alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Rehab Rumah Terdampak Gempa Malang Libatkan TNI-Polri

MALANG – Aparat TNI dan Polri dilibatkan langsung dalam penanganan korban gempa di sejumlah wilayah di Malang Selatan. Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan anggaran khusus bagi TNI dan Polri agar bisa memberikan bantuan percepatan perbaikan rumah.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat mengunjungi lokasi gempa di Kecamatan Ampelgading, kemarin (11/4). Dia menyatakan, selama ini TNI dan Polri sudah banyak berperan dalam penanganan bencana di suatu daerah. Sehingga dalam momen itu, mereka juga harus dilibatkan.

”Jadi nanti tolong ada SK (surat keputusan) dari Ibu Gubernur untuk mendata TNI dan Polri yang ada,” kata Doni. Kedatangannya ke Kabupaten Malang kemarin juga didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawasa, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.

Selain memberikan bantuan, pihaknya meminta agar pemkab bersama dengan pihak lain yang mengetahui tentang kebencanaan, seperti badan penanggulangan bencana daerah (BPBD); badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG); serta beberapa pihak lain, untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab menurut dia, gempa dan tsunami merupakan satu bencana yang masih akan terus terulang di kemudian hari. Hal ini didasarkan pada kondisi geografis daerah yang letaknya berdekatan dengan samudra. ”Pertemuan subduksi Indo-Australia dan Euro-Asia itu pasti akan bergerak terus. Setiap tahun ada 2 sampai dengan 7 milimeter pergeserannya. Nah, kalau sudah sekian puluh tahun, maka energinya akan terkumpul dan siap untuk dilepas,” papar Doni. Saat itulah ada potensi bencana besar di sebuah daerah.(rmc/fik/c1/by)

MALANG – Aparat TNI dan Polri dilibatkan langsung dalam penanganan korban gempa di sejumlah wilayah di Malang Selatan. Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan anggaran khusus bagi TNI dan Polri agar bisa memberikan bantuan percepatan perbaikan rumah.

Rencana tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat mengunjungi lokasi gempa di Kecamatan Ampelgading, kemarin (11/4). Dia menyatakan, selama ini TNI dan Polri sudah banyak berperan dalam penanganan bencana di suatu daerah. Sehingga dalam momen itu, mereka juga harus dilibatkan.

”Jadi nanti tolong ada SK (surat keputusan) dari Ibu Gubernur untuk mendata TNI dan Polri yang ada,” kata Doni. Kedatangannya ke Kabupaten Malang kemarin juga didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawasa, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto.

Selain memberikan bantuan, pihaknya meminta agar pemkab bersama dengan pihak lain yang mengetahui tentang kebencanaan, seperti badan penanggulangan bencana daerah (BPBD); badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG); serta beberapa pihak lain, untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Sebab menurut dia, gempa dan tsunami merupakan satu bencana yang masih akan terus terulang di kemudian hari. Hal ini didasarkan pada kondisi geografis daerah yang letaknya berdekatan dengan samudra. ”Pertemuan subduksi Indo-Australia dan Euro-Asia itu pasti akan bergerak terus. Setiap tahun ada 2 sampai dengan 7 milimeter pergeserannya. Nah, kalau sudah sekian puluh tahun, maka energinya akan terkumpul dan siap untuk dilepas,” papar Doni. Saat itulah ada potensi bencana besar di sebuah daerah.(rmc/fik/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru