alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Mahasiswa UM Ikut Ciptakan Motif Batik Khas Sujo, Malang

MALANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) terus mengembangkan Kampung Batik Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Dalam dua tahun terakhir, berbagai kemajuan dan inovasi dihadirkan para mahasiswa untuk menggeliatkan sektor ekonomi warga.

Hal itu terlihat saat tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM melakukan kunjungan hari ini (17/4). “Kami melihat hari ini sudah banyak kemajuan, apalagi dibandingkan saat awal kita merintis. Karena KKN bukan hanya sekali terus selesai, tetapi berkesinambungan. Jadi yang satu kelompok pulang, kita kirim kelompok lagi. Begitu terus menerus,” kata Kepala Pusat Sumber Daya dan KKN Universitas Negeri Malang Dr Agung Winarno.

Menurutnya, kemajuan itu terlihat dari penjualan produk batik yang kian menjanjikan. Apalagi sudah ada pesanan dari luar kota kepada pengrajin dengan motif tertentu. ”Jadi pengrajin batik di sini sudah bisa melayani pesanan tersebut. Nah ini luar biasa,” lanjutnya.

Hal ini menunjukkan motivasi UM ingi mengembangkan Kampung Batik Sujo (Sumberejo) perlahan mulai tampak. Menurutnya dulu sebenarnya warga setempat telah mendapatkan banyak pelatihan. Tetapi tidak mempunyai stok produksi. “Makanya kemudian kita bantu bersama dari UM sendiri dan PT Astra Internasional. Alat produksi yang kita bantu ada kompor, canting, cap motif batik, panci, meja dan peralatan pendukung lainnya. Kalau dulu masih nol,” kata dosen Manajemen itu.

Salah satu kontribusi mahasiswa UM adalah membuat motif batik Sujo berupa pisang dan kelapa. “Karena kampung ini menghasilkan pisang dan kelapa. Maka motifnya tidak jauh dari itu. Motif jantung pisang dan manggar kelapa. Branding nama Batik Sujo ini juga dari mahasiswa UM,” lanjutnya.

Walaupun perkembangannya cukup bagus, Agung mengakui masih banyak yang perlu ditingkatkan. Misalnya kualitas produk hingga pemasaran. Untuk memajang hasil karya ibu-ibu ini.

Selain Batik Sumberejo, pihaknya juga mengembangkan Keripik Rambak Pisang dan Keripik Tempe Desa Sumberdadi serta Kampung Rengginang Desa Sumberpucung. “Lalu ada wisata Senggreng dan wisata di Sambigede serta wisata Goa Perawan. Ada wisata Bedengan, Ngantang Cafe Susu Sawah Desa Pagersari, Kampung Edukasi Gerabah Pagelaran. Itu di antara binaan unggulan kami,” tutupnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) terus mengembangkan Kampung Batik Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Dalam dua tahun terakhir, berbagai kemajuan dan inovasi dihadirkan para mahasiswa untuk menggeliatkan sektor ekonomi warga.

Hal itu terlihat saat tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM melakukan kunjungan hari ini (17/4). “Kami melihat hari ini sudah banyak kemajuan, apalagi dibandingkan saat awal kita merintis. Karena KKN bukan hanya sekali terus selesai, tetapi berkesinambungan. Jadi yang satu kelompok pulang, kita kirim kelompok lagi. Begitu terus menerus,” kata Kepala Pusat Sumber Daya dan KKN Universitas Negeri Malang Dr Agung Winarno.

Menurutnya, kemajuan itu terlihat dari penjualan produk batik yang kian menjanjikan. Apalagi sudah ada pesanan dari luar kota kepada pengrajin dengan motif tertentu. ”Jadi pengrajin batik di sini sudah bisa melayani pesanan tersebut. Nah ini luar biasa,” lanjutnya.

Hal ini menunjukkan motivasi UM ingi mengembangkan Kampung Batik Sujo (Sumberejo) perlahan mulai tampak. Menurutnya dulu sebenarnya warga setempat telah mendapatkan banyak pelatihan. Tetapi tidak mempunyai stok produksi. “Makanya kemudian kita bantu bersama dari UM sendiri dan PT Astra Internasional. Alat produksi yang kita bantu ada kompor, canting, cap motif batik, panci, meja dan peralatan pendukung lainnya. Kalau dulu masih nol,” kata dosen Manajemen itu.

Salah satu kontribusi mahasiswa UM adalah membuat motif batik Sujo berupa pisang dan kelapa. “Karena kampung ini menghasilkan pisang dan kelapa. Maka motifnya tidak jauh dari itu. Motif jantung pisang dan manggar kelapa. Branding nama Batik Sujo ini juga dari mahasiswa UM,” lanjutnya.

Walaupun perkembangannya cukup bagus, Agung mengakui masih banyak yang perlu ditingkatkan. Misalnya kualitas produk hingga pemasaran. Untuk memajang hasil karya ibu-ibu ini.

Selain Batik Sumberejo, pihaknya juga mengembangkan Keripik Rambak Pisang dan Keripik Tempe Desa Sumberdadi serta Kampung Rengginang Desa Sumberpucung. “Lalu ada wisata Senggreng dan wisata di Sambigede serta wisata Goa Perawan. Ada wisata Bedengan, Ngantang Cafe Susu Sawah Desa Pagersari, Kampung Edukasi Gerabah Pagelaran. Itu di antara binaan unggulan kami,” tutupnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru