alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Jalan Rusak Berat, Wisatawan Pantai Malang Selatan Diprediksi Menurun

MALANG – Kerusakan akses jalan menuju pantai Malang Selatan diprediksi akan berimbas pada penurunan angka kunjungan wisatawan.

”Ya sangat berdampak, orang yang awalnya mau bermain ke sana jadi urung karena jalannya rusak,” Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara .

Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan bila perbaikan jalan rusak memang bakal menjadi prioritas utama pihaknya. Meski begitu, dia menyebut bila pekerjaan itu tidak serta-merta akan dilakukan secara keseluruhan di tahun 2021. Sesuai janji kampanyenya, dia berharap mayoritas jalan di Kabupaten Malang sudah mulus di tahun 2022 mendatang.

”Kalau yang sudah masuk di rencana APBD 2021 ya bisa langsung diperbaiki. Namun, sisanya akan kami masukkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026,” kata Sanusi.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Malang Komisi III, Amarta Faza mengakui bila refocusing anggaran memang tak bisa dielakkan. Sebab, itu sudah menjadi aturan dari pemerintah pusat untuk penanganan pandemi Covid-19.

”Namun kami berharap, anggaran yang ada di bina marga ini tak banyak terkena refocusing agar jalan di Kabupaten Malang tetap bisa mendapatkan perawatan,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini fokus pemerintah pusat memang dicurahkan pada pemulihan ekonomi dan infrastruktur menjadi salah satu pendorong adanya percepatan ekonomi di masyarakat. Dengan dasar itu, pihaknya meminta agar Pemkab Malang bisa melakukan pengkajian yang mendalam untuk menentukan anggaran apa saja yang nanti lebih cocok untuk dipangkas.

”Secara akademis juga sudah ada kajian bahwa infrastruktur menunjang perekonomian, pengentasan kemiskinan, dan banyak hal lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyebut bila kerusakan di sejumlah ruas jalan menuju pantai Malang Selatan disebabkan oleh banyaknya kendaraan berat yang melintas untuk menyuplai kebutuhan material lanjutan proyek jalur lintas selatan (JLS).

Ia mengatakan bahwa langkah renovasi atau perbaikan baru akan dilakukan setelah seluruh material pembangunan sudah terpenuhi dan tidak ada lagi kendaraan berat yang melintas. ”Rencananya bulan Juni nanti terakhir material dikirim. Kalau angkutan berat sudah tidak ada, maka akan baru dilakukan perbaikan,” janjinya.

Pihaknya menyebut bila perbaikan jalan di Kecamatan Gondanglegi, Pagelaran, hingga Bantur akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga, sedangkan perbaikan akses jalan dari Kecamatan Bantur hingga Balekambang akan dilakukan pelaksana proyek JLS. ”Sudah disanggupi (akan diperbaiki) di tahun 2021,” tambah Romdhoni.

Dirinci oleh pihaknya, anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan dan rekonstruksi jalan di 3 kecamatan tersebut berkisar di angka Rp 15 miliar.

”Harus rekonstruksi karena existing jalannya masih 4 meter dan kondisi fondasinya tidak memadai. Kami memang akan merekonstruksi ruas jalan tersebut. Kebetulan di tahun 2021 ada proyek JLS sehingga kami pending dan akan dilakukan 2022 mendatang,” papar Romdhoni.

Meski begitu, dia memastikan bila perawatan tetap akan dilakukan sehingga kendaraan yang melintas bisa tetap lancar. ”Namun perbaikan yang lebih representatif akan dilakukan setelah proyek JLS selesai,” tambah dia.

Secara umum, dia menyebut panjang jalan kabupaten berada di kisaran 1.668,76 km. Dari total itu, 25 persennya berada dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, sedang, atau berat. Bila dirinci, jalan yang kondisinya rusak itu memiliki panjang 417 km. Akses menuju wisata di pantai Malang Selatan masuk di dalamnya. Di tahun ini, Romdhoni menyebut bila kemungkinan hanya ada beberapa ruas jalan yang bisa diperbaiki. Hal itu merujuk pada tahap refocusing anggaran yang dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan Covid-19.

”Karena itu, kami akan pilih ruas jalan yang strategis terlebih dahulu,” ucapnya. (fik/c1/by)

MALANG – Kerusakan akses jalan menuju pantai Malang Selatan diprediksi akan berimbas pada penurunan angka kunjungan wisatawan.

