alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Jenazah Tinggal Kerangka di Area Semeru Dievakuasi, Diduga Perempuan

PONCOKUSUMO – Setelah melalui evakuasi yang sulit, jenazah yang ditemukan di area Bukit Iblis, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo Selasa (8/6) lalu akhirnya tiba di Unit Forensik RSSA pada Rabu (9/6) malam pukul 23.40.

Namun bukan jenazah utuh yang dibawa oleh Tim SAR dari lokasi yang berjarak sekitar 8,3 kilometer dari balai desa Poncokusumo, melainkan kerangka tulang belulang. Namun demikian, proses identifikasi yang dilakukan di posko balai desa menunjukkan bahwa jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Ditemukan sudah tinggal tulang, perkiraan korban sudah meninggal sekitar 4 hingga 5 bulan,” terang Kapolsek Poncokusumo, AKP Sumarsono melalui pesan singkat whatsapp pada Kamis (10/6) pagi.

Namun demikian, selama beberapa bulan tersebut pihaknya tidak mendapat laporan orang hilang. “Dari warga ataupun pihak TNBTS tidak pernah membuat laporan ke Polsek terkait orang hilang ke kami,” kata dia. Pihaknya juga menambahkan bahwa korban meninggal di lokasi yang bukan jalur pendakian.

“Itu bukan jalur pendakian ke Semeru. Tapi untuk mengatakan bahwa korban tersesat dari jalur pendakian kami belum bisa menyimpulkan,” ujar mantan Kapolsek Pagak, Polres Malang tersebut.

Kini, pihaknya masih mencari identitas pasti dari korban untuk menarik kronologi pasti kematian perempuan nahas tersebut. “Identitas korban masih dicari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anton dan Imam, warga Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo Selasa (8/6) dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat di area hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Penemuan itupun lantas dilaporkan Kepala Desa setempat sebelum diteruskan ke Polsek Poncokusumo. Namun rentang waktu antara ditemukan dan sampai pelaporan ke Kades Pandansari sendiri terbilang jauh karena faktor medan.
Kepolisian sendiri menerima laporan tersebut sekitar pukul 21.00 WIB.

Pewarta: Biyan Mudzaky

PONCOKUSUMO – Setelah melalui evakuasi yang sulit, jenazah yang ditemukan di area Bukit Iblis, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo Selasa (8/6) lalu akhirnya tiba di Unit Forensik RSSA pada Rabu (9/6) malam pukul 23.40.

Namun bukan jenazah utuh yang dibawa oleh Tim SAR dari lokasi yang berjarak sekitar 8,3 kilometer dari balai desa Poncokusumo, melainkan kerangka tulang belulang. Namun demikian, proses identifikasi yang dilakukan di posko balai desa menunjukkan bahwa jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Ditemukan sudah tinggal tulang, perkiraan korban sudah meninggal sekitar 4 hingga 5 bulan,” terang Kapolsek Poncokusumo, AKP Sumarsono melalui pesan singkat whatsapp pada Kamis (10/6) pagi.

Namun demikian, selama beberapa bulan tersebut pihaknya tidak mendapat laporan orang hilang. “Dari warga ataupun pihak TNBTS tidak pernah membuat laporan ke Polsek terkait orang hilang ke kami,” kata dia. Pihaknya juga menambahkan bahwa korban meninggal di lokasi yang bukan jalur pendakian.

“Itu bukan jalur pendakian ke Semeru. Tapi untuk mengatakan bahwa korban tersesat dari jalur pendakian kami belum bisa menyimpulkan,” ujar mantan Kapolsek Pagak, Polres Malang tersebut.

Kini, pihaknya masih mencari identitas pasti dari korban untuk menarik kronologi pasti kematian perempuan nahas tersebut. “Identitas korban masih dicari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anton dan Imam, warga Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo Selasa (8/6) dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat di area hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Penemuan itupun lantas dilaporkan Kepala Desa setempat sebelum diteruskan ke Polsek Poncokusumo. Namun rentang waktu antara ditemukan dan sampai pelaporan ke Kades Pandansari sendiri terbilang jauh karena faktor medan.
Kepolisian sendiri menerima laporan tersebut sekitar pukul 21.00 WIB.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru