alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Update Gempa Malang: 17 Puskesmas Rusak, 110 Orang Terluka

MALANG – Selain merusak ribuan rumah, gempa Malang juga dilaporkan merusak 17 puskesmas. Padahal, dilaporkan ada 110 warga yang membutuhkan perawatan
karena mengalami luka akibat gempa.

”Puskesmas yang rusak arata-ata ada di Malang bagian selatan dan beberapa daerah lainnya,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo.

Arbani mencontohkan, fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan itu
yakni Puskesmas Donomulyo, Kalipare, Bantur, Pagelaran, Sumbermanjing Kulon, Pagak, Gedangan, Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Gondanglegi, Turen, Pamotan, Tirtoyudo, Ampelgading, Kromengan, Pakis, dan Tumpang. Selain bangunan puskesmas induk, kerusakan juga dialami beberapa puskesmas pembantu (pustu), pondok kesehatan desa (ponkesdes), dan pondok bersalin desa (polindes).

”Jadi, jumlah bangunan sarana kesehatan yang mengalami kerusakan terdiri 17 puskesmas induk, 7 pustu, 5 ponkesdes dan 4 polindes,” rinci dia.

Bentuk kerusakannya masuk kategori ringan, seperti genteng jatuh, plafon jebol, dan keretakan pada bagian tembok. ”Dari laporan yang masuk, ada 3 puskesmas yang tergolong (rusak) parah, yakni Puskesmas Bantur, Sitiarjo, dan Ampelgading,” tambah mantan direktur RSUD Lawang itu.

Meski masih mengalami kerusakan, keberadaan fasilitas kesehatan itu tetap dimaksimalkan untuk memberi penanganan dan pengobatan bagi warga yang terluka. ”Iya, semua puskesmas yang terdampak itu kini dimaksimalkan untuk menangani warga yang jadi korban,” tambah dia.

Tercatat, ada 110 warga di Malang Selatan yang mengalami luka akibat gempa. ”Sebagian ada yang luka ringan seperti lecet-lecet saja dan ada juga yang berat, seperti patah tulang. Namun, kebanyakan terluka karena kejatuhan beton,” jelas dia. Bagi yang luka ringan, penanganan yang diberikan berupa rawat jalan. Sementara warga yang mengalami luka berat saat ini masih harus menginap di puskesmas.

Untuk biaya pengobatan, Arbani menyebut bila masyarakat tak perlu khawatir. Sebab, saat ini pemkab sudah menyiapkan anggaran khusus dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

”Informasi dari Pak Bupati, (kebutuhan biayanya) nanti akan diambilkan dari BTT itu,” kata pria berkacamata tersebut.

Sebelumnya, Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM juga mengatakan bahwa saat ini pemkab masih memiliki dana BTT senilai Rp 6,5 miliar. Selain di-plot untuk pembenahan fasilitas umum yang belum ter-cover pemerintah pusat, dana itu akan dipergunakan untuk perawatan para korban. (fik/c1/by)

MALANG – Selain merusak ribuan rumah, gempa Malang juga dilaporkan merusak 17 puskesmas. Padahal, dilaporkan ada 110 warga yang membutuhkan perawatan
karena mengalami luka akibat gempa.

”Puskesmas yang rusak arata-ata ada di Malang bagian selatan dan beberapa daerah lainnya,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo.

Arbani mencontohkan, fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan itu
yakni Puskesmas Donomulyo, Kalipare, Bantur, Pagelaran, Sumbermanjing Kulon, Pagak, Gedangan, Sitiarjo, Sumbermanjing Wetan, Gondanglegi, Turen, Pamotan, Tirtoyudo, Ampelgading, Kromengan, Pakis, dan Tumpang. Selain bangunan puskesmas induk, kerusakan juga dialami beberapa puskesmas pembantu (pustu), pondok kesehatan desa (ponkesdes), dan pondok bersalin desa (polindes).

”Jadi, jumlah bangunan sarana kesehatan yang mengalami kerusakan terdiri 17 puskesmas induk, 7 pustu, 5 ponkesdes dan 4 polindes,” rinci dia.

Bentuk kerusakannya masuk kategori ringan, seperti genteng jatuh, plafon jebol, dan keretakan pada bagian tembok. ”Dari laporan yang masuk, ada 3 puskesmas yang tergolong (rusak) parah, yakni Puskesmas Bantur, Sitiarjo, dan Ampelgading,” tambah mantan direktur RSUD Lawang itu.

Meski masih mengalami kerusakan, keberadaan fasilitas kesehatan itu tetap dimaksimalkan untuk memberi penanganan dan pengobatan bagi warga yang terluka. ”Iya, semua puskesmas yang terdampak itu kini dimaksimalkan untuk menangani warga yang jadi korban,” tambah dia.

Tercatat, ada 110 warga di Malang Selatan yang mengalami luka akibat gempa. ”Sebagian ada yang luka ringan seperti lecet-lecet saja dan ada juga yang berat, seperti patah tulang. Namun, kebanyakan terluka karena kejatuhan beton,” jelas dia. Bagi yang luka ringan, penanganan yang diberikan berupa rawat jalan. Sementara warga yang mengalami luka berat saat ini masih harus menginap di puskesmas.

Untuk biaya pengobatan, Arbani menyebut bila masyarakat tak perlu khawatir. Sebab, saat ini pemkab sudah menyiapkan anggaran khusus dari Belanja Tidak Terduga (BTT).

”Informasi dari Pak Bupati, (kebutuhan biayanya) nanti akan diambilkan dari BTT itu,” kata pria berkacamata tersebut.

Sebelumnya, Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM juga mengatakan bahwa saat ini pemkab masih memiliki dana BTT senilai Rp 6,5 miliar. Selain di-plot untuk pembenahan fasilitas umum yang belum ter-cover pemerintah pusat, dana itu akan dipergunakan untuk perawatan para korban. (fik/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru