alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 22 June 2021

54.350 Lansia di Kabupaten Malang Belum Divaksin

KEPANJEN – Masih banyak orang lanjut usia (lansia) di Bumi Kanjuruhan yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat, dari total 65.000 lansia se-Kabupaten Malang, sementara ini hanya 10.650 yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Sisanya 54.350 lansia belum divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo membenarkan bahwa masih banyak lansia yang belum menjalani vaksin. ”Masih minim. Padahal kami sudah menyiapkan vaksinasi di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Stoknya pun aman,” ujar Arbani Jumat (4/6).
Dari laporan yang dia terima, alasan minimnya partisipasi lansia di Kabupaten Malang ada dua. Yang pertama, banyak lansia yang takut divaksin. ”Banyak yang takut. Tidak mau disuntik vaksin dan memilih di rumah saja,” terangnya.
Yang kedua, tambah Arbani, alasan yang mereka lontarkan adalah tempat pelaksanaan vaksinasi yang relatif jauh dari rumah yang mereka tempati. ”Aksesnya itu jauh dari rumah, banyak yang tidak mau ke puskesmas dan vaksin,” imbuhnya.
Namun, untuk alasan yang kedua, Arbani sudah melakukan langkah antisipasi. Yakni dengan menginstruksikan tenaga kesehatan (nakes) untuk langsung hadir ke rumah para lansia yang akan melakukan vaksinasi. ”Ya kami jemput bola,” katanya.
Jemput bola yang dimaksud Arbani adalah mendatangkan para lansia dalam suatu tempat. Misalnya saat peringatan hari lansia beberapa waktu lalu, dinkes menghadirkan para lansia, kemudian dilakukan vaksinasi di lokasi tersebut. (fik/dan/rmc)

KEPANJEN – Masih banyak orang lanjut usia (lansia) di Bumi Kanjuruhan yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat, dari total 65.000 lansia se-Kabupaten Malang, sementara ini hanya 10.650 yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19. Sisanya 54.350 lansia belum divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo membenarkan bahwa masih banyak lansia yang belum menjalani vaksin. ”Masih minim. Padahal kami sudah menyiapkan vaksinasi di seluruh fasilitas layanan kesehatan. Stoknya pun aman,” ujar Arbani Jumat (4/6).
Dari laporan yang dia terima, alasan minimnya partisipasi lansia di Kabupaten Malang ada dua. Yang pertama, banyak lansia yang takut divaksin. ”Banyak yang takut. Tidak mau disuntik vaksin dan memilih di rumah saja,” terangnya.
Yang kedua, tambah Arbani, alasan yang mereka lontarkan adalah tempat pelaksanaan vaksinasi yang relatif jauh dari rumah yang mereka tempati. ”Aksesnya itu jauh dari rumah, banyak yang tidak mau ke puskesmas dan vaksin,” imbuhnya.
Namun, untuk alasan yang kedua, Arbani sudah melakukan langkah antisipasi. Yakni dengan menginstruksikan tenaga kesehatan (nakes) untuk langsung hadir ke rumah para lansia yang akan melakukan vaksinasi. ”Ya kami jemput bola,” katanya.
Jemput bola yang dimaksud Arbani adalah mendatangkan para lansia dalam suatu tempat. Misalnya saat peringatan hari lansia beberapa waktu lalu, dinkes menghadirkan para lansia, kemudian dilakukan vaksinasi di lokasi tersebut. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru