alexametrics
26.1 C
Malang
Tuesday, 22 June 2021

Varian Baru Covid-19 Masuk Kabupaten Malang, Begini Kata Dinkes

KEPANJEN – Benarkah varian baru Covid-19 sudah masuk Kabupaten Malang? Kabar masuknya virus korona yang sudah bermutasi itu dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo.

”Kabupaten Malang belum pernah mendeteksi varian baru virus korona,” ucap Arbani Rabu (2/6). Kabar masuknya varian baru Covid-19 itu beredar setelah ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang mudik beberapa waktu lalu. Mereka datang dari Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan beberapa negara lain.

Dari ratusan buruh migran yang mudik ke Bumi Kanjuruhan itu, 10 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Buruh migran yang positif Covid-19 itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Lapangan di Kota Malang untuk mendapatkan perawatan. Diduga, dari pekerja yang positif itulah muncul isu masuknya varian baru virus korona.

Terkait dengan adanya buruh migran yang positif, Arbani mengaku sudah melakukan analisis. ”Selama ini kami laporkan nilai CT (cycle threshold)-nya di bawah 20 yang kami kirim ke Provinsi Jatim dan sampai sekarang belum ada jawaban. Jadi, belum ada temuan varian baru,” papar pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi itu.

Meski begitu, mantan direktur RSUD Lawang itu meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dia juga menegaskan, sekalipun masyarakat banyak yang telah menjalani vaksinasi, namun Covid-19 tetap tak bisa diremehkan.

”Kendati masyarakat sudah divaksin, protokol kesehatan mesti harus dijalankan. Kalaupun pandemi Covid-19 telah berakhir, orang sakit itu harus tetap protokol kesehatan ketika bertemu orang lain,” tutup Arbani. (fik/dan/rmc)

KEPANJEN – Benarkah varian baru Covid-19 sudah masuk Kabupaten Malang? Kabar masuknya virus korona yang sudah bermutasi itu dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo.

”Kabupaten Malang belum pernah mendeteksi varian baru virus korona,” ucap Arbani Rabu (2/6). Kabar masuknya varian baru Covid-19 itu beredar setelah ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang mudik beberapa waktu lalu. Mereka datang dari Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan beberapa negara lain.

Dari ratusan buruh migran yang mudik ke Bumi Kanjuruhan itu, 10 orang di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Buruh migran yang positif Covid-19 itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Lapangan di Kota Malang untuk mendapatkan perawatan. Diduga, dari pekerja yang positif itulah muncul isu masuknya varian baru virus korona.

Terkait dengan adanya buruh migran yang positif, Arbani mengaku sudah melakukan analisis. ”Selama ini kami laporkan nilai CT (cycle threshold)-nya di bawah 20 yang kami kirim ke Provinsi Jatim dan sampai sekarang belum ada jawaban. Jadi, belum ada temuan varian baru,” papar pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi itu.

Meski begitu, mantan direktur RSUD Lawang itu meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dia juga menegaskan, sekalipun masyarakat banyak yang telah menjalani vaksinasi, namun Covid-19 tetap tak bisa diremehkan.

”Kendati masyarakat sudah divaksin, protokol kesehatan mesti harus dijalankan. Kalaupun pandemi Covid-19 telah berakhir, orang sakit itu harus tetap protokol kesehatan ketika bertemu orang lain,” tutup Arbani. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru