alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Bantu Korban Gempa, Sanusi Sumbang Rp 100 Juta

TIRTOYUDO – Gerak cepat diambil Pemkab Malang untuk me-recovery korban gempa. Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, menjadi salah satu prioritas pembangunan. Ada 14 rumah yang akan dibangun menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT).
Hal itu dipastikan oleh Bupati Malang H.M Sanusi dalam agenda buka bersama jajaran Forkopimda di Balai Desa Jogomulyan, petang tadi (13/4). “Saya tidak mau berlama-lama, semua harus serba cepat. Untuk pembangunan rumah warga, semua konsep sudah ada di Pak Sekda,” ujarnya.
Sanusi menegaskan, karena rumah-rumah warga terdampak masih penuh dengan reruntuhan material, maka besok (Rabu) akan dilakukan pemerataan. Dan menurutnya, itu akan tuntas dalam sehari. Sehingga lusa atau Kamis (15/4), pembangunan 14 rumah dimulai. “Desain dari Kemen-PUPR ukuran 6 x 6 meter. Tapi saya minta diluaskan lagi menjadi 6 x 8 meter. Sudah ada dapur, kamar mandi, dan balai atau ruang tamu,” bebernya.
Hanya saja, rumah-rumah tersebut tidak permanen. Istilahnya rumah keleneng dengan dinding papan. Pembangunan itu paling cepat bakal tuntas dalam waktu sepuluh hari. Dan selama itu, warga yang menjadi korban tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian yang berada di lapangan desa setempat. “Awalnya ada rencana untuk menyewakan mereka rumah. Tapi tidak efektif, lebih baik segera dibangun agar warga lebih tenang,” tukasnya.
Tidak hanya bersumber dari APBD dan mengusulkan bantuan dari APBN, pria asal Gondanglegi itu menuturkan bahwa sumbangan dari stakeholder terkait termasuk kantong pribadinya juga akan segera disalurkan pada para korban bencana. “Selama rumah dibangun warga tidak perlu khawatir karena dari kecamatan sudah di drop secara merata ke desa-desa. Dari PO Bus Bagong ada bantuan Rp 50 juta dengan 5 ton beras,  dari Bank Jatim Rp 50 juta, saya Rp 100 juta, dan dari yang lain kami salurkan semua kepada para korban secara terintegrasi melalui BPBD,” sambung Sanusi.
Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menambahkan, pemerataan material akan dilakukan oleh tim Dinas Bina Marga bersama jajaran TNI-Polri. “Besok Pak Rom (Kepala Dinas Bina Marga, Romdoni) akan menambah alat berat,” ujarnya.
Dengan terbangunnya rumah-rumah warga yang roboh akibat gempa 6,1 SR pada Sabtu (10/4) lalu, maka warga bisa segera menempati kembali. Selain itu, menghindari terjadinya cluster baru Covid-19. “Besok (Rabu, 14/4), material akan kami bawa ke sini. Estimasi satu rumah menelan dana Rp 15 hingga Rp 20 juta. Tergantung luasnya,” ungkap Wahyu.
Selain memanfaatkan dana di pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada juga bantuan dari CSR (corporate social responsibility) yang sudah masuk. Jika anggaran BPBD dan CSR habis, baru menggunakan BTT. “Untuk bantuan rehabilitasi dari BNPB, masih dalam tahap pengajuan. Turunnya kapan kami belum tahu,” tukasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Bina Marga Ir Romdoni menambahkan, saat ini ada empat alat berat skala kecil yang sudah diturunkan di Desa Jogomulyan. Alat-alat tersebut digunakan untuk meratakan rumah yang roboh.
Sementara itu, dalam agenda Buka Bersama Forkopimda tersebut, tampak hadir Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH, Dandim 0818 Letkol Inf Yusup Dody Sandra, dan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Malang. Selain itu, semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga berada di sana. Termasuk Baznas, TNI, Polri, dan relawan. (nen/iik)
TIRTOYUDO – Gerak cepat diambil Pemkab Malang untuk me-recovery korban gempa. Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, menjadi salah satu prioritas pembangunan. Ada 14 rumah yang akan dibangun menggunakan dana bantuan tidak terduga (BTT).
Hal itu dipastikan oleh Bupati Malang H.M Sanusi dalam agenda buka bersama jajaran Forkopimda di Balai Desa Jogomulyan, petang tadi (13/4). “Saya tidak mau berlama-lama, semua harus serba cepat. Untuk pembangunan rumah warga, semua konsep sudah ada di Pak Sekda,” ujarnya.
Sanusi menegaskan, karena rumah-rumah warga terdampak masih penuh dengan reruntuhan material, maka besok (Rabu) akan dilakukan pemerataan. Dan menurutnya, itu akan tuntas dalam sehari. Sehingga lusa atau Kamis (15/4), pembangunan 14 rumah dimulai. “Desain dari Kemen-PUPR ukuran 6 x 6 meter. Tapi saya minta diluaskan lagi menjadi 6 x 8 meter. Sudah ada dapur, kamar mandi, dan balai atau ruang tamu,” bebernya.
Hanya saja, rumah-rumah tersebut tidak permanen. Istilahnya rumah keleneng dengan dinding papan. Pembangunan itu paling cepat bakal tuntas dalam waktu sepuluh hari. Dan selama itu, warga yang menjadi korban tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian yang berada di lapangan desa setempat. “Awalnya ada rencana untuk menyewakan mereka rumah. Tapi tidak efektif, lebih baik segera dibangun agar warga lebih tenang,” tukasnya.
Tidak hanya bersumber dari APBD dan mengusulkan bantuan dari APBN, pria asal Gondanglegi itu menuturkan bahwa sumbangan dari stakeholder terkait termasuk kantong pribadinya juga akan segera disalurkan pada para korban bencana. “Selama rumah dibangun warga tidak perlu khawatir karena dari kecamatan sudah di drop secara merata ke desa-desa. Dari PO Bus Bagong ada bantuan Rp 50 juta dengan 5 ton beras,  dari Bank Jatim Rp 50 juta, saya Rp 100 juta, dan dari yang lain kami salurkan semua kepada para korban secara terintegrasi melalui BPBD,” sambung Sanusi.
Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menambahkan, pemerataan material akan dilakukan oleh tim Dinas Bina Marga bersama jajaran TNI-Polri. “Besok Pak Rom (Kepala Dinas Bina Marga, Romdoni) akan menambah alat berat,” ujarnya.
Dengan terbangunnya rumah-rumah warga yang roboh akibat gempa 6,1 SR pada Sabtu (10/4) lalu, maka warga bisa segera menempati kembali. Selain itu, menghindari terjadinya cluster baru Covid-19. “Besok (Rabu, 14/4), material akan kami bawa ke sini. Estimasi satu rumah menelan dana Rp 15 hingga Rp 20 juta. Tergantung luasnya,” ungkap Wahyu.
Selain memanfaatkan dana di pos Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada juga bantuan dari CSR (corporate social responsibility) yang sudah masuk. Jika anggaran BPBD dan CSR habis, baru menggunakan BTT. “Untuk bantuan rehabilitasi dari BNPB, masih dalam tahap pengajuan. Turunnya kapan kami belum tahu,” tukasnya.
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Bina Marga Ir Romdoni menambahkan, saat ini ada empat alat berat skala kecil yang sudah diturunkan di Desa Jogomulyan. Alat-alat tersebut digunakan untuk meratakan rumah yang roboh.
Sementara itu, dalam agenda Buka Bersama Forkopimda tersebut, tampak hadir Kapolres Malang AKBP Hendri Umar SIK MH, Dandim 0818 Letkol Inf Yusup Dody Sandra, dan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Malang. Selain itu, semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga berada di sana. Termasuk Baznas, TNI, Polri, dan relawan. (nen/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru