alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Ke Malang, Presiden Jokowi Sebut Tak Perlu Impor Beras

PAGELARAN – Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan proses tanam dan panen padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (29/4) siang. Kedatangan Jokowi, disambut hangat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang, Sanusi.

Dalam kunjungan ini, Jokowi hadir bersama Ketua DPR Republik Indonesia, Puan Maharani dan para Menteri. Orang nomor satu di Indonesia itu
juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan perwakilan petani Desa Kanigoro dan masyarakat setempat.

“Saya saat ini berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk melihat yang pertama panen dan kedua tanam, dan ketiga melihat penggilingan rice milling unit. Saya ingin memastikan bahwa produksi padi yang ada, dari panen yang ada betul-betul bisa memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kalau itu betul-betul ada barangnya, ada padinya yang dipanen, kemudian nanti muncul produksi menjadi beras,” jelas dia.

Presiden Jokowi menyampaikan, kepastian mengenai jumlah produksi itu betul-betul bisa dikalkulasi dan bisa dihitung. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia tidak perlu impor. Hanya saja, hitungan jumlah produksi itu harus pasti, karena ini menyangkut masalah kebutuhan bahan pokok. Presiden juga memuji langkah para petani Desa Kanigoro yang mampu mengembangkan tanaman padi varietas IPB 3S yang mampu menghasilkan 12 ton per hektar.

“Mengenai jumlah produksi itu harus betul-betul dikalkulasi dan bisa dihitung. Oleh sebab itu, kita tidak perlu yang namanya impor. Tetapi hitungannya harus pasti, karena menyangkut masalah perut dan masalah makan rakyat, itu dari sini. Saya tadi juga mendapatkan informasi banyak mengenai 1 hektar yang ditanam dengan varietas IPB 3S yang bisa menghasilkan 12 ton. Ini hasil yang bagus sekali dan saya tindak lanjuti dengan IPB agar ini bisa dikembangkan dalam jumlah yang besar lagi,” terangnya.

Presiden berharap, ketahanan dan kedaulatan pangan betul-betul bisa diraih tanpa harus impor dari negara lain. Selain itu, buah berdialog dengan para petani, Jokowi juga menyampaikan, ada beberapa hal yang juga dibutuhkan oleh petani di Desa Kanigoro yang memang memerlukan proses berkaitan penggunaan alat-alat dan sarana prasarana yang berkaitan dengan teknologi.

“Tadi diminta oleh para petani mengenai mesin panen, traktor, dan hal-hal yang lainnya. Saya kira, tadi sampaikan, akan kita penuhi karena memang sangat dibutuhkan sekali oleh para petani disini,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

PAGELARAN – Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan proses tanam dan panen padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (29/4) siang. Kedatangan Jokowi, disambut hangat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang, Sanusi.

Dalam kunjungan ini, Jokowi hadir bersama Ketua DPR Republik Indonesia, Puan Maharani dan para Menteri. Orang nomor satu di Indonesia itu
juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan perwakilan petani Desa Kanigoro dan masyarakat setempat.

“Saya saat ini berada di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk melihat yang pertama panen dan kedua tanam, dan ketiga melihat penggilingan rice milling unit. Saya ingin memastikan bahwa produksi padi yang ada, dari panen yang ada betul-betul bisa memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kalau itu betul-betul ada barangnya, ada padinya yang dipanen, kemudian nanti muncul produksi menjadi beras,” jelas dia.

Presiden Jokowi menyampaikan, kepastian mengenai jumlah produksi itu betul-betul bisa dikalkulasi dan bisa dihitung. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia tidak perlu impor. Hanya saja, hitungan jumlah produksi itu harus pasti, karena ini menyangkut masalah kebutuhan bahan pokok. Presiden juga memuji langkah para petani Desa Kanigoro yang mampu mengembangkan tanaman padi varietas IPB 3S yang mampu menghasilkan 12 ton per hektar.

“Mengenai jumlah produksi itu harus betul-betul dikalkulasi dan bisa dihitung. Oleh sebab itu, kita tidak perlu yang namanya impor. Tetapi hitungannya harus pasti, karena menyangkut masalah perut dan masalah makan rakyat, itu dari sini. Saya tadi juga mendapatkan informasi banyak mengenai 1 hektar yang ditanam dengan varietas IPB 3S yang bisa menghasilkan 12 ton. Ini hasil yang bagus sekali dan saya tindak lanjuti dengan IPB agar ini bisa dikembangkan dalam jumlah yang besar lagi,” terangnya.

Presiden berharap, ketahanan dan kedaulatan pangan betul-betul bisa diraih tanpa harus impor dari negara lain. Selain itu, buah berdialog dengan para petani, Jokowi juga menyampaikan, ada beberapa hal yang juga dibutuhkan oleh petani di Desa Kanigoro yang memang memerlukan proses berkaitan penggunaan alat-alat dan sarana prasarana yang berkaitan dengan teknologi.

“Tadi diminta oleh para petani mengenai mesin panen, traktor, dan hal-hal yang lainnya. Saya kira, tadi sampaikan, akan kita penuhi karena memang sangat dibutuhkan sekali oleh para petani disini,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru