alexametrics
32C
Malang
Saturday, 27 February 2021

Efektif Tekan Covid-19, PPKM Mikro Kabupaten Malang Diperpanjang

MALANG – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Malang diperpanjang. Mengacu Intruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) nomor 4 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM skala Mikro, perpanjangan PPKM jilid 4 tersebut mulai diterapkan sejak hari ini (23/2) hingga 8 Maret mendatang.

Pelaksana harian (Plh) Bupati Malang Drs Ir Wahyu Hidayat MM mengevaluasi, penerapan PPKM Mikro cukup efektif menekan kasus baru Covid-19 di kabupaten Malang. ”Karena penangananya langsung di RT atau RW jadi sistem pengawasannya lebih terjamin,” ujar Wahyu. Dengan perpanjangan PPKM, pejabat eselon IIA itu menargetkan indeks terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang bisa terus ditekan.

Lantas apa yang berbeda dengan pelaksanaan PPKM Mikro tahap II? Pria yang juga menjabat Sekda Kabupaten Malang itu menyatakan masih menunggu arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, kemungkinan besar aturan pembatasan dan penangananya tidak jauh berbeda dengan PPKM sebelumnya. Salah satunya dengan menggencarkan testing, tracking, dan treatment (3T), serta mengoptimalkan pos jaga yang ada di tiap kampung.

Dari hasil evaluasi yang dia lakukan, pelaksanaan PPKM Mikro selama dua minggu belakangan membawa dampak cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya kecamatan yang sudah masuk zona hijau selama 2 minggu belakangan. Pihaknya pun mengklaim bahwa saat ini sudah tidak ada lagi RT atau RW yang masuk kriteria zona orange. ”Kecamatan yang sudah hijau sekarang ada empat yaitu Kasembon, Tirtoyudo, Tumpang, dan Ngajum,” terang mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, selama dua pekan belakangan jumlah kasus terkofirmasi Covid di Kabupaten Malang terus menurun. ”Kasus aktif secara umum baik di rumah sakit maupun yang isoma (isolasi mandiri) turun terus dengan adanya PPKM Mikro ini,” terang Arbani.

Data Dinkes Kabupaten Malang mencatat, rata-rata penambahan kasus saat ini berkisar antara 10 sampai 16 orang per hari. Padahal sebelumnya penambahan angka orang terkofirmasi positif Covid baru bisa mencapai 40 orang dalam satu hari. ”Itu (penurunan indeks) menunjukkan bahwa PPKM yang kami laksanakan berhasil,” tukas Arbani.(rmc/fik/iik)

MALANG – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Malang diperpanjang. Mengacu Intruksi Menteri Dalam Negeri (InMendagri) nomor 4 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM skala Mikro, perpanjangan PPKM jilid 4 tersebut mulai diterapkan sejak hari ini (23/2) hingga 8 Maret mendatang.

Pelaksana harian (Plh) Bupati Malang Drs Ir Wahyu Hidayat MM mengevaluasi, penerapan PPKM Mikro cukup efektif menekan kasus baru Covid-19 di kabupaten Malang. ”Karena penangananya langsung di RT atau RW jadi sistem pengawasannya lebih terjamin,” ujar Wahyu. Dengan perpanjangan PPKM, pejabat eselon IIA itu menargetkan indeks terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Malang bisa terus ditekan.

Lantas apa yang berbeda dengan pelaksanaan PPKM Mikro tahap II? Pria yang juga menjabat Sekda Kabupaten Malang itu menyatakan masih menunggu arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, kemungkinan besar aturan pembatasan dan penangananya tidak jauh berbeda dengan PPKM sebelumnya. Salah satunya dengan menggencarkan testing, tracking, dan treatment (3T), serta mengoptimalkan pos jaga yang ada di tiap kampung.

Dari hasil evaluasi yang dia lakukan, pelaksanaan PPKM Mikro selama dua minggu belakangan membawa dampak cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya kecamatan yang sudah masuk zona hijau selama 2 minggu belakangan. Pihaknya pun mengklaim bahwa saat ini sudah tidak ada lagi RT atau RW yang masuk kriteria zona orange. ”Kecamatan yang sudah hijau sekarang ada empat yaitu Kasembon, Tirtoyudo, Tumpang, dan Ngajum,” terang mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan, selama dua pekan belakangan jumlah kasus terkofirmasi Covid di Kabupaten Malang terus menurun. ”Kasus aktif secara umum baik di rumah sakit maupun yang isoma (isolasi mandiri) turun terus dengan adanya PPKM Mikro ini,” terang Arbani.

Data Dinkes Kabupaten Malang mencatat, rata-rata penambahan kasus saat ini berkisar antara 10 sampai 16 orang per hari. Padahal sebelumnya penambahan angka orang terkofirmasi positif Covid baru bisa mencapai 40 orang dalam satu hari. ”Itu (penurunan indeks) menunjukkan bahwa PPKM yang kami laksanakan berhasil,” tukas Arbani.(rmc/fik/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru