alexametrics
24C
Malang
Thursday, 15 April 2021

Cari Buku Yang Hilang, Disperpusip Kota Batu Lakukan Stock Opname

KOTA BATU- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu mulai disibukkan dengan pengecekan jumlah koleksinya. Menyusul kemungkinan ada koleksi buku yang hilang atau belum dikembalikan. Selama proses stock opname, anggota perpus hanya bisa mengakses peminjaman buku dalam bentuk digital.

Saat ini, jumlah koleksi yang tercatat di perpusatkaan sekitar 28.300 judul dengan jumlah mencapai 34.100 eksemplar. Namun diperkirakan jumlahnya berkurang karena ada kemungkinan ada yang hilang. Oleh sebab itu dalam waktu dekat akan dilakukan stock opname.

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kota Batu, Retno Probowati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti jumlah buku yang hilang. “Kami belum bisa mengidentifikasi berapa jumlah buku yang hilang tetapi dalam awal tahun ini dimaksimalkan investigasi terkait bukunya,” katanya.

Identifikasi dilakukan dengan memilah dan mengelola seluruh buku yang ada. “Itu akan dicheck keberadaannya, misal ada buku yang sebenarnya stoknya 25 tetapi fisiknya tinggal 15 akan di identifikasi apakah sisanya hilang, terbagi di layanan perpustakaan lainnya atau hilang,” katanya. Padahal setiap peminjam buku hanya dibatasi dalam waktu satu minggu saja.

Stock opname dijadwalkan dilakukan bulan Februari ini. Selama kegiatan tersebut, masyarakat tidak bisa meminjam buku keluar. “Tetapi bisa meminjam buku dalam bentuk digital yaitu e-book,” katanya. Menurutnya ketika ada peminjaman fisik buku akan mengganggu jalannya kegiatan tersebut.

Artinya, baik layanan perpustakaan yang ada di Balai Kota Among Tani, Taman Bacaan Masyarakat Hutan Bondas dan Perpustakaan Keliling terhenti sementara waktu. Dia berharap masyarakat dapat memaklumi hal itu dan bagi peminjam buku yang belum membalikkan diharapkan kesadarannya untuk mengembalikan. “Karena ini tidak bisa diselingi oleh peminjaman, terus kami akan mengelola buku dari peminjaman tahun-tahun sebelumnya yang akan dimaksimalkan untuk tahun 2021 ini,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Batu mulai disibukkan dengan pengecekan jumlah koleksinya. Menyusul kemungkinan ada koleksi buku yang hilang atau belum dikembalikan. Selama proses stock opname, anggota perpus hanya bisa mengakses peminjaman buku dalam bentuk digital.

Saat ini, jumlah koleksi yang tercatat di perpusatkaan sekitar 28.300 judul dengan jumlah mencapai 34.100 eksemplar. Namun diperkirakan jumlahnya berkurang karena ada kemungkinan ada yang hilang. Oleh sebab itu dalam waktu dekat akan dilakukan stock opname.

Kepala Bidang Perpustakaan Disperpusip Kota Batu, Retno Probowati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui pasti jumlah buku yang hilang. “Kami belum bisa mengidentifikasi berapa jumlah buku yang hilang tetapi dalam awal tahun ini dimaksimalkan investigasi terkait bukunya,” katanya.

Identifikasi dilakukan dengan memilah dan mengelola seluruh buku yang ada. “Itu akan dicheck keberadaannya, misal ada buku yang sebenarnya stoknya 25 tetapi fisiknya tinggal 15 akan di identifikasi apakah sisanya hilang, terbagi di layanan perpustakaan lainnya atau hilang,” katanya. Padahal setiap peminjam buku hanya dibatasi dalam waktu satu minggu saja.

Stock opname dijadwalkan dilakukan bulan Februari ini. Selama kegiatan tersebut, masyarakat tidak bisa meminjam buku keluar. “Tetapi bisa meminjam buku dalam bentuk digital yaitu e-book,” katanya. Menurutnya ketika ada peminjaman fisik buku akan mengganggu jalannya kegiatan tersebut.

Artinya, baik layanan perpustakaan yang ada di Balai Kota Among Tani, Taman Bacaan Masyarakat Hutan Bondas dan Perpustakaan Keliling terhenti sementara waktu. Dia berharap masyarakat dapat memaklumi hal itu dan bagi peminjam buku yang belum membalikkan diharapkan kesadarannya untuk mengembalikan. “Karena ini tidak bisa diselingi oleh peminjaman, terus kami akan mengelola buku dari peminjaman tahun-tahun sebelumnya yang akan dimaksimalkan untuk tahun 2021 ini,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru