alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Nekat Mudik? Ini Warning Sekda Bagi ASN Pemkab Malang

KABUPATEN – Aturan larangan mudik dan keluar kota bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang benar-benar dipantau dengan ketat. Pantauan itu dilakukan sejak H-2 Lebaran lalu hingga hari pertama efektif bekerja pada Senin (17/5)
Selama enam hari itu, seluruh ASN Pemkab Malang, termasuk para pegawai honorer atau pegawai tidak tetap tanpa terkecuali wajib mengirimkan absensi disertai foto kegiatan serta lokasi menggunakan aplikasi GPS Map Camera.
“Menindaklanjuti perintah Bapak Bupati (Bupati Malang Drs H.M Sanusi MM), tentang SE larangan mudik, sebelum hari raya lalu saya melakukan sidak (inspeksi mendadak) bersama asisten III, inspektur daerah, serta kepala BKPSDM,” ungkap Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM meninjau sejumlah kantor OPD guna memastikan tidak ada ASN yang mudik di momen libur lebaran. (Ist)

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi spot pengawasan itu antara lain Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM, Kecamatan Turen, Kecamatan Tirtoyudo, termasuk Kecamatan Dampit. “Kami cek satu per satu apakah semuanya masuk atau ada yang mudik. Di Turen ada satu pegawai yang tidak ada, katanya sedang ke Baznas, tapi dihubungi belum bisa,” ujarnya.
“Kalau memang ke Baznas, maka tidak masalah. Tapi jika ternyata tidak masuk, akan diproses lebih lanjut,” warning dia.
Untuk menegakkan SE larangan mudik itu, pada hari pertama pasca libur Lebaran, pihaknya juga bakal melakukan sidak kembali. Jika ternyata ada ASN yang tidak masuk, maka sanksi menanti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mulai teguran hingga surat peringatan, tergantung jenis pelanggarannya. (iik)
KABUPATEN – Aturan larangan mudik dan keluar kota bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Malang benar-benar dipantau dengan ketat. Pantauan itu dilakukan sejak H-2 Lebaran lalu hingga hari pertama efektif bekerja pada Senin (17/5)
Selama enam hari itu, seluruh ASN Pemkab Malang, termasuk para pegawai honorer atau pegawai tidak tetap tanpa terkecuali wajib mengirimkan absensi disertai foto kegiatan serta lokasi menggunakan aplikasi GPS Map Camera.
“Menindaklanjuti perintah Bapak Bupati (Bupati Malang Drs H.M Sanusi MM), tentang SE larangan mudik, sebelum hari raya lalu saya melakukan sidak (inspeksi mendadak) bersama asisten III, inspektur daerah, serta kepala BKPSDM,” ungkap Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM meninjau sejumlah kantor OPD guna memastikan tidak ada ASN yang mudik di momen libur lebaran. (Ist)

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi spot pengawasan itu antara lain Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan UMKM, Kecamatan Turen, Kecamatan Tirtoyudo, termasuk Kecamatan Dampit. “Kami cek satu per satu apakah semuanya masuk atau ada yang mudik. Di Turen ada satu pegawai yang tidak ada, katanya sedang ke Baznas, tapi dihubungi belum bisa,” ujarnya.
“Kalau memang ke Baznas, maka tidak masalah. Tapi jika ternyata tidak masuk, akan diproses lebih lanjut,” warning dia.
Untuk menegakkan SE larangan mudik itu, pada hari pertama pasca libur Lebaran, pihaknya juga bakal melakukan sidak kembali. Jika ternyata ada ASN yang tidak masuk, maka sanksi menanti sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mulai teguran hingga surat peringatan, tergantung jenis pelanggarannya. (iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru