alexametrics
27C
Malang
Thursday, 28 January 2021

PPKM di Kabupaten Malang Tak Disertai Bansos, Tapi….

MALANG – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Malang dipastikan tidak diiringi pembagian bantuan sosial (bansos). Hal itu karena kebijakan tersebut berbeda dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang pernah dilakukan sebelumnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, pemkab belum mengalokasikan dana bansos kepada masyarakat terdampak PPKM seperti yang pernah dilakukan saat PSBB. ”Kan PPKM ini secara makro tidak berdampak. Pabrik masih bisa bekerja, perkantoran juga masih bisa masuk 25 persen. Jadi hanya jam operasionalnya dibatasi pukul 19.00. Jadi tidak terlalu terdampak,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tidak akan menutup mata dan terus melakukan pemantauan. Jika memang ada masyarakat yang begitu terdampak dalam pelaksanaan PPKM ini, tidak menutup kemungkinan pemkab bakal memberikan bantuan. ”Kalau memang dibutuhkan dan situasinya nanti memang genting, ya kami akan siapkan bantuan sosial berupa sembako,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PPKM memang cenderung lebih longgar jika dibandingkan dengan saat PSBB. Namun tempat-tempat hiburan dan tempat usaha masih diperbolehkan beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Salah satu sektor yang dimungkinkan akan terdampak, masih kata Tomie, yakni pelaku industri rumah tangga. Meski demikian, pemkab optimistis mereka tetap bisa menjalankan roda perekonomian yang mereka kelola. Estimasinya, selama dua minggu masyarakat kabupaten masih bisa melakukan aktivitas perekonomian di rumah.

Namun akan berbeda ceritanya apabila PPKM ini dilakukan lebih dari dua pekan. ”Maka dalam kurun dua minggu ini kami harus bergerak cepat dan melakukan antisipasi. Utamanya di bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi,” tukas Tomie.

Pewarta: Achmad Fikyansyah

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca