contohnya di Jalur Lintas Barat (Jalibar) Kepanjen.

”Secara umum, jalan itu tidak bisa 100 persen bulat (diperbaiki) karena lokasinya terbuka dan terpakai. Juga ada faktor kondisi alam sehingga yang diperlukan adalah maintenance yang rutin,” kata dia.(fik/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru