alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Sehari Dilantik, Bupati Malang Langsung Blusukan ke Sini

MALANG – Hari pertama pasca dilantik, Bupati Malang Drs H. M. Sanusi dan Wakil Bupati (Wabup) Malang Drs H. Didik Gatot Subroto SH MH langsung nge-trail, blusukan ke empat kecamatan kemarin (27/2). Start dari rumah dinas di Jalan Gede, Kota Malang, rombongan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga Sekretaris Daerah Kabupaten Malang tersebut menuju titik pertama di Jalan Raya Krebet, Kecamatan Bululawang.

Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM menuturkan, salah satu fokus utama yang akan dilakukannya bersama wabup dalam satu tahun ke depan yakni perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur terutama jalan. ”Karena (infrastruktur) ini menjadi kebutuhan masyarakat. Kalau jalannya bagus, maka ekonominya akan berkembang, pariwisata maju, dan masyarakat merasa nyaman,” kata Sanusi.

Pria berusia 61 tahun itu menuturkan bahwa kegiatan peninjauan lapangan serupa akan mereka laksanakan secara rutin tiap hari Sabtu. Targetnya, dalam satu tahun ke depan problem infrastruktur jalan di kabupaten harus sudah tuntas. ”Seperti di (Jalan) Krebet tadi saya bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan berem jalan supaya bersih dan lebar,” kata Sanusi.

Tuntas di Krebet, kegiatan berlanjut di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran. Dalam kesempatan tersebut, Sanusi yang juga didampingi Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM meninjau lokasi jalan ambles di Dusun Sumbernanas, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan. ”Kalau jalan ini setiap tahun selalu ambles, solusinya nanti oleh dinas PU (pekerjaan umum) bina marga akan membuat jalur baru yang dibuat melingkar,” kata pria asal Kecamatan Gondanglegi itu.

Secara keseluruhan, Sanusi menyebut bahwa peningkatan infrastruktur menjadi modal utama guna mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi, juga kesejahteraan masyarakat kabupaten. ”Sebelum membangun pariwisata, infrastrukturnya dulu yang harus kami benahi. Jadi wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang itu akan merasa nyaman,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Ir Romdhoni menambahkan, amblesnya ruas jalan di Dusun Sumbernanas tersebut disebabkan karena konstruksi tanah keras yang berada di jalan tersebut tergerus akibat intensitas hujan tinggi. ”Istilahnya sleding, jadi lapisan tanah yang keras kelewatan air sehingga lapisan tanah di bawahnya terpeleset secara bersamaan dalam satu blok. Semakin berat bebannya maka lapisan (tanah) di atasnya semakin turun,” jelas Romdhoni.

Mantan kepala dinas PU cipta karya itu menjelaskan, ada dua solusi yang bisa diterapkan. ”Kalau dipasang plengsengan, desainnya tiga trap. Jadi ada di pinggir jalan, tengah, dan di bawah dekat sungai. Tapi dengan biaya yang sangat tinggi, risiko yang sama (ambles) masih dimungkinkan terjadi,” jelas Romdhoni.
Sementara alternatif yang lebih memungkinkan yakni dengan memindah ruas jalan ke jalur sebelahnya. ”Setelah kami lakukan kajian sejak tahun 2019 lalu, akhirnya kami kaji alternatif (jalan) yang memotong di jalur sawah dengan panjang 850 meter. Sudah kami desain sejak tahun lalu, tapi karena ada refocusing maka baru bisa dilaksanakan tahun ini,” sambung dia.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk konstruksi, masih kata Romdhoni, mencapai Rp 7 miliar. ”Untuk konstruksi kami rencanakan multiyears. Tahun ini akan kami alokasikan dalam PAK (perubahan anggaran keuangan), nanti sisanya baru di tahun 2022,” beber Romdhoni.

Namun, bila Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Malang menyetujui untuk menjadi prioritas dengan nilai Rp 6 miliar, maka tendernya bisa langsung dilakukan DPUBM. Sebagai tahap awal, bersama dinas pertanahan kini DPUBM telah menginventarisasi dokumen kepemilikan lahan warga yang bakal terdampak pelebaran. Dengan panjang 850 meter, lebar lahan yang akan dibebaskan adalah 14 meter. ”Untuk ruas jalannya nanti 7 meter sudah cukup,” imbuhnya.

Sementara untuk jalan yang lama, Romdhoni menuturkan bahwa ruas tersebut masih akan digunakan, namun dengan memperhatikan kondisi juga risiko. ”Tetap difungsikan, tapi menyesuaikan dengan kondisi karena ada risiko keamanan lalu lintas,” tukasnya. (rmc/c1/iik)

MALANG – Hari pertama pasca dilantik, Bupati Malang Drs H. M. Sanusi dan Wakil Bupati (Wabup) Malang Drs H. Didik Gatot Subroto SH MH langsung nge-trail, blusukan ke empat kecamatan kemarin (27/2). Start dari rumah dinas di Jalan Gede, Kota Malang, rombongan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga Sekretaris Daerah Kabupaten Malang tersebut menuju titik pertama di Jalan Raya Krebet, Kecamatan Bululawang.

Bupati Malang Drs H. M. Sanusi MM menuturkan, salah satu fokus utama yang akan dilakukannya bersama wabup dalam satu tahun ke depan yakni perbaikan dan peningkatan kualitas infrastruktur terutama jalan. ”Karena (infrastruktur) ini menjadi kebutuhan masyarakat. Kalau jalannya bagus, maka ekonominya akan berkembang, pariwisata maju, dan masyarakat merasa nyaman,” kata Sanusi.

Pria berusia 61 tahun itu menuturkan bahwa kegiatan peninjauan lapangan serupa akan mereka laksanakan secara rutin tiap hari Sabtu. Targetnya, dalam satu tahun ke depan problem infrastruktur jalan di kabupaten harus sudah tuntas. ”Seperti di (Jalan) Krebet tadi saya bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan berem jalan supaya bersih dan lebar,” kata Sanusi.

Tuntas di Krebet, kegiatan berlanjut di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran. Dalam kesempatan tersebut, Sanusi yang juga didampingi Sekda Kabupaten Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM meninjau lokasi jalan ambles di Dusun Sumbernanas, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan. ”Kalau jalan ini setiap tahun selalu ambles, solusinya nanti oleh dinas PU (pekerjaan umum) bina marga akan membuat jalur baru yang dibuat melingkar,” kata pria asal Kecamatan Gondanglegi itu.

Secara keseluruhan, Sanusi menyebut bahwa peningkatan infrastruktur menjadi modal utama guna mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi, juga kesejahteraan masyarakat kabupaten. ”Sebelum membangun pariwisata, infrastrukturnya dulu yang harus kami benahi. Jadi wisatawan yang datang ke Kabupaten Malang itu akan merasa nyaman,” tegasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Ir Romdhoni menambahkan, amblesnya ruas jalan di Dusun Sumbernanas tersebut disebabkan karena konstruksi tanah keras yang berada di jalan tersebut tergerus akibat intensitas hujan tinggi. ”Istilahnya sleding, jadi lapisan tanah yang keras kelewatan air sehingga lapisan tanah di bawahnya terpeleset secara bersamaan dalam satu blok. Semakin berat bebannya maka lapisan (tanah) di atasnya semakin turun,” jelas Romdhoni.

Mantan kepala dinas PU cipta karya itu menjelaskan, ada dua solusi yang bisa diterapkan. ”Kalau dipasang plengsengan, desainnya tiga trap. Jadi ada di pinggir jalan, tengah, dan di bawah dekat sungai. Tapi dengan biaya yang sangat tinggi, risiko yang sama (ambles) masih dimungkinkan terjadi,” jelas Romdhoni.
Sementara alternatif yang lebih memungkinkan yakni dengan memindah ruas jalan ke jalur sebelahnya. ”Setelah kami lakukan kajian sejak tahun 2019 lalu, akhirnya kami kaji alternatif (jalan) yang memotong di jalur sawah dengan panjang 850 meter. Sudah kami desain sejak tahun lalu, tapi karena ada refocusing maka baru bisa dilaksanakan tahun ini,” sambung dia.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk konstruksi, masih kata Romdhoni, mencapai Rp 7 miliar. ”Untuk konstruksi kami rencanakan multiyears. Tahun ini akan kami alokasikan dalam PAK (perubahan anggaran keuangan), nanti sisanya baru di tahun 2022,” beber Romdhoni.

Namun, bila Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Malang menyetujui untuk menjadi prioritas dengan nilai Rp 6 miliar, maka tendernya bisa langsung dilakukan DPUBM. Sebagai tahap awal, bersama dinas pertanahan kini DPUBM telah menginventarisasi dokumen kepemilikan lahan warga yang bakal terdampak pelebaran. Dengan panjang 850 meter, lebar lahan yang akan dibebaskan adalah 14 meter. ”Untuk ruas jalannya nanti 7 meter sudah cukup,” imbuhnya.

Sementara untuk jalan yang lama, Romdhoni menuturkan bahwa ruas tersebut masih akan digunakan, namun dengan memperhatikan kondisi juga risiko. ”Tetap difungsikan, tapi menyesuaikan dengan kondisi karena ada risiko keamanan lalu lintas,” tukasnya. (rmc/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru