alexametrics
24.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Jokowi: PPKM Belum Efektif, Begini Respon Wali Kota Batu

BATU – Hari ini (1/2), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan statemen terkait evaluasi PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di daerah yang sudah berjalan sekitar tiga minggu terakhir. Mantan Wali Kota Solo ini menilai PPKM masih belum efektif. Bagaimana respon Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko?

Dewanti menegaskan bahwa PPKM di Kota Batu ada hasilnya, meski diakui belum maksimal. “Kalau hasil tetap ada, tapi memang belum maksimal,” kata politikus PDIP ini. Dia menjelaskan, salah satu alasan PPKM belum maksimal karena pemahaman masyarakat tentang PPKM relatif minim. Sehingga, sebagian masyarakat merasa ‘dipasung’ atau dibatasi aktivitasnya. “Sebagian masyarakat masih menilai PPKM ini nggak adil. Padahal, jika mereka paham, ini untuk kepentingan bersama,” jelas dia.

Lebih lanjut, masyarakat juga harus “puasa” atau tirakat dulu selama dua minggu. Sehingga, tidak perlu keluar rumah jika memang tidak mendesak. “Untuk kepentingan bersama, ‘tirakat’ dulu selama dua minggu,” ungkap Dewanti.
Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya protokol kesehatan dan PPKM. Sehingga, kesadaran masyarakat bisa lebih baik kembali. “Sambil berharap adanya vaksin, tapi protokol kesehatan tetap harus dijaga,” ucap dia.

Pewarta: Imam N

BATU – Hari ini (1/2), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan statemen terkait evaluasi PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) di daerah yang sudah berjalan sekitar tiga minggu terakhir. Mantan Wali Kota Solo ini menilai PPKM masih belum efektif. Bagaimana respon Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko?

Dewanti menegaskan bahwa PPKM di Kota Batu ada hasilnya, meski diakui belum maksimal. “Kalau hasil tetap ada, tapi memang belum maksimal,” kata politikus PDIP ini. Dia menjelaskan, salah satu alasan PPKM belum maksimal karena pemahaman masyarakat tentang PPKM relatif minim. Sehingga, sebagian masyarakat merasa ‘dipasung’ atau dibatasi aktivitasnya. “Sebagian masyarakat masih menilai PPKM ini nggak adil. Padahal, jika mereka paham, ini untuk kepentingan bersama,” jelas dia.

Lebih lanjut, masyarakat juga harus “puasa” atau tirakat dulu selama dua minggu. Sehingga, tidak perlu keluar rumah jika memang tidak mendesak. “Untuk kepentingan bersama, ‘tirakat’ dulu selama dua minggu,” ungkap Dewanti.
Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya protokol kesehatan dan PPKM. Sehingga, kesadaran masyarakat bisa lebih baik kembali. “Sambil berharap adanya vaksin, tapi protokol kesehatan tetap harus dijaga,” ucap dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/