”Ya sangat berdampak, orang yang awalnya mau bermain ke sana jadi urung karena jalannya rusak,” Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara .

Bupati Malang HM. Sanusi mengatakan bila perbaikan jalan rusak memang bakal menjadi prioritas utama pihaknya. Meski begitu, dia menyebut bila pekerjaan itu tidak serta-merta akan dilakukan secara keseluruhan di tahun 2021. Sesuai janji kampanyenya, dia berharap mayoritas jalan di Kabupaten Malang sudah mulus di tahun 2022 mendatang.

”Kalau yang sudah masuk di rencana APBD 2021 ya bisa langsung diperbaiki. Namun, sisanya akan kami masukkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026,” kata Sanusi.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Malang Komisi III, Amarta Faza mengakui bila refocusing anggaran memang tak bisa dielakkan. Sebab, itu sudah menjadi aturan dari pemerintah pusat untuk penanganan pandemi Covid-19.

”Namun kami berharap, anggaran yang ada di bina marga ini tak banyak terkena refocusing agar jalan di Kabupaten Malang tetap bisa mendapatkan perawatan,” ucapnya.

Dia menambahkan, saat ini fokus pemerintah pusat memang dicurahkan pada pemulihan ekonomi dan infrastruktur menjadi salah satu pendorong adanya percepatan ekonomi di masyarakat. Dengan dasar itu, pihaknya meminta agar Pemkab Malang bisa melakukan pengkajian yang mendalam untuk menentukan anggaran apa saja yang nanti lebih cocok untuk dipangkas.

”Secara akademis juga sudah ada kajian bahwa infrastruktur menunjang perekonomian, pengentasan kemiskinan, dan banyak hal lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni menyebut bila kerusakan di sejumlah ruas jalan menuju pantai Malang Selatan disebabkan oleh banyaknya kendaraan berat yang melintas untuk menyuplai kebutuhan material lanjutan proyek jalur lintas selatan (JLS).

Ia mengatakan bahwa langkah renovasi atau perbaikan baru akan dilakukan setelah seluruh material pembangunan sudah terpenuhi dan tidak ada lagi kendaraan berat yang melintas. ”Rencananya bulan Juni nanti terakhir material dikirim. Kalau angkutan berat sudah tidak ada, maka akan baru dilakukan perbaikan,” janjinya.

Pihaknya menyebut bila perbaikan jalan di Kecamatan Gondanglegi, Pagelaran, hingga Bantur akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga, sedangkan perbaikan akses jalan dari Kecamatan Bantur hingga Balekambang akan dilakukan pelaksana proyek JLS. ”Sudah disanggupi (akan diperbaiki) di tahun 2021,” tambah Romdhoni.

Dirinci oleh pihaknya, anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perawatan dan rekonstruksi jalan di 3 kecamatan tersebut berkisar di angka Rp 15 miliar.

”Harus rekonstruksi karena existing jalannya masih 4 meter dan kondisi fondasinya tidak memadai. Kami memang akan merekonstruksi ruas jalan tersebut. Kebetulan di tahun 2021 ada proyek JLS sehingga kami pending dan akan dilakukan 2022 mendatang,” papar Romdhoni.

Meski begitu, dia memastikan bila perawatan tetap akan dilakukan sehingga kendaraan yang melintas bisa tetap lancar. ”Namun perbaikan yang lebih representatif akan dilakukan setelah proyek JLS selesai,” tambah dia.

Secara umum, dia menyebut panjang jalan kabupaten berada di kisaran 1.668,76 km. Dari total itu, 25 persennya berada dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, sedang, atau berat. Bila dirinci, jalan yang kondisinya rusak itu memiliki panjang 417 km. Akses menuju wisata di pantai Malang Selatan masuk di dalamnya. Di tahun ini, Romdhoni menyebut bila kemungkinan hanya ada beberapa ruas jalan yang bisa diperbaiki. Hal itu merujuk pada tahap refocusing anggaran yang dilakukan oleh pemerintah untuk penanganan Covid-19.

”Karena itu, kami akan pilih ruas jalan yang strategis terlebih dahulu,” ucapnya. (fik/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru