alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Info Lur! Jalur Jurang Mayit Mulai Diperbaiki.Akses ke Pantai Bisa Mulus Lagi

BANTUR – Wisatawan yang ingin berkunjung ke pesisir Malang Selatan kini bisa sedikit bernapas lega. Sebab, kerusakan jalan yang sempat menjadi keluhan banyak pihak kini mulai diperbaiki.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwiknyo mengatakan, perbaikan jalur sirip tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali. “Sudah ada perbaikan dan mulai dikerjakan sejak minggu lalu. Sampai hari ini (kemarin, 14/1) laporannya masih 15 persen untuk di ruas Srigonco,” kata Suwiknyo.

Mantan kepala bidang perawatan jalan dan jembatan DPUBM itu menambahkan, ada dua ruas jalan sirip yang bakal diperbaiki oleh BBPJN. Masing-masing yakni, ruas Jalan Donomulyo menuju Pantai Ngliyep dengan panjang 2 kilometer dan ruas Jalan Srigonco menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) dengan panjang ruas 3 kilometer. Artinya, total panjang jalan sirip yang diperbaiki mencapai 5 kilometer.

”Kalau untuk yang di Srigonco pengerjaannya difokuskan pada ruas jalan sebelum jembatan (jembatan Pelangi atau Jurang Mayit) dan setelahnya,” terang dia.

Seperti diketahui, kondisi ruas jalur utama menuju pantai di Malang Selatan tersebut sempat rusak parah. Hampir seluruh permukaan jalan pada jalur tersebut tidak lagi dilapisi aspal.

Genangan air dan lubang jalan menganga di sana-sini. Saat musim penghujan, kondisi jalan menjadi sangat licin, sebaliknya pada saat musim kemarau debu juga bertebangan hingga mengganggu pandangan pengendara. Kondisi ini yang disinyalir sebagai salah satu alasan enggannya wisatawan berkunjung ke pantai-pantai di Malang Selatan.

Meski belum bersifat permanen, Suwiknyo berharap perbaikan akses tersebut bisa mempermudah warga sekitar maupun wisatawan yang melintas. “Sementara perbaikannya masih dengan penutupan material agregat. Kalau permanen, maka nanti harus dilapisi aspal,” jelasnya.

Sebelumnya, perbaikan akses pada jalur sirip Timur ini sudah diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Ir Romdhoni mengatakan, pihaknya bakal mendapat dukungan dari penyelenggara proyek JLS terkait peningkatan akses sepanjang Gondanglegi hingga Balekambang. Romdhoni menyebut, kerusakan jalan yang terdampak dari pembangunan JLS itu bakal diperbaiki oleh pihak pelaksana pembangunan.

“Sebagian sudah dilaksanakan, tapi sebagian lagi memang belum karena berprogres,” jelas Romdhoni.

Pihak pelaksana pembangunan menyebut, kata Romdhoni, selama pengerjaan JLS masih berlangsung pembangunan maupun peningkatan yang dilakukan tidak akan efektif. Hal ini karena kendaraan proyek dipastikan masih akan berlalu lalang di jalur yang sama dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

“Hasil komunikasi kami memang ada kesepakatan bahwa mereka (kontraktor JLS) akan memperbaiki. Supaya pelaksanaannya efektif, maka (setelah) armadanya berkurang atau sudah selesai, baru ada perbaikan-perbaikan,” beber Romdhoni. (iik/dan)

 

BANTUR – Wisatawan yang ingin berkunjung ke pesisir Malang Selatan kini bisa sedikit bernapas lega. Sebab, kerusakan jalan yang sempat menjadi keluhan banyak pihak kini mulai diperbaiki.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Suwiknyo mengatakan, perbaikan jalur sirip tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali. “Sudah ada perbaikan dan mulai dikerjakan sejak minggu lalu. Sampai hari ini (kemarin, 14/1) laporannya masih 15 persen untuk di ruas Srigonco,” kata Suwiknyo.

Mantan kepala bidang perawatan jalan dan jembatan DPUBM itu menambahkan, ada dua ruas jalan sirip yang bakal diperbaiki oleh BBPJN. Masing-masing yakni, ruas Jalan Donomulyo menuju Pantai Ngliyep dengan panjang 2 kilometer dan ruas Jalan Srigonco menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) dengan panjang ruas 3 kilometer. Artinya, total panjang jalan sirip yang diperbaiki mencapai 5 kilometer.

”Kalau untuk yang di Srigonco pengerjaannya difokuskan pada ruas jalan sebelum jembatan (jembatan Pelangi atau Jurang Mayit) dan setelahnya,” terang dia.

Seperti diketahui, kondisi ruas jalur utama menuju pantai di Malang Selatan tersebut sempat rusak parah. Hampir seluruh permukaan jalan pada jalur tersebut tidak lagi dilapisi aspal.

Genangan air dan lubang jalan menganga di sana-sini. Saat musim penghujan, kondisi jalan menjadi sangat licin, sebaliknya pada saat musim kemarau debu juga bertebangan hingga mengganggu pandangan pengendara. Kondisi ini yang disinyalir sebagai salah satu alasan enggannya wisatawan berkunjung ke pantai-pantai di Malang Selatan.

Meski belum bersifat permanen, Suwiknyo berharap perbaikan akses tersebut bisa mempermudah warga sekitar maupun wisatawan yang melintas. “Sementara perbaikannya masih dengan penutupan material agregat. Kalau permanen, maka nanti harus dilapisi aspal,” jelasnya.

Sebelumnya, perbaikan akses pada jalur sirip Timur ini sudah diantisipasi oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Ir Romdhoni mengatakan, pihaknya bakal mendapat dukungan dari penyelenggara proyek JLS terkait peningkatan akses sepanjang Gondanglegi hingga Balekambang. Romdhoni menyebut, kerusakan jalan yang terdampak dari pembangunan JLS itu bakal diperbaiki oleh pihak pelaksana pembangunan.

“Sebagian sudah dilaksanakan, tapi sebagian lagi memang belum karena berprogres,” jelas Romdhoni.

Pihak pelaksana pembangunan menyebut, kata Romdhoni, selama pengerjaan JLS masih berlangsung pembangunan maupun peningkatan yang dilakukan tidak akan efektif. Hal ini karena kendaraan proyek dipastikan masih akan berlalu lalang di jalur yang sama dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

“Hasil komunikasi kami memang ada kesepakatan bahwa mereka (kontraktor JLS) akan memperbaiki. Supaya pelaksanaannya efektif, maka (setelah) armadanya berkurang atau sudah selesai, baru ada perbaikan-perbaikan,” beber Romdhoni. (iik/dan)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru