alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Tahun Depan, Insentif Guru PAUD Kabupaten Malang Naik Rp 1 Juta

MALANG – Jika tidak ada aral melintang, insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Malang akan mengalami kenaikan sebesar Rp 1 juta pada 2022 mendatang. Sehingga, jika kebijakan ini benar-benar direalisasikan, maka guru PAUD akan menerima insentif sebesar Rp 2 juta per bulan.

”Insya Allah insentif guru PAUD bisa naik dari sebelumnya Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta,” terang Bupati Malang H M. Sanusi.

”Nanti Pak Sekda (Wahyu Hidayat) yang mengoordinasi. Saya minta para guru PAUD terus meningkatkan kinerja untuk mencetak sumber daya manusia ke depannya,” tambah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dia mengungkapkan, penambahan insentif dilakukan untuk membangkitkan semangat para pengajar PAUD. Menurutnya, saat ini gaji para guru PAUD ini sangat rendah, bahkan ada yang hanya Rp 250 ribu per bulan. Hal ini menurutnya akan membawa dampak yang kurang baik bagi dunia pendidikan.

Misalnya, menurunnya minat generasi muda menjadi guru PAUD. Juga kurang maksimalnya mereka dalam menyalurkan pendidikan untuk anak didiknya. Sehingga dengan adanya penambahan insentif ini, dia berharap ke depan para guru PAUD dapat membekali pengetahuan agama dan moral yang lebih kepada para siswa PAUD.

“Dengan begitu, di masa depan akan tercipta manusia yang mencintai agama dan negaranya,” imbuhnya.

Selain itu, pria asal Gondanglegi itu menyarankan agar Bunda PAUD Kabupaten Malang dibuatkan peraturan daerah (Perda) atau peraturan bupati (Perbup) tentang keberadaan PAUD yang berada di desa namun tidak dikelola desa. Sehingga pemkab mengucurkan anggaran untuk semua PAUD.

”Nanti akan dilakukan kajian, sehingga PAUD mendapatkan porsi pembiayaan yang sama dari Pemkab Malang,” kata dia.

Jika nanti sudah ada penambahan insentif, kata Sanusi, pihaknya akan membuat standar PAUD. ”Saya minta nanti kualitas PAUD ada standar kurikulum bakunya. Seperti saat saya kunjungan kerja ke Bandung, di sana ada beberapa kurikulum yang kami adopsi, yaitu kurikulum muatan lokal untuk pendidikan kami,” kata Sanusi.

Dalam kurikulum tersebut, kata dia, anak diajarkan budi pekerti, sopan santun, juga nilai luhur Pancasila dan nilai keagamaan. Sehingga ada patokan yang jelas dalam memberikan pengajaran pada anak sebelum TK itu.

Sanusi menegaskan, pendidikan PAUD sangat penting dilakukan, karena menyangkut karakter anak di kemudian hari. ”Apabila pendidikan dasarnya baik, maka ke depannya anak itu akan membawa karakter baik. Juga tercipta SDM unggul dan tangguh, sesuai misi Kabupaten Malang (Malang Makmur),” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan melakukan pengkajian terkait rencana penambahan insentif guru PAUD. Pihaknya akan melihat kemampuan anggaran di APBD 2022 depan.

“Kalau tidak ada kendala, tahun depan mungkin bisa diterapkan (penambahan insentif guru PADU),” kata dia. (fik/dan/rmc)

MALANG – Jika tidak ada aral melintang, insentif guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Malang akan mengalami kenaikan sebesar Rp 1 juta pada 2022 mendatang. Sehingga, jika kebijakan ini benar-benar direalisasikan, maka guru PAUD akan menerima insentif sebesar Rp 2 juta per bulan.

”Insya Allah insentif guru PAUD bisa naik dari sebelumnya Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta,” terang Bupati Malang H M. Sanusi.

”Nanti Pak Sekda (Wahyu Hidayat) yang mengoordinasi. Saya minta para guru PAUD terus meningkatkan kinerja untuk mencetak sumber daya manusia ke depannya,” tambah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dia mengungkapkan, penambahan insentif dilakukan untuk membangkitkan semangat para pengajar PAUD. Menurutnya, saat ini gaji para guru PAUD ini sangat rendah, bahkan ada yang hanya Rp 250 ribu per bulan. Hal ini menurutnya akan membawa dampak yang kurang baik bagi dunia pendidikan.

Misalnya, menurunnya minat generasi muda menjadi guru PAUD. Juga kurang maksimalnya mereka dalam menyalurkan pendidikan untuk anak didiknya. Sehingga dengan adanya penambahan insentif ini, dia berharap ke depan para guru PAUD dapat membekali pengetahuan agama dan moral yang lebih kepada para siswa PAUD.

“Dengan begitu, di masa depan akan tercipta manusia yang mencintai agama dan negaranya,” imbuhnya.

Selain itu, pria asal Gondanglegi itu menyarankan agar Bunda PAUD Kabupaten Malang dibuatkan peraturan daerah (Perda) atau peraturan bupati (Perbup) tentang keberadaan PAUD yang berada di desa namun tidak dikelola desa. Sehingga pemkab mengucurkan anggaran untuk semua PAUD.

”Nanti akan dilakukan kajian, sehingga PAUD mendapatkan porsi pembiayaan yang sama dari Pemkab Malang,” kata dia.

Jika nanti sudah ada penambahan insentif, kata Sanusi, pihaknya akan membuat standar PAUD. ”Saya minta nanti kualitas PAUD ada standar kurikulum bakunya. Seperti saat saya kunjungan kerja ke Bandung, di sana ada beberapa kurikulum yang kami adopsi, yaitu kurikulum muatan lokal untuk pendidikan kami,” kata Sanusi.

Dalam kurikulum tersebut, kata dia, anak diajarkan budi pekerti, sopan santun, juga nilai luhur Pancasila dan nilai keagamaan. Sehingga ada patokan yang jelas dalam memberikan pengajaran pada anak sebelum TK itu.

Sanusi menegaskan, pendidikan PAUD sangat penting dilakukan, karena menyangkut karakter anak di kemudian hari. ”Apabila pendidikan dasarnya baik, maka ke depannya anak itu akan membawa karakter baik. Juga tercipta SDM unggul dan tangguh, sesuai misi Kabupaten Malang (Malang Makmur),” katanya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Sekda Kabupaten Malang Wahyu Hidayat mengatakan, pihaknya akan melakukan pengkajian terkait rencana penambahan insentif guru PAUD. Pihaknya akan melihat kemampuan anggaran di APBD 2022 depan.

“Kalau tidak ada kendala, tahun depan mungkin bisa diterapkan (penambahan insentif guru PADU),” kata dia. (fik/dan/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru