alexametrics
26.1 C
Malang
Tuesday, 22 June 2021

Investor, Ini Nih Investasi Paling Menggiurkan di Kabupaten Malang

MALANG – Ini bocoran buat investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Kanjuruhan. Jika ingin investasinya mendapat sokongan penuh dari Bupati Malang, ada baiknya menggarap sektor pertanian. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal memfokuskan sektor pertanian.

Alasannya, Kabupaten Malang sudah punya produk unggulan, bahkan sektor pertanian ini memikat perhatian Presiden RI Joko Widodo. Dalam kunjungannya beberapa hari lalu, Jokowi menyalurkan bantuan mesin pertanian di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran.

”Sektor pertanian di Kabupaten Malang sudah punya beberapa produk unggulan. Itu yang akan terus kami kembangkan,” ujar Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM kemarin (7/6).

Produk unggulan yang dimaksud Sanusi adalah produksi padi varietas IPB 3S. Varietas baru ini hasilnya lebih besar jika dibanding varietas lain. Satu hektare lahan bisa menghasilkan 12 ton padi.

”Ini harus jadi dorongan untuk terus melakukan peningkatan. Ke depan saya targetkan satu hektare bisa menghasilkan 15 ton gabah,” kata alumnus IAIN Malang (kini menjadi UIN Maliki Malang) itu.

Selain itu, ada beberapa varietas lain yang juga menarik pejabat dari pemerintah pusat. Di antaranya alpukat Pameling di Kecamatan Lawang dan pisang Mulyo dari Kecamatan Dampit.

”Kabupaten Malang pernah mendapatkan penghargaan daerah dengan pertanian terbaik karena alpukat Pameling,” kata Sanusi. ”Menteri pertanian juga pernah secara langsung meninjau ke lokasi kebun alpukat Pameling,” tambah suami dari Anis Zaida itu.

Sedangkan pisang Mulyo merupakan produk yang diklaim sebagai varietas asli Kabupaten Malang. Nama pisang Mulyo juga baru diresmikan pada 2021 ini oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Jenis pisang itu diambil dari nama Desa Srimulyo (Kecamatan Dampit). Srimulyo memang desa yang mengembangkan buah tersebut.

”Setelah diresmikan, gubernur juga berjanji akan membantu membuka pasar ekspor untuk pisang Mulyo,” tuturnya.

Menurut Sanusi, masih banyak potensi unggulan Kabupaten Malang di bidang pertanian. Dia berharap masyarakat yang bergerak di sektor pertanian bisa meningkatkan perekonomiannya melalui bidang tersebut. Caranya dengan meningkatkan kualitas, kemudian memasukkan ke pasar ekspor.

”Dengan begitu penghasilan mereka juga pasti meningkat,” pungkas Sanusi. (fik/dan/rmc)

MALANG – Ini bocoran buat investor yang ingin menanamkan modalnya di Bumi Kanjuruhan. Jika ingin investasinya mendapat sokongan penuh dari Bupati Malang, ada baiknya menggarap sektor pertanian. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal memfokuskan sektor pertanian.

Alasannya, Kabupaten Malang sudah punya produk unggulan, bahkan sektor pertanian ini memikat perhatian Presiden RI Joko Widodo. Dalam kunjungannya beberapa hari lalu, Jokowi menyalurkan bantuan mesin pertanian di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran.

”Sektor pertanian di Kabupaten Malang sudah punya beberapa produk unggulan. Itu yang akan terus kami kembangkan,” ujar Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM kemarin (7/6).

Produk unggulan yang dimaksud Sanusi adalah produksi padi varietas IPB 3S. Varietas baru ini hasilnya lebih besar jika dibanding varietas lain. Satu hektare lahan bisa menghasilkan 12 ton padi.

”Ini harus jadi dorongan untuk terus melakukan peningkatan. Ke depan saya targetkan satu hektare bisa menghasilkan 15 ton gabah,” kata alumnus IAIN Malang (kini menjadi UIN Maliki Malang) itu.

Selain itu, ada beberapa varietas lain yang juga menarik pejabat dari pemerintah pusat. Di antaranya alpukat Pameling di Kecamatan Lawang dan pisang Mulyo dari Kecamatan Dampit.

”Kabupaten Malang pernah mendapatkan penghargaan daerah dengan pertanian terbaik karena alpukat Pameling,” kata Sanusi. ”Menteri pertanian juga pernah secara langsung meninjau ke lokasi kebun alpukat Pameling,” tambah suami dari Anis Zaida itu.

Sedangkan pisang Mulyo merupakan produk yang diklaim sebagai varietas asli Kabupaten Malang. Nama pisang Mulyo juga baru diresmikan pada 2021 ini oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Jenis pisang itu diambil dari nama Desa Srimulyo (Kecamatan Dampit). Srimulyo memang desa yang mengembangkan buah tersebut.

”Setelah diresmikan, gubernur juga berjanji akan membantu membuka pasar ekspor untuk pisang Mulyo,” tuturnya.

Menurut Sanusi, masih banyak potensi unggulan Kabupaten Malang di bidang pertanian. Dia berharap masyarakat yang bergerak di sektor pertanian bisa meningkatkan perekonomiannya melalui bidang tersebut. Caranya dengan meningkatkan kualitas, kemudian memasukkan ke pasar ekspor.

”Dengan begitu penghasilan mereka juga pasti meningkat,” pungkas Sanusi. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru