alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Bos Losmen Ryan’t Malang Tewas Tersengat Listrik

KEPANJEN – Maksud hati membenahi pompa air untuk tandon, Sukoriyanto, 67, pemilik Losmen Ryan’t malah menemui ajalnya pada Jumat (11/6) pukul 11.40 WIB.

Korban ditemukan oleh Dodik, salah satu karyawan Losmen Ryan’t. Jenazah warga Jalan Bromo, Kelurahan/Kecamatan Kepanjen ini ditemukan menggelantung di tangga yang ia gunakan untuk meraih kabel pompa yang rusak di lantai 3 atau atap losmen.

“Ditemukan sudah tidak bernyawa dengan memegang perkakas untuk melepas kabel pompa yang ada ditandon,” terang Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo melalui sambungan telpon.

Beberapa jam sebelum tewas, tepatnya pada pukul 09.00, korban sempat mengatakan bahwa akan membenahi pompa air tandon karena otomatisnya rusak.

“Tapi sampai pukul 10.30, korban ini tidak turun-turun, karena biasanya mengajak untuk Salat Jumat. Akhirnya ada salah satu karyawan ini pergi cek ke atas,” beber Yatmo.

Korban ditemukan tewas, mendadak semua karyawan mencari bantuan dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Klojen.

Dari hasil eksaminasi di lapangan, diduga kuat korban tersengat listrik bertegangan lebih 300 volt dari kabel pompa yang putus.

“Nah, itu kan kabelnya satu tapi cabang dua dan dalam keadaan terkelupas, setelah lepas mengenai tangan korban,” imbuh mantan Kapolsek Bantur, Polres Malang tersebut.

Dengan dibantu SAR Awangga dan Kanjuruhan serta BPBD Kabupaten Malang, jenazah langsung dibawa ke Unit Forensik RSUD Kanjuruhan, Kepanjen guna menjalani visum. “Setelah itu selesai jenazah langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Yatmo.

Pewarta: Biyan Mudzaky

KEPANJEN – Maksud hati membenahi pompa air untuk tandon, Sukoriyanto, 67, pemilik Losmen Ryan’t malah menemui ajalnya pada Jumat (11/6) pukul 11.40 WIB.

Korban ditemukan oleh Dodik, salah satu karyawan Losmen Ryan’t. Jenazah warga Jalan Bromo, Kelurahan/Kecamatan Kepanjen ini ditemukan menggelantung di tangga yang ia gunakan untuk meraih kabel pompa yang rusak di lantai 3 atau atap losmen.

“Ditemukan sudah tidak bernyawa dengan memegang perkakas untuk melepas kabel pompa yang ada ditandon,” terang Kapolsek Kepanjen, Kompol Yatmo melalui sambungan telpon.

Beberapa jam sebelum tewas, tepatnya pada pukul 09.00, korban sempat mengatakan bahwa akan membenahi pompa air tandon karena otomatisnya rusak.

“Tapi sampai pukul 10.30, korban ini tidak turun-turun, karena biasanya mengajak untuk Salat Jumat. Akhirnya ada salah satu karyawan ini pergi cek ke atas,” beber Yatmo.

Korban ditemukan tewas, mendadak semua karyawan mencari bantuan dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Klojen.

Dari hasil eksaminasi di lapangan, diduga kuat korban tersengat listrik bertegangan lebih 300 volt dari kabel pompa yang putus.

“Nah, itu kan kabelnya satu tapi cabang dua dan dalam keadaan terkelupas, setelah lepas mengenai tangan korban,” imbuh mantan Kapolsek Bantur, Polres Malang tersebut.

Dengan dibantu SAR Awangga dan Kanjuruhan serta BPBD Kabupaten Malang, jenazah langsung dibawa ke Unit Forensik RSUD Kanjuruhan, Kepanjen guna menjalani visum. “Setelah itu selesai jenazah langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Yatmo.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru